Cover Warta Jemaat 06 Desember 2015

1719 / WG / XI / 2015
Minggu, 06 Desember 2015
Tahun XLVI

SAAT TIADA JALAN
Setelah orang-orang majus itu berangkat nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah anak itu serta ibuNya larilah ke Mesir dan tinggallah disana sampai aku berfirman kepadamu  karena  Herodes  akan mencari  anak  itu  untuk  membunuh  Dia.” (Matius 2:13)

Herodes   merencanakan  membunuh  bayi  Yesus. Betlehem   hanyalah   sebuah   kota  kecil   tentara – tentara   Herodes  siap  mengepung  kota  Betlehem. Pasti Yusuf dan Maria tidak dapat menyelamatkan Yesus yang baru dilahirkan oleh Maria. Tiada jalan keluar untuk menyelamatkan diri. Yang dapat dilakukan hanyalah menyerahkan pada nasib.
Posisi yang dialami oleh Yusuf, Maria dan Yesus sangatlah sulit untuk dipecahkan. Dapat dikatakan sesuatu yang mustahil! Seseorang yang dihadapkan pada realita sedemikian pasti akan mengalami apa yang dikenal sebagai putus asa. Tidak ada pengharapan. Jalan pintas yang sering kita dengar yakni bunuh diri.
Memang manusia memiliki keterbatasan dalam hidup ini. Yusuf segera membawa Maria dan Yesus secara manusia juga terbatas kekuatan, kemampuan dan antisipasi mereka. Namun Tuhan tidak terbatas. Apa yang mustahil bagi manusia, Tuhan mampu melakukannya. Seorang malaikat tampak dalam mimpi Yusuf. Malaikat memerintahkan Yusuf segera membawa Maria dan Yesus menuju ke Mesir. Melalui cara ini, Tuhan memberi jalan keluar kepada Yusuf.
Barangkali dalam kehidupan anda hari-hari ini terasa sangat sulit. Masalah-masalah semakin tak terpecahkan. Tampaknya mustahil. Tiada jalan keluar. Jangan putus harap. Jangan putus asa. Masih ada satu jalan keluar. Percayalah kepada Tuhan yang pasti akan memecahkan kesulitan yang anda hadapi. Taatlah akan FirmanNya!.  
BAGI TUHAN TIDAK ADA YANG MUSTAHIL

Renungan Harian 07 - 12 Desember 2015

RENUNGAN SEPANJANG MINGGU

Senin, 07 Desember 2015
TAAT DAN SETIA (Matius 2:13-23)  
Allah memakai Maria dan Yusuf sebagai alat untuk penggenapan rencana-Nya atas dunia ini melalui kelahiran Yesus di dalam keluarga mereka. Tugas mereka tidaklah mudah, apalagi kemudian diketahui bahwa nyawa Yesus yang masih kanak-kanak itu terancam. Raja Herodes yang mengetahui kelahiran seorang Raja Yahudi melalui orang Majus, lalu berhasrat mencari untuk membunuh Sang Bayi (1). Yusuf yang mengetahui hal itu dari malaikat kemudian segera menyingkir ke Mesir, sesuai perintah malaikat (2). Meski harus menempuh perjalanan berat bersama istri dan bayinya, Yusuf memilih untuk taat.
Benar saja, Herodes yang kemudian tahu bahwa orang-orang Majus tidak kembali menemui dia, lalu memutuskan untuk membinasakan semua anak yang berusia dua tahun ke bawah (16). Kepatuhan Yusuf terhadap perkataan malaikat menggenapkan pemeliharaan Allah atas keluarga Yusuf.
Akan tetapi, tinggal dan membesarkan anak di Mesir bukanlah rancangan Allah bagi Yusuf dan Maria. Maka melalui malaikat yang tampak dalam mimpi, Allah memerintahkan Yusuf untuk kembali ke Israel sebab saat itu Herodes sudah mati (19-21). Lalu lagi-lagi melalui mimpi, Yusuf dipimpin Tuhan untuk tinggal di Nazaret, di daerah Galilea (22-23).
Kita melihat bahwa pimpinan Tuhan terhadap Yusuf nyata di dalam kehidupannya. Pimpinan itu pun diikuti oleh kepatuhan dan kesetiaan Yusuf langkah demi langkah. Maka kita melihat bagaimana nubuat para nabi digenapi, rancangan Tuhan terus berjalan, dan Yusuf serta keluarga kecilnya tetap berada dalam pemeliharaan Tuhan.
Kepatuhan Yusuf patut kita teladani, terutama dalam menjalani tahun baru ini. Biasanya di awal tahun, orang punya segudang tekad untuk memperbaiki hidup. Namun seiring berjalannya waktu, tekad itu memudar, terlupakan, lalu dirumuskan lagi di tahun berikut. Kisah Yusuf mengajar kita untuk taat langkah demi langkah sesuai tuntunan Tuhan. 
PIMPINAN TUHAN YANG KITA PATUHI SATU PER SATU MEMBENTUK KITA UNTUK SETIA KEPADA DIA. MAKA KITA AKAN BERTUMBUH DALAM KETAATAN DAN MENGALAMI BUAHNYA KELAK.

Selasa, 08 Desember 2015
TAK AKAN GAGAL (Matius 2:13-23)
Ada kalanya Allah membiarkan orang merajalela dengan kejahatannya. Namun tidak selalu demikian. Ada saat Allah tidak akan membiarkan seorang pun melakukan tindak kejahatan yang menghalangi penggenapan rencana-Nya.
Allah tahu niat jahat Herodes. Itulah sebabnya Ia campur tangan dengan mengutus malaikat untuk memberitahu Yusuf melalui mimpi, agar Sang Bayi kudus bisa lepas dari usaha Herodes untuk melenyapkan Dia (ayat 13-15). Allah punya rencana besar bagi umat manusia dengan menghadirkan Yesus di dalam dunia ini. Oleh karena itu Dia tak akan membiarkan satu orang pun menghalangi terwujudnya rencana itu.
Kembali Yusuf menunjukkan ketaatan. Setelah mendapat peringatan dari malaikat, ia segera bangun. Malam itu juga, keluarga muda itu melarikan diri dari teror yang dapat membinasakan mereka, dan terutama Bayi di dalam kandungan Maria. Pasti tidak mudah melarikan diri dengan wanita yang sedang mengandung di tengah malam buta seperti itu. Namun Yusuf tahu bahwa mereka harus segera pergi.
Benar saja. Herodes memang tidak mengulur-ulur waktu. Ia segera melaksanakan niatnya membinasakan semua bayi yang berumur di bawah dua tahun (ayat 16). Ia tidak mau memberikan kesempatan sedikit pun kepada Bayi itu untuk menjadi besar. Namun Bayi Yesus sudah berada dalam perjalanan ke Mesir. Barulah setelah Herodes mati dan Yusuf mendapat pemberitahuan melalui mimpi, mereka kembali ke Galilea. Rancangan Allah memang tidak pernah gagal! Bahkan orang sekejam Herodes pun tidak akan mampu menggagalkan rancangan itu.
Memang tidak semua orang menyambut kedatangan Yesus ke dalam dunia dengan sukacita, sejak Ia lahir hingga sekarang ini. Bersyukurlah kita yang dikaruniai iman untuk memercayai Dia sebagai Anak Tunggal Allah yang diutus ke dalam dunia untuk menebus manusia.
TUGAS KITALAH UNTUK MEMBERITAKAN KEDATANGAN-NYA AGAR MAKIN BANYAK ORANG YANG BEROLEH KESEMPATAN UNTUK MENDENGAR KABAR BAIK ITU.

Rabu, 09 Desember 2015
KARYA ALLAH DAN PERAN YUSUF. (Matius 2:13-23)
Herodes tetap memutuskan untuk membunuh bayi Yesus meskipun para Majus tidak kembali ke istananya. Untuk memastikan keberhasilan keputusannya, ia memerintahkan membunuh semua anak laki-laki berumur 2 tahun kebawah yang hidup di daerah Bethlehem. Tindakan Herodes itu menunjukkan bahwa ia adalah seorang raja yang sangat kejam (2:17-18) sekaligus menunjukkan kekejaman dan kekuasaannya sia-sia dan tidak akan mampu melawan sang Bayi kudus.
Allah membimbing Yusuf untuk menyelamatkan bayi Yesus lewat mimpi. Dengan menggunakan persembahan dari orang Majus sebagai biaya perjalanan, Yusuf dan Maria melarikan diri ke Mesir. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah selalu berada di depan rencana manusia. Allah tahu Herodes merupakan ancaman bagi bayi Yesus dan Allah tahu bahwa Yusuf sangat miskin, maka Allah mengirimkan orang Majus dan memakai mereka untuk memelihara bayi Yesus. Peristiwa ini juga memperlihatkan kembali kesalehan dan ketaatan Yusuf terhadap perintah Allah. Begitu mendengar Allah berfirman, Yusuf segera mengajak Maria dan bayi Yesus pergi ke Mesir. Setelah Herodes mati, Allah kembali berfirman kepada Yusuf untuk membawa keluarganya pergi ke Nazaret di daerah Galilea, tempat dimana Yesus tumbuh besar dan memulai pelayanan-Nya. Yusuf tidak hanya taat kepada bimbingan-Nya, ia juga melakukan semua perintah- Nya tanpa keraguan sedikitpun.
Penggenapan rencana Allah bagi keselamatan manusia di dalam Yesus Kristus sepenuhnya adalah karya Allah. Namun Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk ikut berperan di dalamnya. Terlebih indah lagi adalah bahwa Allah selalu memberikan bimbingan-Nya agar manusia dapat berhasil dalam bekerja bersama Allah dan menyediakan segala yang dibutuhkannya. Allah hanya menuntut ketaatan tanpa syarat dari manusia yang dipilih untuk bekerja sama dengan-Nya. Karena ketaatannya, Yusuf diperkenankan berperan dalam penggenapan rencana besar Allah bagi manusia 2000 tahun yang lampau.
SAMPAI SEKARANG PUN ALLAH MASIH MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA ANAK- ANAK-NYA UNTUK BERPERAN DALAM PENGGENAPAN RENCANA-NYA. MAUKAH KITA MENELADANI KETAATAN YUSUF TANPA KERAGUAN SEDIKIT PUN?

Kamis, 10 Desember 2015
MALAM ITU JUGA (Matius 2:13-23)
Di sebuah acara televisi tentang kejadian-kejadian luar biasa, ditayangkan seseorang yang selamat dari terjangan kereta api karena, dalam sepersekian detik, ia sempat mengelak. Orang itu selamat karena bertindak pada saat yang tepat. Sedikit saja ia menunda gerakannya, bisa fatal akibatnya. Namun, tanpa disadari, tidak sedikit orang yang suka menunda sesuatu yang sebenarnya tidak boleh ditunda. Biasanya orang melakukan penundaan karena menganggap hal yang ditunda itu bukan masalah darurat. 
Ada penekanan yang perlu diperhatikan dalam bacaan hari ini. Yusuf bermimpi, terbangun, dan "malam itu juga", ia berangkat ke Mesir. Ia tidak menunda tindakannya. Bahkan tidak menunggu pagi. Ia percaya dan langsung bertindak. Yusuf saat itu beda dengan Yusuf yang dulu. Saat ia menerima berita tentang kehamilan Maria, ia berpikir panjang, bahkan nyaris menceraikan Maria (Mat. 1:18-20). Namun Yusuf yang ini adalah Yusuf yang sudah belajar tentang Tuhan. Ia tahu bahwa perkara darurat tidak bisa ditunda. Mirip dengan kejadian saat Abraham diminta untuk menghentikan ayunan pisaunya pada saat akan mengurbankan anaknya (Kej. 22:10-11).
Mungkin kita membaca Alkitab setiap hari. Merenungkannya. Menemukan perintah-perintah-Nya. Namun berapa banyak perintah-Nya kita biarkan? Berapa banyak yang kita anggap, ini bukan perintah yang darurat dan bisa dilakukan kapan-kapan? Tuhan ingin kita peka terhadap perintah-Nya. Bila Dia ingin kita melakukannya saat ini, lakukan saja.
JANGAN MENUNDA MENAATI PERINTAH TUHAN KARENA BISA SAJA TIDAK AKAN ADA LAGI KESEMPATAN UNTUK MELAKUKANNYA

Jumat, 11 Desember 2015
AKIBAT DIMABUK KEKUASAAN (Matius 2:16-18)
Pada satu sisi, Herodes sebetulnya raja yang baik. Selama hampir empat puluh tahun bertakhta, ia berhasil menciptakan perdamaian dan menjaga ketertiban di Kanaan. Ia jugalah yang membangun Bait Allah di Yerusalem. Pada masa-masa sulit yang melanda negerinya, ia memerintahkan penurunan pajak, sehingga rakyat tertolong. Bahkan, ketika terjadi kelaparan hebat, ia tidak segan-segan menggunakan persediaan emasnya untuk membeli gandum bagi rakyatnya yang kelaparan.
Namun di sisi lain, kalau sudah menyangkut kekuasaan, ia sangat keras dan "berdarah dingin". Ia tidak ingin orang lain menyaingi, apalagi melebihi kekuasaannya. Demi kekuasaannya, ia tega membu-nuh istrinya (Mariamne), ibunya (Alexandra), dan tiga anaknya (Antipater, Alexander, dan Aristobulus). Ia seorang paranoid (selalu menaruh takut serta curiga terhadap orang lain). Ketakutan terbesarnya: kehilangan kekuasaan. Karenanya ia akan menghalalkan segala cara untuk mempertahankannya.
Maka, kita bisa membayangkan, betapa gelisahnya Herodes ketika mendengar kabar dari para Majus tentang Raja yang baru lahir di daerah kekuasaannya. Dan, ketika rencana liciknya untuk melenyapkan "Sang Raja" itu kandas, keluarlah perintah mahasadis: pembunuhan anak-anak di bawah usia dua tahun.
Begitulah orang kalau sudah dimabuk kekuasaan; akal sehat tumpul, hati nurani tidak berfungsi. Ini bisa terjadi juga dalam lingkup lebih kecil; di kantor (atasan takut tersaingi bawahan), di gereja (pendeta senior takut tersaingi yuniornya), di rumah (suami takut disaingi istri). Akibatnya, ketidaksejahteraan, pertentangan, perpecahan. Semoga kita dijauhkan dari mabuk kekuasaan. 
KEKUASAAN PERLU DIIRINGI DENGAN KERENDAHAN HATI SEBAB KALAU TIDAK, SALAH-SALAH BISA MENGHANCURKAN DIRI SENDIRI

Sabtu, 12 Desember 2015
KEKUATAN  IMAN (Lukas 17:5,6)
Seberapa besar iman yang harus kita miliki? Bisa jadi inilah pertanyaan yang mendorong para murid untuk meminta kepada Tuhan Yesus, "Tambahkanlah iman kami!" Dan, jawaban yang mereka terima sangat mengejutkan, "Sekiranya kamu mempunyai iman sekecil biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu" (Lukas 17:6).
Biji sesawi tergolong biji-bijian yang sangat kecil. Diameter biji ini kurang lebih satu milimeter, bahkan ada yang lebih kecil dari itu. Ada yang berwarna kekuningan, ada yang kecoklatan, ada juga yang berwarna hitam. Begitu kecil ukuran biji sesawi ini, sehingga orang bisa sangat sulit memegangnya. Dan biji sesawi yang sangat kecil ini justru dijadikan "ukuran" oleh Tuhan untuk menunjukkan kekuatan iman yang besar.
Iman melewati batas-batas perhitungan akal. Apa yang menurut akal sulit, bahkan tidak mungkin, bisa terjadi di dalam iman. Tembok Yerikho menjadi bukti betapa kekuatan iman mampu meruntuhkan tembok (Yosua 6:1-27). Akal sehat kita tentu akan sangat sulit membayangkan tembok yang kokoh dan kuat itu runtuh, tetapi iman memungkinkan segala sesuatu terjadi.
Karena itu, jangan berkecil hati jika kita tengah menghadapi "jalan buntu"; kesulitan dan hambatan bertumpuk di depan kita seolah-olah mustahil dilampaui. Jangan undur. Tetaplah berpaut pada iman, sebab di dalam iman selalu ada pengharapan akan adanya jalan keluar. Kadang-kadang hal itu dapat terwujud dengan cara dan waktu yang sama sekali tidak terduga. Sungguh 
APA YANG TIDAK MUNGKIN BAGI AKAL MUNGKIN BAGI IMAN

News 06 - 12 Desember 2015

Jadwal Gereja Sepanjang Minggu

Minggu, 06 Desember 2015
"Tumpuan Iman" (Matius 2 : 11 - 18) - Persembahan Persepuluhan.
* Darmo Harapan (Pagi), Bromo (Pagi), dan Darmo Harapan (Sore) dilayani Oleh : Pdt. Yung Tik Yuk.
Koblen Tengah dan Ruko Gateway dilayani Oleh : Pdt. Timotius Hogiono.
* Bromo (Malam) digabungkan dengan Darmo Harapan Sore.

KEBAKTIAN REMAJA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 09.00 - Oleh : Pdt. Anugrah Laia.
* Jl. Raya Arjuna 75-A (Bromo)/Pk. 15.30 - Oleh : Pdt. Susi Raswati.

KEBAKTIAN UMUM - 13 Desember 2015
"Perumpamaan Dirham Yang Hilang (Matius 15 : 8 - 10) - Perjamuan Kudus.
* Darmo Harapan (Pagi), Ruko Gateway, dan Darmo Harapan (Sore) dilayani Oleh : Pdt. Sia Kok Sien.
Koblen Tengah dan Bromo (Pagi) dilayani Oleh : Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Bromo (Malam) dilayani Oleh : Pdt. Timotius Hogiono.

SEMINAR AKHIR JAMAN
  • Apakah itu Kerajaan 1000 Tahun ?
  • Apakah arti 666 ? dan apa itu 666 ?
  • Apakah pengangkatan (rapture) itu ada ?
Pembicara : Pdt. Yung Tik Yuk (Jakarta)
Minggu, 06 Desember 2015 (Pk. 16.45 WIB)
Senin dan Selasa, 07 - 08 Desember 2015 (Pk. 18.00 WIB)

Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 Surabaya

Rabu, 09 Desember 2015
KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 17.00 - Oleh Pdt. Susi Raswati.
* Ruko Gateway Kav F-22 / Pk. 18.00 - Oleh Pdm. Juni K. Telaumbanua.

PERSEKUTUAN DOA MALAM
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 19.00 - Oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.

Kamis, 10 Desember 2015
KEBAKTIAN PENYEGARAN ROHANI
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 18.30 - Oleh : Ev. Elani.

Jumat, 11 Desember 2015
NATAL TPI WIYUNG
Gedung Serba Guna Babatan Indah / Pk. 18.30 - Oleh : Pdt. Menahem L. Soetedja.

SABTU, 12 Desember 2015
KEBAKTIAN KAUM MUDA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 17.00 - Oleh : Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 17.30 - Oleh Pdt. Timotius Hogiono.
* Ruko Gateway Kav F-22 / Pk. 18.00 - Oleh Pdt. Anugrah Laia.
---------------------------------------------------------------------------------------------
TEMPAT PEMBINAAN IMAN
TPI TENGGER KANDANGAN (Jl. Raya Tengger Kandangan 137 Surabaya)
Jumat (Pk. 18.45)
Minggu (Pk. 08.00 - Sekolah Minggu)
Minggu (Pk. 09.00 - Pra Remaja)

TPI KEDUNG ASEM
Jumat (Pk. 17.00 - Sekolah Minggu) - Jl. Wisma Kedung Asem O-5 Surabaya.
Jumat (Pk. 19.00 - Umum) - Jl. Wisma Kedung Asem D-20 Surabaya.

DOA PAGI
Senin - Sabtu (Pk. 05.30 - 06.15) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 dan Jl. Raya Arjuna 75-A.
Jumat (Pk. 05.30 - 06.15) - Ruko Gateway Kav F-22.

PERSEKUTUAN DOA USIAWAN
Kamis (Pk. 09.00 - 11.00)
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 dan Jl. Raya Arjuna 75-A

LATIHAN PADUAN SUARA GEREJAWI
* PS. Bromo - Minggu (Pk. 10.30 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.
* PS. Darmo Harapan - Kamis (Pk. 11.00 dan 20.00 WIB) dan Sabtu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* PS. Koblen Tengah - Jum'at (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

LATIHAN MUSIK GEREJAWI
* Koblen Tengah - Minggu (Pk. 09.00 WIB) - Jl. Koblen Tengah 22 A.
* Darmo Harapan - Sabtu (Pk. 19.30 WIB) - Jl. Darmo Harapan PF-1.
* Praise and Worship - Rabu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* Bromo - Kamis (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

KATEKISASI
Bagi Jemaat yang belum dibaptis dapat mengikuti pelajaran Katekisasi.
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 - Sabtu (Pk. 16.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Koblen Tengah 22 A - Minggu (Pk. 08.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Susi Raswati.
* Ruko Gateway Kav. F-22 - Minggu (Pk. 11.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono.

POKOK DOA
* Rencana Ibadah Natal 2015 dan Tahun Baru 2016.
* Kesetiaan jemaat Gereja Isa Almasih Surabaya.
* Anggota jemaat yang dalam pergumulan, kesulitan, dan sakit.
* Gereja-gereja Tuhan di Indonesia.
* Bangsa dan Negara Indonesia.

Mimbar Gereja u/Warta 06 Desember 2015

GIA Sby (Darmo Harapan Sore)
Minggu, 29 November 2015
IMAN YANG MENAKJUBKAN (Matius 15:21-28)
Oleh: Pdt. Kasdi Kho 

Iman yang sejati mengandung 3 elemen. Pertama yaitu believe atau percaya yang menyangkut kognitif atau pengetahuan kita, kedua trust yang menyangkut soal hati  atau apa yang kita yakini dan ketiga doing (komitmen). Bukan sekedar percaya dan yakin tapi kita mempercayakan seluruh kehidupan kita kepada Tuhan.  kita dapat belajar dari perempuan kanaan yang imannya menakjubkan. Meski dalam cerita itu Yesus menolak perempuan itu tapi apa tujuan Yesus menolaknya? 
Pertama, Tuhan menguji iman perempuan itu, Tuhan ingin memberikan pelajaran kepada murid-murid-Nya dan orang banyak yang mengaku dirinya keturunan Abraham dan memiliki iman. Siapakah perempuan kanaan ini? ketika ia datang pada Yesus ia memiliki masalah. Pertama soal suku atau ras. Perempuan ini berasal dari Tirus dan Sidon berarti dia tinggal di pusat daerah penyembahan berhala, selain itu dia adalah seorang perempuan kanaan. Bangsa Kanaan adalah Bangsa yang dikhususkan untuk dimusnahkan (Ulangan 7:2). Kedua adalah hambatan keyakinan, ia bukan orang Yahudi, dan tidak bisa seperti orang Yahudi meminta pertolongan kepada Allah karena dia tinggal di tempat para penyembah berhala. Ketiga adalah hambatan penolakan dari Yesus. Tuhan menguji sejauh mana ketulusan dan kesungguhannya. Tujuan kedua adalah Yesus ingin menunjukkan kualitas iman perempuan itu. Iman seperti apa yang dimiliki perempuan Kanaan? 
Pertama Ia beriman pada pribadi atau objek yang tepat. Iman itu tidak melompat dalam kegelapan dan pokoknya asal percaya. Meski ia tinggal di dalam keluarga yang menyembah berhala tapi dalam moment ini dia memilih dan mengambil keputusan untuk meninggalkan berhalanya dan percaya kepada Yesus ditengah-tengah pergumulannya yang berat yang juga membuatnya sadar. 
Kedua, perempuan ini hanya bersandar pada belas kasihan Tuhan. Dia tahu dalam dirinya tidak ada yang bisa di andalkan untuk tawar-menawar dengan Tuhan sehingga ia datang dengan kerendahan hati, tidak ada kesombongan dan keangkuhan dalam dirinya, sampai ia diibaratkan anjing pun ia tidak marah. 
Ketiga Ia mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Mesias (Anak Daud). Perempuan ini mengenal Yesus sebagai Tuhan yang berkuasa dan berdaulat, dan pada saat yang sama ia memberikan gelar mesias yang telah dijanjikan. Sangat ironis justru perempuan asing mengenal Yesus sebagi Tuhan dan Mesias, itulah sebabnya Tuhan takjub pada imannya. 
Keempat, Perempuan ini beriman dengan konsisten dan tekun. Dia terus menerus meminta pertolongan Tuhan tanpa henti. 
Apa alasan dia tetap konsisten? Pertama tidak ada cara lain yang dapat dilakukan untuk menolong anaknya. Kini harapannya tinggal satu yaitu Yesus. kedua karena ia tau siapa Yesus yang mungkin sudah didengar sebelumnya sehingga membuatnya percaya bahwa Yesus tidak akan menolaknya. Itulah yang dapat kita pelajari dari perempuan kanaan ini, mari kita belajar memiliki iman yang berkualitas dan menakjubkan seperti perempuan kanaan ini. 

Diringkas oleh: Sdr. Petrus Purnomo