Cover Warta Jemaat 26 Oktober 2014

1661 / WG / X / 2014
Minggu, 26 Oktober  2014
Tahun XLV

KE MANA MAUT MENGANTAR
“Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” 
(1 Korintus 15:56-57) 

Pada tahun 410, orang-orang barbar Jenar yang dikenal sebagai kaum Goth, menyerang kota Roma. Selama menduduki kota tersebut, banyak orang Kristen dibunuh dengan cara licik dan sadis.
Di tengah tragedi itu, seorang teolog besar bernama Augustine (354-430) menuliskan karya klasiknya The City of God (Kota Allah). Perenungan-perenungan yang ditulisnya telah berusia lebih dari 15 abad, tetapi masih tetap aktual bagi kita hingga hari ini.
Augustine menulis, “Akhir kehidupan membuat hidup yang paling panjang atau yang paling pendek sekalipun menjadi sama....Kematian menjadi menakutkan karena kita akan menerima ganjaran yang menyertai kedatangannya. Dengan demikian, sebagai orang yang kematiannya telah ditentukan, kita tidak perlu bertanya-tanya mengenai cara kematian seperti apa yang kita alami melainkan ke mana maut mengantar kita”.
Bagi orang percaya pada Yesus Kristus, kematian bukanlah petugas yang menyeret kita keluar dari ruang pengadilan, melainkan seorang pelayan yang mengantar kita ke hadapan Tuhan. Rasul Paulus memahami hal ini karena ia memandang sudut pandang Kristus. Karena ia mengetahui kemana maut akan membawanya, ia dapat dengan gagah menyatakan, “Maut telah di tekan dalam kemenangan"   (1 Korintus 15:54).  
Setiap orang Kristen harus menunjukkan keberanian yang sama. Karena kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, kita yang menyandarkan iman padaNya dapat memandang kematian bukan sebagai sebuah titik, melainkan sebuah koma yang mendahului kekekalan yang mulia dengan Tuhan kita. 
KEMATIAN BUKANLAH SEBUAH TITIK IA HANYA SEBUAH KOMA

Renungan Harian 27 Oktober - 01 November 2014

RENUNGAN SEPANJANG MINGGU

Senin, 27 Oktober 2014
KRISTUS VIKTOR (1 Korintus 15:20)
Kebenaran rohani apa yang sangat penting untuk kita alami kini? Mengalami kuasa kemenangan Kristus agar kita lepas dari berbagai belenggu dan masalah! Mengapa? Sebab kita semua tahu betapa lemah kita. Terhadap dosa, terhadap godaan dunia, dan terhadap berbagai bentuk serangan si musuh! Kristus Viktor! Ia sudah menang dalam kematian-Nya, ini terbukti dari kebangkitan-Nya! Ia tidak saja Juruselamat yang menjamin bahwa Allah mengampuni kita. Ia juga melepaskan kita dari cengkeraman kuasa Iblis, dari berbagai belenggu keduniawian, dan dari sifat dosa kita. Bagaimana?
Setiap manusia ada dalam cengkeram si jahat. Dengan berdosa, kita memihak si jahat. Berdosa berarti berontak melawan Allah. Setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa! (Yoh 8:34) Pendosa bukan bagian Kerajaan Terang, tetapi Kerajaan Gelap! Iblis beroleh hak atas hidup kita karena kita melanggar hukum Allah. Dan tentu saja si jahat tidak bersedia melepas kita selamanya. Ia mengikat, membelenggu, membius, dan meracuni kita dengan berbagai dosa pribadi dan dosa sistem.
Yesus menaati Allah secara sempurna. Ia memberikan hidup-Nya untuk menanggung hukuman Allah yang seharusnya untuk manusia berdosa. Orang yang memercayakan hidup kepada-Nya tidak lagi di bawah tuntutan hukum Allah (Kol 1:14). Maka Iblis kehilangan hak atas kita! Ia hanya bisa menuduh, membelenggu, dan meracuni selama orang masih di bawah dakwaan hukum Allah. Selain kehilangan hak atas kita, Iblis juga dikalahkan oleh Yesus Kristus! Ketika Ia mati lalu bangkit, nyatalah bahwa maut dan seluruh dunia kegelapan tidak berdaya! Kristus telah melucuti segala kekuasaan jahat dunia kejahatan (Kol 1:15).
Kristus Viktor! Ia pemenang dan pembebas. Percayalah Kristus agar Anda berbagian kemenangan-Nya! Silakan Ia memindahkan Anda dari gelap ke dalam Terang-Nya yang ajaib. Serahkan segala kelemahan, kecenderungan dosa, sejahat dan sekelam apapun kepada Dia! Ia sudah mematahkan dunia kejahatan melalui salib dan kebangkitan-Nya! 
TERIMALAH KEMENANGAN-NYA DAN HIDUPILAH ITU TIAP HARI. JADILAH VIKTOR DALAM SANG VIKTOR

Selasa, 28 Oktober 2014
MENYONGSONG MASA DEPAN (1Korintus 15:12-23)
Seorang anggota kelompok Jesus Seminar bernama John Dominic Crossan, membuat marah banyak orang kristiani ketika ia mengatakan bahwa Yesus tidak bangkit, sebab mayat-Nya dimakan anjing! Yang parah adalah ia menyatakan hal ini dengan sembrono. Tentu saja pernyataannya itu salah. Ini adalah salah satu dari banyaknya teori serta dalih para penentang kekristenan yang bermuara pada pernyataan pokok: Yesus tidak bangkit.
Memang tidak ada yang menyaksikan peristiwa bangkitnya Yesus dari kematian. Namun waktu surat Korintus ini ditulis, banyak saksi berani menceritakan bahwa mereka berjumpa dengan Yesus yang bangkit. Tujuan kesaksian banyak orang ini, termasuk Paulus, adalah agar umat menjadi percaya (ayat 11) dan supaya umat memiliki pengharapan yang teguh. Itulah intisari pergumulan yang ditulis Paulus dalam perikop hari ini. Bila Kristus bangkit, maka kita memiliki pijakan kuat untuk meyakini bahwa ada kebangkitan orang mati (ayat 12). Dengan demikian, kebangkitan Kristus menjadi dasar bagi jemaat untuk mengelola masa kini dan menyongsong masa depan, yakni bahwa perjuangan iman dalam Kristus bukan sesuatu yang kosong, tetapi bermakna.
Orang yang membuka hati dan pikiran terhadap misteri Kristus yang bangkit, akan mengalami bahwa hidupnya berarti. Hidupnya lalu menjadi layak dihidupi. Hidupnya layak dirayakan dan ditempuh dengan sukacita setiap hari, betapa pun sulitnya. Mengapa? Sebab kebangkitan Kristus adalah jaminan bahwa tak percuma kita beriman dalam hidup yang sarat penderitaan dan pertanyaan tentang masa depan ini 
RESURREXIT CHRISTUS, ALLELUIA ... CANTATE DOMINO, ALLELUIA
[KRISTUS TELAH BANGKIT, HALELUYA ... PUJILAH DIA, HALELUYA]
 
Rabu, 29 Oktober 2014
FAEDAH BUAH SULUNG. (1Korintus 15:20-34)
Kristus telah bangkit sebagai yang sulung menurut urutan kebangkitan orang-orang yang telah meninggal. Hal ini mengindikasikan bahwa orang-orang yang telah meninggal namun telah menjadi milikNya akan dibangkitkan kemudian. Yang dimaksud adalah waktu kedatangan Kristus yang kedua kali, Kristus datang sebagai Raja dalam pemerintahan-Nya. Ia adalah Raja yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya. Ia menjadi Raja hingga musuh terakhir dibinasakan yaitu maut. Kristus juga adalah Anak yang menaklukkan diri-Nya di bawah Dia yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah, Sang Pencipta dan Penguasa menjadi semua di dalam semua (ayat 20-28). Demikianlah Paulus menguraikan arti kebangkitan yang benar kepada jemaat.
Ada dua alasan bagi Paulus yang menganggap penting baginya memberikan pemahaman yang benar tentang kebangkitan. Pertama, tujuan dan manfaat baptisan bagi orang mati merujuk pada penggunaan simbol partisipasi Kristen dalam kehidupan kekal. Kedua, menjadi martir tiap-tiap hari dalam menghadapi bahaya maut demi pemberitaan injil. Pengharapan yang mendalam tentang apa yang kita percaya dan beritakan, akan menjadikan baptisan berfaedah dan menjadi martir tidak sia-sia. (ayat 29-32)
Demi mempertahankan kepercayaan pada kebangkitan Kristus yang membawa faedah itu, maka tugas orang-orang Kristen pada masa kini adalah bijak dalam menikmati kehidupan sekarang. Hedonisme dan pergaulan buruk yang mencakup pergaulan bebas dan perbuatan-perbuatan dosa harus segera dibuang dan ditinggalkan. Sebaliknya, nantikan kehidupan kekal yang kita harapkan dengan mawas diri terhadap dosa dan berusaha terus untuk hidup dalam pengenalan yang benar tentang Allah (ayat 33-34).
MEMBERI DIRI DIBAPTIS DAN MENJADI MARTIR DEMI FAEDAH BUAH SULUNG TIDAK AKAN SIA-SIA.

Kamis, 30 Oktober 2014
POHON JERUK NIPIS (1Yohanes 4:15-19)
Mereka yang kecewa terhadap kasih mungkin setuju dengan syair lagu "Lemon Tree" (Pohon Jeruk Nipis) yang dibawakan kelompok musik Peter, Paul, and Mary. 
"Jangan berharap kepada kasih, anak laki-lakiku," kata Ayah kepadaku, "aku khawatir kau akan mendapati bahwa kasih itu seperti pohon jeruk nipis yang menawan." Pohon jeruk nipis itu sangatlah cantik dan bunganya indah, namun buahnya terlalu masam untuk dimakan. 
Banyak orang merasa demikian. "Kasih itu masam," kata mereka, karena kasih telah dimanfaatkan atau disalahgunakan. Namun, ada kasih yang manis: "Allah adalah kasih" (1 Yohanes 4:16). 
Dunia ingin memutarbalikkan ucapan Yohanes. "Kasih adalah Allah," kata mereka, dan menganggap pencarian kasih sebagai kebaikan tertinggi. Namun, Yohanes tidak berkata bahwa kasih adalah Allah. "Allah adalah kasih," katanya. Pengarang Frederick Buechner menulis, "Mengatakan bahwa kasih adalah Allah merupakan idealisme yang romantis. Mengatakan bahwa Allah adalah kasih bisa menjadi puncak kegagalan, atau justru kebenaran tertinggi." 
Puncak kegagalan? Ya, hal itu benar bagi sebagian orang karena mereka telah mencari kasih di tempat-tempat yang keliru dan tidak ada tempat lagi untuk mencari. Namun apabila mereka memberikan diri kepada Allah, yang mewujud di dalam pribadi Yesus, mereka akan menemukan kasih yang selama ini mereka cari. 
Allah tidak acuh tak acuh, mengabaikan, atau menyalahgunakan. Allah adalah kasih. (DR)
KASIH ALLAH TAK MENGENAL BATAS
   
Jumat, 31 Oktober 2014
PIJAKAN YANG KUAT (Kisah Para Rasul 9:15-17)
Seorang petani berduka. Keledainya, harta tunggalnya, terperosok ke sumur. Ia minta tolong pada tetangga, tetapi usahanya sia-sia. Semua membujuk supaya ia merelakan keledainya. Dan, agar kelak bangkai si keledai tak menimbulkan bau dan penyakit, tetangga mengusulkan agar sumur itu ditimbun tanah. Sementara tanah ditimbunkan ke sumur, si keledai terus merintih. Mereka berpikir si keledai pasti sudah mati.
Namun, semua kaget ketika keledai itu melompat keluar! Ternyata, setiap gundukan tanah yang menimpa dan menyakiti si keledai itu selalu dikibaskannya, dan lama-lama menumpuk di bawah kaki dan menjadi pijakan baru baginya.
Tatkala Paulus melayani Tuhan, muncul banyak tantangan, hambatan, bahkan aniaya. Namun, ia tak lekas putus asa dan menyerah, sebab ia sangat yakin akan panggilannya memberitakan Injil bagi bangsa-bangsa non-Yahudi. Dan, pengalaman bergaul dengan Tuhan membuatnya kuat menanggung segala hal. Bahkan, segala hambatan justru menjadi pijakan baru baginya untuk memenuhi panggilan pelayanan Tuhan baginya, menjadi "... alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku di hadapan bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel (ayat 15). Dan bagaimana Tuhan membuat Paulus bisa memberitakan Injil kepada raja-raja dan penghuni istana? Ternyata melalui aniaya dan penjara, ia berjumpa para pejabat tinggi yang mengadili kasusnya (bandingkan Kisah Para Rasul 24,25,26,28).
Jika hari ini Anda mengalami kesulitan, hambatan, dan tantangan: jangan menyerah. Dengan mata iman yang mengarah kepada Kristus, mari jadikan segala kesulitan itu menjadi pijakan kuat untuk mencapai tujuan Tuhan bagi hidup kita. (SST)
KETIKA KITA MEMINTA ALLAH MEMIMPIN HIDUP KITA, SETIAP PERISTIWA PASTI BERGUNA BAGI KEBAIKAN KITA

Sabtu, 01 November 2014
MENERIMA TEGURAN (Galatia 2:11-14)
Menerima teguran, sekalipun jelas-jelas kita ini salah dan patut ditegur, biasanya tetap saja menimbulkan perasaan tidak enak dalam hati. Itulah sebabnya banyak orang yang tidak suka, bahkan marah kalau ditegur. Mereka lebih senang menerima pujian, walau hanya basa-basi. Sikap "anti teguran" ini keliru. Sebab bagaimana pun kita tidak selalu benar. Ada saatnya kita berbuat salah, dan karenanya membutuhkan teguran supaya bisa memperbaiki diri.
Randy Pausch, dalam bukunya yang sangat terkenal, The Last Lecture, menulis demikian, "Kalau Anda melihat diri Anda melakukan sesuatu yang buruk dan sudah tidak ada lagi orang yang mau repot-repot memberi tahu Anda, maka tempat itu tidak baik untuk Anda. Anda mungkin tidak ingin mendapat teguran, tetapi orang yang menegur Anda kerap kali adalah satu-satunya orang yang memberi tahu bahwa ia masih mengasihi dan memedulikan Anda, dan ingin melihat Anda menjadi lebih baik."
Paulus menegur Petrus karena telah bersikap plin plan (ayat 12). Teguran Paulus ini tentu saja dilandasi dengan maksud baik. Sebab kalau mau aman sebetulnya Paulus bisa saja memilih diam dan membiarkan Petrus dengan kesalahannya itu. Lagi pula, tidak ada untung apa-apa bagi Paulus dengan menegur Petrus. Malah mungkin bisa disalahartikan.
Jadi, kalau kita mendapat teguran dari siapa pun, jangan buru-buru merespons dengan sikap antipati. Apalagi dengan marah. Sebab bisa jadi teguran itu justru sangat berguna buat kita. Lihat itu sebagai sebentuk cara seseorang peduli dan mengasihi kita. (AYA)
TEGURAN YANG MEMBANGUN ITU TANDA KASIH

News 26 Oktober - 02 November 2014

Jadwal Gereja Sepanjang Minggu

Minggu, 26 Oktober 2014
"Kuasa Kristus" (1 Korintus 15 : 20 - 28) - PERSEMBAHAN PEMBANGUNAN
* Darmo Harapan (Pagi) dan Darmo Harapan (Sore)  dilayani oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.
Gateway dilayani oleh Pdt. Anugrah Laia.
* Koblen Tengah dan Bromo (Sore) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono. 
* Bromo (Pagi) dilayani oleh Pnt. Ir. Andy Sutanto.

KEBAKTIAN REMAJA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 09.00 - Oleh : Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Raya Arjuna 75-A (Bromo)/Pk. 15.30 - Oleh : Pdt. Susi Raswati.

KEBAKTIAN UMUM - 02 November 2014
"Pengharapan Akan Kebangkitan" (1 Korintus 15 : 29 - 34) - PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN
* Darmo Harapan (Pagi), Koblen Tengah, Bromo (Pagi) dan Darmo Harapan (Sore)  dilayani oleh Pdt. Kasdi Kho (Jakarta).
Gateway dan Bromo (Sore) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono.

Senin, 27 Oktober 2014
PERSEKUTUAN DOA RUMAH TANGGA
* PERMATA BROMO, Kel. Bp/Ibu Robby Untoro - Jl. Embong Malang 78 H - Pk. 18.00.
* PERMATA KOBLEN, Kel. Bp/Ibu Benny Pangadian - Jl. Kalisari Dharma 3/4 (P2/52) - Pk. 18.00.
* PERMATA DARMO HARAPAN, Kel. Bp/Ibu Jasper Sugiharto - Jl. Simpang Darmo Permai Selatan XX/20 - Pk. 18.00.

Selasa, 28 Oktober 2014
PENDALAMAN ALKITAB
"Efesus 5 : 1 - 20"
Pembicara : Pdt. Timotius Hogiono. ; Pnt. Ir. Lindra Hariyanto
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 18.30 - 20.30.

KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 16.30 - Oleh : Sdri. Wanda Eunike H. Siahaan (STTA Lawang).

Rabu, 29 Oktober 2014
KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo)/Pk. 17.00 - Oleh Pdt. Susi Raswati.
* Ruko Gateway F-22/Pk. 18.00 - Oleh : Pdt. Timotius Hogiono.

PERSEKUTUAN DOA RUMAH TANGGA
* PERMATA BROMO, Kel. Ibu Tjitjik Herawati - Jl. Nginden Gg.6 C/16 - Pk. 18.00.

PERSEKUTUAN DOA MALAM
Digabungkan dengan Permata Bromo. 

Kamis, 30 Oktober 2014
KEBAKTIAN PENYEGARAN ROHANI
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 (Pk. 18.30 WIB) dilayani oleh : Pdt. Susi Raswati.

SABTU, 01 November 2014
KEBAKTIAN KAUM MUDA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk.17.00 - Oleh : Pdt. Menahem L. Soetedja.
Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo)/Pk.17.30 - Oleh :  Pdt. Timotius Hogiono.
* Ruko Gateway F-22/Pk. 18.00 - Oleh : Pdt. Anugrah Laia.

-----------------------------------------------------------------------------------
TEMPAT PEMBINAAN IMAN (TPI)
* TPI Tengger Kandangan - Jl. Raya Tengger Kandangan 137 - Minggu (Pk. 08.00 WIB) Sekolah Minggu, (Pk. 09.00 WIB) Pra Remaja - Jumat (Pk. 18.45 WIB).
* TPI KEDUNGASEM - Jl. Wisma Kedung Asem O-5 (Jumat, Pk. 17.00 WIB - Sekolah Minggu) dan Jl. Wisma Kedung Asem D-20 (Jumat, Pk. 19.00 WIB - Umum).
* TPI WIYUNG - Jumat, 31 Oktober 2014 - Kel. Bp/Ibu Yossi, Jl. Babatan Indah A-2/6 (Pk.19.00 WIB).

DOA PAGI
Senin - Sabtu (Pk. 05.30 - 06.15)

PERSEKUTUAN DOA USIAWAN
Kamis (Pk. 09.00 - 11.00)
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 dan Jl. Raya Arjuna 75-A

LATIHAN PADUAN SUARA GEREJAWI
* PS. Bromo - Minggu (Pk. 10.30 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.
* PS. Darmo Harapan - Kamis (Pk. 11.00 dan 20.00 WIB) dan Sabtu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* PS. Koblen Tengah - Jum'at (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

LATIHAN MUSIK GEREJAWI
* Koblen Tengah - Minggu (Pk. 09.00 WIB) - Jl. Koblen Tengah 22 A.
* Darmo Harapan - Sabtu (Pk. 19.30 WIB) - Jl. Darmo Harapan PF-1.
* Praise and Worship - Rabu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* Bromo - Kamis (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

KATEKISASI
Bagi Jemaat yang belum dibaptis dapat mengikuti pelajaran Katekisasi.
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 - Sabtu (Pk. 16.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Koblen Tengah 22 A - Minggu (Pk. 08.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Susi Raswati.
* Ruko Gateway Kav. F-22 - Minggu (Pk. 11.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono.

PERSEMBAHAN EXTRA NATAL 2014 dan TAHUN BARU 2015
Dalam rangka menyambut Perayaan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 diberikan kesempatan kepada jemaat untuk berpatisipasi melalui Sampul Persembahan Khusus (dibagikan 09 November, 23 November, dan 14 Desember 2014) atau berupa air mineral (untuk latihan, persiapan dan kebaktian Natal/Tahun Baru 2015). Harap Jemaat menjadi maklum adanya dan mendukung dalam doa.

POKOK DOA
* Kesetiaan jemaat Gereja Isa Almasih Surabaya.
* Anggota jemaat yang dalam pergumulan, kesulitan dan sakit.
* Gereja-gereja Tuhan di Indonesia.
* Bangsa dan Negara Indonesia.

Mimbar Gereja u/Warta 26 Oktober 2014

GIA Sby (Darmo Harapan pagi)
Minggu, 19 Oktober 2014
HIDUP YANG MENGALAMI KUASA KEBANGKITAN KRISTUS
(1 Korintus 15:1-19)
Oleh: Pdt. Benijanto Sugihono

Kristus yang bangkit dari kematian itulah dasar yang paling teguh, yang paling kokoh untuk membangun kehidupan iman kita. Iman kita tidak dibangun dari kekayaan, pendidikan yang tinggi, membaca buku yang banyak, kedudukan yang tinggi, pelayanan yang banyak kita lakukan. Hal-hal tersebut tidak memberikan jaminan kepada kita untuk mengalami pertumbuhan iman, dan berdiri kokoh di dalam iman  tetapi Injil : Kristus yang mati dan bangkit dari kematian itulah dasar yang kokoh untuk membangun iman kita. Mengapa penting membicarakan hidup yang mengalami kuasa kebangkitan Kristus? Hal ini penting dibicarakan dalam perkembangan hidup manusia yang mulai menjurus kepada hal-hal yang meninggalkan Tuhan. Ketika kita dalam penderitaan dan tidak memiliki apa-apa maka kita sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan, tetapi ketika kita memiliki uang untuk membeli ini dan itu maka banyak orang yang tidak berdoa. Kemapanan, kemakmuran, kekayaan terkadang banyak membuat orang tidak berdoa karena merasa sudah cukup. Ketika ada hal-hal yang mengalihkan perhatian kita kepada Tuhan, merusak hubungan kita dengan Tuhan, menomor-duakan hubungan kita dengan Tuhan maka kita menjadi orang-orang yang mulai kalah, yang tidak berdaya. Banyak orang percaya saat ini statusnya sebagai orang Kristen tapi hidupnya tidak mencerminkan bahwa dia adalah orang kritsten. Ini realita. Untuk itu, bagaimana kita memiliki hidup yang memiliki kuasa kebangkitan Kristus : 

  1. Kekuatan  kita didasarkan kepada kuasa kebangkitan Kristus dan kuasa kebangkitan Kristus itulah Injil. Ini yang harus menjadi kekuatan kita. Waktu kita menghadapi dunia, situasi yang berat kekuatan kita terletak pada saat kita memahami Yesus yang mati itu, bangkit dari kematian dan hidup selama-lamanya. Kuasanya tetap berlaku sampai saat ini. 
  2. Hidup ini adalah anugrah : 


  • Anugrah yang terbesar yang kita alami adalah keselamatan yang kita terima di dalam Kristus.
  • Anugrah kehidupan: kita ada sampai saat ini itu karena anugrah Allah. Adakah kita bersyukur untuk anugrah kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita? Ketika kita bangun dari tempat tidur kita, masih bisa bernafas, untuk oksigen yang kita hirup setiap harinya? Biarlah kita belajar untuk bersyukur untuk anugrah kehidupan yang Tuhan berikan. 
  • Anugrah kairos yaitu anugrah kesempatan. Dalam hidup ini Tuhan memberikan kita banyak kesempatan sehingga kita memilki banyak kesempatan. Kita memilki keluarga: orang tua, anak, suami, istri, kita memiliki pendidikan, karir, dan sebagainya itu adalah anugrah Allah dalam hidup kita. 
  • Anugrah kronos yaitu anugrah waktu. Setiap kita diberikan waktu 24 jam. Setiap hari Tuhan memberikan waktu kepada kita untuk kita jalani dengan berbagai macam aktivitas yang kita kerjakan. Dari ”24 jam” waktu yang Tuhan berikan kepada kita berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk bersekutu dengan Tuhan? Terkadang banyak waktu yang kita habiskan dengan hal-hal yang tidak berguna. 

Orang yang menyadari kuasa kebangkitan Kristus, bahwa hidupnya adalah anugrah yang Allah yang telah menerima anugrah terbesar dari Allah akan menyerahkan seluruh aspek kehidupannya kepada Kristus. Menghadapi situasi zaman ini jangan sampai kita kehilangan kuasa kebangkitan Kristus tetapi miliki dasar yang paling kokoh yaitu Injil. Mengalami anugrah Allah di dalam pengertian kuasa kebangkitan Kristus yang memberikan harapan untuk hari esok. 

Diringkas oleh: Pdm. Rian Waruwu