Cover Warta Jemaat 31 Agustus 2014

1653 / WG / VIII / 2014
Minggu, 31 Agustus  2014
Tahun XLV

HAL MAKANAN
 ”Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya”. (1 Korintus 11:29)

Ada ungkapan dalam bahasa Jerman, yang terjemahannya dalam bahasa Indonesia sebagai berikut: “Kita makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”.  Artinya, tujuan kita makan adalah supaya kita tidak kelaparan dan tetap hidup; sebaliknya, tujuan kita hidup tidak hanya untuk makan saja. Tentu saja pembuat ungkapan ini, tidak hanya sekedar bicara saja, sebab terus terang saja, sekarang ini ada orang-orang yang hidupnya hanya untuk makan saja. Dimana ada makanan enak, meskipun harganya mahal, tetap saja dicari orang, bahkan tidak memikirkan akibat dari jenis makanan yang dimakannya. Maka sungguh benar ada orang-orang yang merasa hidupnya hanya untuk makan. 
Memang benar Tuhan tidak melarang orang makan, sebab dengan makan orang menjadi sehat. Tetapi jika kita makan berlebihan serta tidak memperhatikan jenis makanan yang kita makan, maka akibatnya sungguh mengerikan. Buktinya, justru di zaman sekarang ini banyak orang menderita berbagai macam penyakit akibat kita makan yang sembarangan, seperti tekanan darah tinggi, kolestrol, asam urat, diabetes, penyakit ginjal dan masih banyak lagi. Firman Allah dengan jelas menyatakan: “tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu adalah kamu. (1 Korintus 3:16,17).
Lewat Firman Tuhan nyata bahwa sesungguhnya setiap kita adalah bait Allah, dan kita punya kewajiban untuk menjaga bait Allah ini sebaik-baiknya. Jika pola makan kita sembarangan saja, maka jelas kita sudah tidak menghargai tubuh Tuhan. Sekali lagi kita diingatkan di sini, bukan tidak boleh makan, tetapi marilah kita memilih jenis makanan yang tidak menimbulkan penyakit serta tidak makan secara berlebihan. Dengan memiliki pola hidup yang teratur dan gaya hidup yang baik dan sehat, selalu mendatangkan perbaikan-perbaikan dalam kehidupan ini. Bagi setiap kita yang masih mempunyai pola hidup sembarangan, tidak ada istilah terlambat untuk merubah, sehingga pola hidup kita benar-benar sehat.         

HARGAI BAIT ALLAH INI, AGAR TIDAK MENDATANGKAN HUKUMAN

Renungan Harian 01 - 06 September 2014

RENUNGAN SEPANJANG MINGGU

Senin, 01 September 2014
BERITAKAN KEMATIAN-NYA (1 Korintus 11:17-34)
Coba perhatikan sikap jemaat, termasuk diri kita sendiri, saat mengikuti Perjamuan Kudus. Beberapa orang melakukannya dalam rutinitas dan tanpa rasa. Bahkan, beberapa orang lebih suka membahas rasa anggur dan jenis roti yang dipakai, yang mungkin tak sesuai dengan seleranya. Tak pelak lagi, di banyak gereja, Perjamuan Kudus nyaris kehilangan maknanya.
Jemaat di Korintus juga sempat mengalami hal yang sama. Mereka melakukan rutinitas Perjamuan Kudus tanpa menghayati maknanya (ayat 20). Paulus mengingatkan, Perjamuan Kudus diperintahkan oleh Kristus sendiri, dan setiap kali kita makan roti dan minum anggur, kita sebenarnya sedang memberitakan kematian Tuhan (ayat 23-26). Kematian ini tidak akan pernah sama dengan kematian siapa pun. Bukan kematian akibat tidak mampu melawan maut yang menjemput, melainkan kematian yang direncanakan dan digenapi sebagai wujud kasih yang besar. Tubuh yang tercabik dan darah yang tercurah bercerita tentang luputnya manusia yang berdosa dari murka Allah oleh pengorbanan Kristus. Melalui Perjamuan Kudus, jemaat Tuhan memberitakan kematian-Nya sampai Dia datang kembali (ayat 26).
Sebab itu, tak boleh kita mengangkat roti dan cawan dengan sikap remeh, apalagi angkuh. Kita adalah sesama pendosa yang menerima anugerah pengampunan melalui kematian Yesus. Tiap kali menghadap meja perjamuan, izinkan berita ini memenuhi sanubari kita dengan rasa takjub sekaligus hormat kepada Tuhan. Banyak orang yang belum memahami dan mengalami karya-Nya. Kitalah yang seharusnya memperkenalkan makna roti dan cawan kepada mereka. (PBS)
YESUS SUDAH MATI BAGI KITA SUPAYA KITA HIDUP BAGI DIA. MARI MENJADI PEWARTA KEMATIAN-NYA HINGGA DIA DATANG

Selasa, 02 September 2014
PERJAMUAN TUHAN BAGI SESAMA (1 Korintus 11:17-34)
Berbagi hidup merupakan salah satu bentuk solidaritas menghadapi berbagai macam tantangan. Suatu komunitas masyarakat menjadi sejahtera karena dibangun dari kemauan berbagi hidup. Mereka berbagi informasi, pengetahuan, keterampilan, keuntungan, bahkan berbagi kerugian. Kemiskinan dan ancaman kebinasaan di dunia ini pun dijawab oleh Yesus Kristus dengan membagi hidup-Nya bahkan menyerahkan tubuh-Nya. Yesus membagi kemuliaan-Nya supaya manusia menjadi mulia. Namun, kita kadang melupakan perbuatan Yesus, sehingga kita menjadi egois dan hanya memuaskan diri sendiri.
Sejak semula, perjamuan dalam jemaat Kristen ditandai dengan berbagi makanan dan minuman. Namun di jemaat Korintus sudah bergeser. Kebiasaan perjamuan makan bersama sebelum perjamuan kudus berubah menjadi menikmati makanannya sendiri (17-22). Yang miskin pun semakin tersingkir. Padahal, perjamuan kudus merupakan jalan untuk mengingat dan memberitakan solidaritas Kristus melalui kematian-Nya bagi keselamatan dunia (23-26). Yesus menjadi miskin supaya kita menjadi kaya. Yesus mati supaya kita hidup. Pengakuan akan tubuh dan darah Kristus ditandai dengan sikap menghormati perjamuan kudus. Makan pada Perjamuan kudus tanpa mengakui tubuh dan darah Kristus sama dengan mengundang hukuman bagi diri sendiri (27-34).
Sesungguhnya, tidak ada perjamuan tanpa kebersamaan. Makan sendiri dalam sebuah acara perjamuan bersama hanya mendatangkan keburukan bahkan perpecahan dalam komunitas. Orang yang sedang lapar dan tidak punya makanan akan merasa minder dan tersisih apabila orang yang berpunya tidak berbagi makanan. Tuhan Yesus Kristus membagi kasih dan kemuliaan-Nya kepada dunia ini, dan Ia tidak pernah kekurangan kasih dan kemuliaan-Nya. Ketika kita berbagi dengan sesama, hal itu tidak akan membuat kita berkekurangan. Sebab itu, buanglah keegoisan, kepentingan diri, dan kepuasan diri dalam perjamuan kudus atau perjamuan kasih. 
MARI WUJUDKANLAH KASIH KRISTUS DALAM KESELURUHAN HIDUP KITA!

Rabu, 03 September 2014
PERJAMUAN KUDUS. (1Korintus 11:17-34)
  Perjamuan Kudus memiliki muatan kasih yang begitu dalam dari Kristus kepada umat manusia. Namun kenyataannya di jemaat Korintus perjamuan kudus kehilangan muatan kasih-Nya. Perjamuan di Korintus lebih merupakan ajang pamer kekayaan dan pemanfaatan kesempatan. Bagi si kaya, situasi ini dimanfaatkan untuk memamerkan kekayaannya, dan bagi yang miskin ini merupakan kesempatan untuk makan makanan yang enak. Perjamuan Kudus berubah fungsi menjadi pesta pora yang memabukkan (ayat 20,21).
  Makna Perjamuan Kudus yang sesungguhnya adalah: pertama, tubuh Kristus yang dipecah-pecahkan, dan darah yang dicurahkan oleh Kristus dalam peristiwa salib (ayat 23-25). Kedua, Perjamuan Kudus bukan sekadar upacara untuk mengingat kematian dan kebangkitan Kristus, tetapi lebih merupakan respons umat terhadap tindakan kasih Allah yang telah menyadarkan kita bahwa keselamatan sudah digenapi dengan kematian dan kebangkitan-Nya. Ketiga, melalui Perjamuan Kudus, Kristus meletakkan satu dasar bagi komunitas baru orang-orang percaya yang saling mengasihi (ayat 33), yang selalu menceritakan peristiwa kematian dan kebangkitan-Nya sampai Ia datang (ayat 26). Perjamuan Kudus sarat dengan muatan kasih, yang mengingatkan dan memperbolehkan kita untuk meneruskan kasih Allah dalam Yesus Kristus kepada setiap orang.
INGATLAH BAHWA KEMATIAN DAN KEBANGKITAN KRISTUS DALAM PERJAMUAN KUDUS HARUS MENJADI BAGIAN INTEGRAL DARI HIDUP KITA YANG HARUS KITA BERITAKAN KEPADA SEMUA ORANG.

Kamis, 04 September 2014
MAKNA ‘MEJA TUHAN’ (1Korintus 11:23-32)
Menurut Anda, unsur apa dalam gereja yang memberi kesan mendalam dan menunjang suasana ibadah? Mungkin ada yang menjawab arsitektur gedungnya, atau mimbarnya. Untuk orang Protestan, jawaban terakhir wajar, sebab sejak reformasi penekanan pada sentralitas firman Allah menjadi sangat menonjol. Gereja Protestan tidak menempatkan altar sebab korban Kristus telah mendamaikan Allah dan umat serta meniadakan keharusan umat membawa korban kepada Allah. Di samping mimbar, meja perjamuan (meja Tuhan) mengandung nilai teologis penting dan membuatnya sama sentral dengan mimbar.
Penghayatan apa tentang meja Tuhan yang membuatnya sentral dalam ibadah? Pertama, perjamuan kudus memperingati (ayat 24) karya penyelamatan Kristus. Ia memberikan tubuh dan darah-Nya menjadi korban penebusan. Tiap kali menerima perjamuan kudus kita ingat anugerah itu. Perjamuan kudus membuat kita mendasari iman dalam peristiwa sejarah karya Yesus di masa lalu. Kedua, perjamuan kudus adalah pemberitaan (ayat 26). Kita yang telah menjadi bagian dalam karya penyelamatan Yesus diisi, dikuatkan, dan didorong memberitakan kabar keselamatan dalam Kristus kepada orang yang belum mencicipi. Lalu bagai hidangan yang membuat orang yang belum makan diundang untuk makan, demikian juga liturgi perjamuan kudus membuat mereka yang belum ikut Tuhan, tertarik dan tidak menunda keputusan iman. Ketiga, perjamuan kudus memperkuat kerinduan untuk menyongsong perjumpaan dengan Tuhan kelak dan ambil bagian dalam perjamuan kekal yang Ia sediakan bagi kita (ayat 26b). Terakhir, Roti dan anggur itu jadi sarana bagi kita dalam mengekspresikan iman dan syukur kita atas anugerah karya penyelamatan Yesus.
HANYA KARENA PENEBUSAN MELALUI SALIB KITA DILAYAKKAN DAN DIMUNGKINKAN UNTUK MENGALAMI PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN

Jumat, 05 September 2014
MANFAAT PERJAMUAN KUDUS (1Korintus 11:17-34)
Perjamuan Tuhan. Perjamuan Kudus. Apa pun sebutannya, tak ada ibadah lain yang sekhidmat dan sepenting Perjamuan Kudus.
Kita bisa saja mengikuti Perjamuan tanpa memusatkan pikiran kepada Allah. Namun dengan begitu,Perjamuan Kudus akan menjadi semacam ritual yang penuh aksi tapi tanpa makna. Jika kita membiarkannya, kita akan kehilangan kesempatan untuk bersyukur dan bersekutu. Selain itu, kita juga kehilangan berkat yang semestinya kita terima saat kita melakukan introspeksi diri yang sungguh-sungguh terhadap kondisi rohani kita (1 Korintus 11:28).
Pada suatu Minggu pagi, saya merasa agak jengkel dengan istri saya. Alasan detailnya tidak perlu saya utarakan di sini, tetapi yang jelas karena kesalahan sayalah maka pagi itu kami tidak merasakan indahnya hidup sebagai pasangan suami-istri. Sementara saya pergi ke gereja bersama anak-anak, Sue bertugas di panti wreda, tempat ia bekerja dengan amat rajin. Saat roti dan anggur perjamuan dibagikan, saya sadar bahwa saya harus minta maaf kepadanya. Sikap buruk saya telah melukai hatinya, sekaligus mengganggu hubungan saya dengan Tuhan (Matius 5:23,24). Maka seusai kebaktian saya mampir ke tempat kerjanya dan meminta maaf kepadanya.
Perjamuan Kudus adalah saat yang khidmat untuk mengintrospeksi diri di hadapan Allah, serta mengingatkan tangggung jawab kita untuk memeriksa sikap hati kita. Perjamuan Kudus juga membantu kita untuk memperbaiki kesalahan kita di masa lalu. Pastikan diri Anda memperoleh manfaat dari PerjamuanKudus. (DB)
MENGENANG WAFAT KRISTUS BAGI KITA SEHARUSNYA MEMBUAT KITA HIDUP BAGI-NYA

Sabtu, 06 September 2014
PERJAMUAN TANPA KEAKRABAN (Lukas 24:27-35)
Dua orang anggota majelis gereja bertengkar dalam rapat. Benih permusuhan muncul. Ketua majelis prihatin. Seminggu kemudian keduanya diundang makan malam di rumahnya. Suasana santai tercipta saat makan bersama. Masing-masing bisa mencurahkan isi hati. Perjamuan itu menghasilkan keterbukaan. Keduanya jadi saling memahami dan mengampuni. Ternyata "diplomasi makan bersama" sangat ampuh untuk mengakrabkan. Di meja makan, yang satu bisa memandang yang lain sebagai saudara, bukan hanya sebagai pejabat gereja.
Sesudah Yesus bangkit, Dia menemui dua murid-Nya di jalan menuju Emaus, namun Dia malah dianggap "orang asing" (ayat 18). Untuk memperkenalkan diri-Nya, Yesus mula-mula menjelaskan Kitab Suci, sehingga hati kedua murid itu berkobar-kobar (ayat 32). Kemudian, Dia mengadakan Per-jamuan Kudus! "Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka." Sama seperti yang Dia buat pada perjamuan terakhir (bandingkan dengan Lukas 22:19). Hasilnya?Perjamuan itu mengakrabkan. Dalam suasana makan bersama, muncul pengenalan pribadi. Mata kedua murid pun terbuka dan mereka mengenal Dia (ayat 31).
Perjamuan Kudus adalah peristiwa luar biasa. Bayangkan, Raja Semesta mau mengundang orang berdosa seperti kita, untuk makan semeja dengan-Nya. Yang jauh menjadi dekat. Dalam perjamuan, roti dan air anggur-lambang tubuh dan darah-Nya-menyatu di tubuh kita. Betapa akrabnya kita dengan Dia! Maka, sambutlah setiap Perjamuan Kudus sebagai momen untuk menjalin keakraban dengan Tuhan, bukan sekadar kebiasaan. (JTI)
BISA IKUT DALAM PERJAMUAN ADALAH SEBUAH KEHORMATAN JANGAN MENGANGGAPNYA SEKEDAR RITUAL KEAGAMAAN

News 31 Agustus - 6 September 2014

Jadwal Gereja Sepanjang Minggu

Minggu, 31 Agustus 2014
"Perjamuan Kudus" (1 Korintus 11 : 17 - 34) - PERSEMBAHAN PEMBANGUNAN
* Darmo Harapan (Pagi) dan Bromo (Pagi) dilayani oleh Pdt. Bubby Ticoalu. 
* Gateway dan Bromo (Sore) dilayani oleh Pdt. Susi Raswati.
* Koblen Tengah dilayani oleh dr. Purnama Nugraha.
Darmo Harapan (Sore) dilayani oleh Ev. Liem Ka Hok.

KEBAKTIAN REMAJA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 09.00 - Oleh : Pnt. Handoko Setiono.
* Jl. Raya Arjuna 75-A (Bromo)/Pk. 15.30 - Oleh : Pdt. Timotius Hogiono.

KEBAKTIAN UMUM - 07 September 2014
"Perjamuan Kudus" (1 Korintus 11 : 17 - 34) - PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN
* Darmo Harapan (Pagi), Gateway, dan Darmo Harapan (Sore) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono. 
* Koblen Tengah, Bromo (Pagi), dan Bromo (Sore) dilayani oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.

Selasa, 02 September 2014
KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 16.30 - Oleh : Sdr. Petrus Purnomo (STT Abdiel Semarang).

PENDALAMAN ALKITAB
Efesus 1 : 15 - 23.
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 18.30 - 20.00 Oleh : Pdm. Rian Waruwu, Pnt. Ir. Lindra Hariyanto.

Rabu, 03 September 2014
KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Arjuna 75 A (Bromo)/Pk. 16.00 - Oleh : Pdt. Anugrah Laia. 
* Ruko Gateway F-22/Pk. 18.00 - Oleh : Pdm. Rian Waruwu.

PERSEKUTUAN DOA MALAM
Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) - Pk.19.00 - Oleh : Pdt. Anugrah Laia.

Kamis, 04 September 2014
KEBAKTIAN PENYEGARAN ROHANI
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 (Pk. 18.30 WIB) dilayani oleh : Ev. Mercy Matakupan (Surabaya).

SABTU, 06 September 2014
KEBAKTIAN KAUM MUDA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk.17.00 Oleh : Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo)/Pk.17.30 Oleh : Bp. Didik Mismanto.
* Ruko Gateway F-22/Pk.18.00 Oleh : Sdr. Petrus Purnomo (STT Abdiel Semarang).
-----------------------------------------------------------------------------------
TEMPAT PEMBINAAN IMAN (TPI)
* TPI Tengger Kandangan - Jl. Raya Tengger Kandangan 137 - Minggu (Pk. 08.00 WIB) Sekolah Minggu, (Pk. 09.00 WIB) Pra Remaja - Jumat (Pk. 18.45 WIB).
* TPI KEDUNGASEM - Jl. Wisma Kedung Asem O-5 (Jumat, Pk. 17.00 WIB - Sekolah Minggu) dan Jl. Wisma Kedung Asem D-20 (Jumat, Pk. 19.00 WIB - Umum).
* TPI WIYUNG - Jumat, 05 September 2014 - Kel. Bp/Ibu Lasamahu, Jl. Babatan Indah B-3/16 (Pk.19.00 WIB).

DOA PAGI
Senin - Sabtu (Pk. 05.30 - 06.15)

PERSEKUTUAN DOA USIAWAN
Kamis (Pk. 09.00 - 11.00)
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 dan Jl. Raya Arjuna 75-A

LATIHAN PADUAN SUARA GEREJAWI
* PS. Bromo - Minggu (Pk. 10.30 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.
* PS. Darmo Harapan - Kamis (Pk. 11.00 dan 20.00 WIB) dan Sabtu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* PS. Koblen Tengah - Jum'at (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

LATIHAN MUSIK GEREJAWI
* Koblen Tengah - Minggu (Pk. 09.00 WIB) - Jl. Koblen Tengah 22 A.
* Darmo Harapan - Sabtu (Pk. 19.30 WIB) - Jl. Darmo Harapan PF-1.
* Praise and Worship - Rabu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* Bromo - Kamis (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

KATEKISASI
Bagi Jemaat yang belum dibaptis dapat mengikuti pelajaran Katekisasi.
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 - Sabtu (Pk. 16.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Koblen Tengah 22 A - Minggu (Pk. 08.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Susi Raswati.
* Ruko Gateway Kav. F-22 - Minggu (Pk. 11.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono.

POKOK DOA
* Kesetiaan jemaat Gereja Isa Almasih Surabaya.
* Anggota jemaat yang dalam pergumulan, kesulitan dan sakit.
* Gereja-gereja Tuhan di Indonesia.
* Bangsa dan Negara Indonesia.

Mimbar Gereja u/Warta 31 Agustus 2014

GIA Sby (Darmo Harapan Sore)
Minggu, 24 Agustus 2014
ORDO LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
(1 Korintus 11:1-16)
Oleh: Pdt. Timotius Hogiono

Di dalam pasal 11 ini, dalam ayat 1 rasul Paulus membuka dengan kalimat  ajakan : “Jadilah pengikutku sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus”. Rasul Paulus mengajak supaya jemaat Tuhan di Korintus menjadi pengikut Tuhan mengapa demikian? Paulus mencontohkan dirinya bahwa dia adalah pengikut Kristus. Harapan Paulus agar jemaat Tuhan melihat contoh hidup Paulus supaya mereka menjadi pengikut Kristus yang setia. Dalam ayat 2-16, rasul Paulus berbicara tentang aturan-aturan, tata tertib khususnya dalam ibadah pada waktu itu. apa sebenarnya persoalan yang terjadi? Rasul Paulus melihat di jemaat Korintus bahwa ada beberapa perempuan yang sudah menikah tetapi mereka tidak menjaga tata tertib dalam ibadah mereka kepada Tuhan,  mereka tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku sehingga timbulah kekacauan diantara beberapa jemaat Tuhan yang beribadah. Rasul Paulus berharap agar jemaat Tuhan memperhatikan peraturan-pearaturan yang Paulus tuliskan. Berharap agar jemaat dapat bijaksana dalam bersikap menjadi orang kristen dan dalam ibadah mereka, karena menyimpang dari aturan-aturan yang sudah dibakukan, ajaran-ajaran firman Tuhan diselewengkan dengan adanya tindakan-tindakan beberapa wanita yang dengan sengaja tidak lagi memperhatikan aturan-aturan di dalam ibadah. Mengapa mereka bersikap demikian? Karena mereka menggangap bahwa mereka hidup dalam kebebasan dan karena kebebasan itulah, mereka melanggar hal-hal yang penting di dalam tata ibadah yang seharusnya mereka ikuti. Ada bebarapa alasan mengapa rasul Paulus menuliskan surat ini :

1. Rasul Paulus ingin memberikan satu peraturan yang umum dan penting (ayat 2-3) 3 tingkatan :
  • Hubungan antara laki-laki dan perempuan (hubungan suami istri)
  • Hubungan Kristus dengan laki-laki
  • Hubungan Kristus dengan Allah Bapa

Kita melihat bahwa masing-masing tingkatan memilki kepala; kepala dari hubungan suami istri maka suami lah yang menjadi kepala, kepala dari hubungan Kristus dengan laki-laki adalah Kristus yang menjadi kepala, yang paling tinggi adalah hubungan Kristus dengan Allah Bapa. Dalam setiap tatanan itu ada satu kekuasaan, kepala itu adalah Kristus sendiri. Rasul Paulus memberikan penjelasan bahwa dalam setiap tatanan memiliki sifat yang sangat kuat, yang memegang kekuasaan sedang seorang laki-laki sifat bersandar bergantung pada kekuasaan tadi. Rasul Paulus menghimbau agar peraturan itu dibuat dan jemaat boleh tunduk terhadap peraturan yang berlaku.

2. Rasul Paulus ingin menerapkan peraturan-peraturan kepada jemaat (ayat4-6)
Rasul Paulus menghimbau kepada jemaat agar aturan yang sudah dibuat itu diterapkan. Dalam konteks budaya Yahudi maka laki-laki diberikan kesempatan untuk pelayanan pekerjaan Tuhan, berdoa, bernubuat di tengah-tengah ibadah jemaat Tuhan berbeda dengan perempuan. Namun dalam hal ini Paulus memberikan kesempatan kepada para wanita untuk bisa beribadah, melayani dalam pelayan pekerjaan Tuhan. dalam budaya Yahudi rambut merupakan satu keelokkan bagi perempuan, maka ketika perempuan-perempuan melayani pekerjaan Tuhan maka haruslah menudungi kepala mereka. Karena rambut yang tergerai membawa daya tarik terhadap lawan jenisnya, dan dianggap sebagai wanita nakal yang menggoda kaum pria. Untuk itulah rasul Paulus menghimbau agar perempuan-perempuan yang datang beribadah dan melayani harus menudungi kepalanya. Arti lain, ketika para wanita menudungi kepalanya berarti mereka menghormati suaminya.

3. Rasul Paulus menerangkan peraturan itu dengan sangat jelas sekali (ayat 7-12)
Paulus ingin menerangkan aturan yang sudah ditulis. Para laki-laki ketika mereka beribadah, berdoa, bernubuat, melayani tidak perlu menudungi kepalanya karena laki-laki menyinarkan gambaran tentang kemuliaan Allah, tetapi kepada perempuan harus menudungi kepalanya karena ia menyinarkan gambaran laki-laki,  harus menjunjung tinggi dan memilki rasa hormat yang tinggi kepada suaminya. Dan rasul Paulus menghimbau agar jemaat dapat memperhatikan dan melakukan apa yang menjadi aturan-aturan dalam ibadah sehingga ibadah itu dapat berjalan dengan baik. Biarlah kita juga mengikuti setiap aturan-aturan yang ada dalam ibadah kita. Jemaat harus bertanggung jawab dalam ibadahnya. Bagaimana dengan praktek-praktek dalam ibadah kita sudahkah mempermuliakan nama Tuhan?

4. Rasul Paulus memberikan peringatan kepada jemaat (13-16). Rasul Pulus meminta agar jemaat mempertimbangkan dan melakukan semua aturan itu dan juga memberikan peringatan kepada jemaat supaya aturan-aturan dalam ibadah di lakukan. Makna Rohani bagi kita: Paulus ingin memberikan suatu bentuk penegasan adanya prinsip-prispsip yang berlaku dalam ibadah baik yang dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan. Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan dengan natur/kondisi yang berbeda. Sehingga ketika menjadi laki-laki atau perempuan di dalam kapasitas masing-masing. Di dalam keberbedaan itu diharapkan membawa semakin bersatu dalam kehidupan ibadah kita.

Diringkas oleh: Pdm. Rian Waruwu