Cover Warta Jemaat 26 April 2015

1687 / WG / IV / 2015
Minggu, 26 April  2015
Tahun XLV

UKURAN YANG BENAR
"Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.“ (Galatia 1:10). 

Ternyata dalam kehidupan sehari-hari banyak orang memilih menyenangkan manusia daripada menyenangkan hati Allah. Mereka memiliki motto: “Asalkan bapak senang”! Bukan Bapak di sorga namun bapak sesama manusia. Di banyak perusahaan dan instansi tetentu para pekerja melakukan hal-hal yang bila disoroti secara Alkitabiah sudah melanggar perintah Tuhan Allah. Namun bila ditanya mengapa hal itu toh dilakukan, maka jawaban yang simple akan saudara terima, yaitu: “Yang penting bapak senang!”
Sebagai Orang Kristen yang sudah diselamatkan dari lumpur dosa, kita dituntut untuk dimana saja dan kapan saja tetap berdiri sebagai orang tebusan Allah yang sudah memiliki hidup baru. Sesungguhnya membiarkan diri untuk berbuat seperti orang yang belum mengenal Kristus di mata Tuhan, tetapi dalam kenyataan manusia lebih mudah takut kepada sesama manusia daripada kepada Allah yang Mahatinggi.
Rasul Paulus benar-benar memberi teladan yang Alkitabiah dan yang sepatutnya dimiliki oleh setiap orang percaya. Dia tidak mau mencari kesukaan manusia bahkan dia tidak bersedia menyenangkan hati manusia namun sebaliknya hidupnya diabadikan untuk berkenan kepada Allah dalam seluruh aspek hidupnya. Ini sungguh tidak gampang. Namun sebagai hamba Kristus, Paulus konsekuen dengan panggilannya. Dia telah memiliki ukuran yang benar sebagai anak Tuhan dan dalam perjalanan hidupnya ukuran itu telah dibuktikan.
Saudara dan saya yang adalah hamba Kristus pula, apakah sudah memiliki ukuran yang benar itu? Atau kita lebih mudah mengatakan yang penting: “bapak senang? Sebab kalau terlalu suci, maka urusan tidak bisa lancar. Apa yang dicari: urusan lancar, tetapi Firman Tuhan dilanggar? Pilihlah! Ukuran yang benar atau membuat ukuran sesuai strandard manusia sendiri?
Renungkanlah bahwa selama ini di bumi ini manusia dapat bersandiwara, tetapi sekali kelak setiap orang akan menghadap sang pencipta langit dan bumi dan akan di tuntut tanggung jawabnya atas segala tindakan dan perbuatannya.
Apakah tidak lebih baik selama saudara menumpang di bumi ini, Saudara sebagai orang Kristen secara konsekuen memilih ukuran yang benar dalam hidup saudara? 

PILIHLAH: MENYUKAKAN MANUSIA ATAU MENYUKAKAN ALLAH? 

Renungan Harian 27 April - 02 Mei 2015

RENUNGAN SEPANJANG MINGGU

Senin, 27 April 2015
INJIL PALSU (Galatia 1:6-10)
Menurut cerita, ada kebiasaan unik di lingkungan bank untuk melatih pegawainya mengenali uang palsu. Selama beberapa bulan mereka diminta untuk menghitung uang, yang tentunya asli, dalam jumlah banyak. Kemudian setelahnya, diselipkan beberapa lembar uang palsu didalam tumpukan yang harus dihitung. Menarik sekali, dengan mudah para pegawai ini mengenali uang palsu tersebut. Kebiasaan memegang uang asli menolong mereka dengan cepat merasakan adanya uang palsu. 
Paulus sangat geram ketika jemaat Galatia dengan mudah menerima suatu pengajaran yang berbeda dengan yang pernah ia ajarkan. Dengan mudah para pengajar Injil palsu ini memutar balikkan kebenaran dan mengacaukan jemaat (ayat 7). Jemaat dengan cepat menerima dan dikacaukan karena mungkin pengajaran ini memiliki beberapa kemiripan dengan pengajaran yang pernah mereka terima. Namun, sesuatu yang mirip tetap bukanlah sesuatu yang asli. Sesuatu yang “agak salah” jelas bukanlah sesuatu yang benar. Bahkan Paulus tidak segan-segan mengatakan mereka yang memberitakan Injil yang berbeda itu sebagai “terkutuk” (ayat 8-9). Seseorang yang menggeser pentingnya salib Kristus dari kehidupan orang percaya, sesungguhnya sedang merendahkan karya agung Allah. 
Terkadang kita sulit membedakan keaslian atau kepalsuan suatu pengajaran. Apa upaya kita untuk terhindar dari meyakini pengajaran yang salah? Paling tidak sudahkah kita secara pribadi tekun membaca sumber kebenaran, yaitu Alkitab? Kebiasaan untuk bergaul dengan Injil yang murni akan mempermudah kita mengenali yang tidak murni. 
PEMAHAMAN KITA AKAN KEBENARAN YANG ASLI AKAN MEMAMPUKAN KITA MENGENALI PENGAJARAN YANG PALSU

Sumber: http://www.renunganharian.net/2012/20-juni/296-injil-palsu.html

Selasa, 28 April 2015
SEBELUM BERCERAI (Galatia 1:6-10)
Sepasang suami-istri yang berniat bercerai mendatangi konselor terkenal. Sang konselor menasihati mereka, “Dalam sebulan mendatang, lakukan kembali apa saja yang dulu Anda lakukan pada pasangan Anda selama berpacaran. Sesudah itu, silakan bercerai.” Meskipun bingung mendengarnya, keduanya mematuhi nasihat itu. Si suami mengajak istrinya ke tempat-tempat yang dulu mereka kunjungi, membelikannya makanan dan barang kesukaannya, menonton ulang film-film kegemaran mereka, menjalankan hobi mereka berdua. Demikian pula si istri, ia melakukan apa saja yang dulu dikerjakannya bagi sang suami. Hasilnya? Mereka memutuskan batal bercerai!
Seperti hubungan pernikahan, saat kita mengikut Kristus, banyak juga “kabar baik” yang berusaha menceraikan kita dari-Nya. “Kabar baik” itu mungkin benar-benar menawan dan menggiurkan: kekayaan, keberhasilan, kesehatan, ketenaran. “Kabar baik” itu mungkin juga disodorkan pada kita seolah-olah dari Dia, padahal hal itu bisa saja pemutarbalikan Injil yang sebenarnya (ay. 7). Rasul Paulus sampai menegaskan, jangan percaya pada “kabar baik” seperti itu sekalipun ia sendiri atau malaikat dari surga yang menyampaikannya (ay. 8)!
Jadi, apa yang harus kita lakukan? Seperti suami-istri di atas, mari kita mengingat lagi anugerah keselamatan-Nya dengan segenap kebaikan yang terkandung di dalamnya. Apalah artinya kesusahan di dunia ini dibandingkan dengan kemuliaan kekal di surga? Jangan mau diceraikan dari-Nya oleh apa pun atau siapa pun!
SENANTIASA MENGINGAT ANUGERAH KESELAMATAN TUHAN MENJADIKAN KITA KIAN MELEKAT ERAT PADA-NYA

Sumber : http://www.renunganharian.net/2014/57-november/1214-sebelum-bercerai.html

Rabu, 29 April 2015
INJIL YANG SEJATI (Galatia 1:1-10)
Zaman sekarang banyak barang berkualitas yang dipalsukan. Barang-barang imitasi ini tampaknya sama dengan yang asli, tetapi jelas kualitasnya sangat berbeda dan murahan. Kalau kantong pas-pasan, namun hendak tampil gaya boleh-boleh saja memakai yang tiruan karena semua itu benda-benda lahiriah. Namun, kalau kebenaran yang dipalsukan, akibatnya bisa fatal.
Dalam pembukaan surat ini, Paulus menegaskan sendi-sendi Injil yang sejati. Pertama, kematian dan kebangkitan Yesus (ayat 1). Kedua, sebab dan tujuan kematian Yesus (ayat 3-4). Sebab: "karena dosa-dosa kita." Tujuan: "untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini." Ketiga, kematian Yesus dan tujuannya berakar dalam kehendak Allah. Demi Injil yang sejati itulah Paulus ditetapkan sebagai rasul oleh Allah dan Putra-Nya, baik untuk memberitakannya kepada bangsa-bangsa non yahudi, maupun untuk mempertahankan kemurniannya. Itu sebabnya ia bereaksi keras terhadap pemalsuan Injil, yang disebutnya "injil lain, yang sebenarnya bukan Injil" (ayat 6-7). Rupanya ada orang yang bermaksud mengacaukan jemaat di Galatia. Untuk menjadi Kristen, kata mereka, tidak cukup hanya menerima Injil dan percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi harus juga melaksanakan tuntutan-tuntutan Taurat seperti halnya orang Yahudi. Bagi Paulus, memalsukan Injil seperti itu adalah penyesatan yang akan membinasakan iman sejati. Maka dengan keras Paulus menyatakan penyesat-penyesat itu sebagai "terkutuk" (ayat 8,9).
Seperti orang memakai perhiasan imitasi untuk bergaya, demikian orang tertarik untuk menerima injil palsu supaya bisa bergaya saleh, suci, dan lebih rohani daripada orang lain. Tujuannya jelas supaya diterima oleh manusia dan bukan oleh Allah (ayat 10). Orang yang mengandalkan injil palsu akan binasa olehnya. Jadi, jangan biarkan diri disesatkan olehnya.
INJIL SEJATI MEMBAWA PEMBEBASAN SEMPURNA. INJIL PALSU MEMBELENGGU ORANG SEMAKIN KUAT DALAM KEDAGINGAN SAMPAI IA BINASA!

Sumber : http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2005/06/04

Kamis, 30 April 2015
TEGUH DI DALAM KEBENARAN (Galatia 1:6-10)
Jika kita tahu apa yang benar, apakah kita akan mendiamkan saja orang yang salah ataukah kita akan memberi tahu dia tentang yang benar? Paulus tahu apa yang benar dan dia tidak mau diam-diam saja ketika jemaat Galatia melakukan kesalahan.
Biasanya setelah menuliskan salam pembuka, dalam setiap surat yang dia tulis kepada jemaat, Paulus akan menuliskan ucapan syukur. Namun dalam surat kepada jemaat Galatia ini, Paulus tidak menuliskan ucapan syukur. Tulisan Paulus langsung tertuju ke pokok permasalahan yang memang ingin dia sampaikan. Ini seolah menandakan betapa serius masalah jemaat Galatia dalam pandangan Paulus.
Paulus heran karena jemaat Galatia begitu cepat mengikuti injil lain dan berbalik dari Bapa, yang telah memanggil mereka melalui Kristus (6). Padahal belum lama mereka menerima pengajaran yang benar, tetapi mereka begitu mudah menyimpang ke ajaran yang sesat. Dengan demikian mereka telah tidak setia terhadap Tuhan dan firman-Nya. Ini bisa terjadi karena mereka tidak peka terhadap orang-orang yang berusaha menyesatkan mereka dari Injil Kristus (7).
Ini memperlihatkan betapa rentannya orang-orang yang baru beriman kepada Kristus. Maka bila di dalam jemaat ada orang-orang yang baru percaya, hendaknya dengan lemah lembut kita berusaha menolong mereka untuk bertumbuh dalam iman dan kebenaran. Jangan sampai kita hanya mengadakan program penginjilan atau Kebaktian Kebangunan Rohani, tetapi setelah itu tidak bertanggung jawab atas para petobat baru. Ingatlah bahwa Iblis tidak tinggal diam dan akan selalu berusaha melemahkan mereka. Sebab itu tak heran jika Paulus menyebut para penyesat itu sebagai orang-orang yang terkutuk (8-9). Karena itu kita harus meniru teladan Paulus, yang menulis surat kepada jemaat Galatia untuk menegur mereka karena menyimpang dari kebenaran. 
SETIAP ORANG KRISTEN HARUS BELAJAR ALKITAB DAN MEMBANGUN DIRI DI DALAM KEBENARAN SERTA TEGUH BERDIRI DI DALAMNYA.

Sumber : http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2011/08/19

Jumat, 01 Mei 2015
TAK ADA KASIH YANG LEBIH BESAR (1 Petrus 2:21-25) 
Seorang gadis kecil mengalami luka-luka parah dan berada dalam kondisi kritis karena suatu kecelakaan. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Gadis kecil itu kehilangan banyak darah dan membutuhkan transfusi, namun jenis darahnya sukar didapat. 
Akhirnya didapati bahwa saudara lelakinya yang berusia tujuh tahun mempunyai jenis darah yang sama. Dokter memanggil anak itu ke kantor dan memberitahunya, "Adikmu sakit parah. Jika ia tidak mendapat tambahan darah, Bapak kuatir malaikat akan segera menjemput dan membawanya ke surga. Apakah kamu bersedia menyumbangkan darahmu untuknya?" Wajah anak itu pun menjadi pucat dan matanya melebar ketakutan. Setelah beberapa saat merasakan ketakutan, ia berkata pelan kepada sang dokter, "Saya akan menyumbangkan darah saya untuknya." 
Saat transfusi berlangsung, anak itu memperhatikan darahnya mengalir melalui selang ke tubuh adiknya. Sang dokter melihat anak itu tampak gelisah dan berkata, "Tidak lama lagi akan selesai." Saat itu juga, airmata anak itu berlinang dan berkata, "Apakah saya akan segera mati?" Anak itu berpikir bahwa ia sedang memberikan nyawanya untuk menyelamatkan adiknya! 
Tidak ada kasih yang lebih besar. Yesus mengurbankan nyawa-Nya untuk kita bahkan sebelum kita menjadi sahabat-Nya. "Kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya" (Roma 5:10). Apakah Anda telah merasakan kasih Allah dengan menerima tawaran pengampunan melalui iman di dalam Kristus? 
DALAM MENANGGUNG SIKAP PERMUSUHAN KITA YESUS TETAP MENUNJUKKAN KASIH-NYA KEPADA KITA

Sabtu, 02 Mei 2015
SYUKUR ADA KUTU (1 Tesalonika 5:12-18) 
Corrie ten Boom telah memberikan inspirasi dan tantangan bagi ribuan orang setelah Perang Dunia II berakhir. Banyak hati tergetar dan hidup diubahkan, ketika dengan bersahaja namun menggugah, ia bercerita bagaimana Allah telah mencukupi kebutuhannya, bahkan sebagai seorang tawanan di kamp konsentrasi Nazi. 
Kamp itu tidak saja jorok, tetapi juga banyak kutu. Saudara perempuan Corrie, Betsie, yang juga ditawan bersamanya, menekankan bahwa 1 Tesalonika 5:18 merupakan kehendak Allah bagi mereka: "Mengucap syukurlah dalam segala hal." Namun, bersyukur atas tempat yang penuh dengan kutu rasanya tidak masuk akal bagi Corrie, sampai kemudian ia sadar mengapa para penjaga tidak datang ke barak mereka untuk melarang mereka berdoa dan dan bernyanyi. Ternyata para penjaga itu menghindari kutu! Itu sebabnya para tawanan bebas beribadah dan mempelajari Alkitab di situ. Kutu-kutu itu, ya, bahkan kutu pun, menjadi alat untuk menyatakan kasih karunia Allah, dan merupakan sesuatu yang harus disyukuri. 
Apakah "kutu-kutu" yang ada dalam hidup kita? Bukan masalah-masalah yang besar, melainkan gangguan-gangguan kecil. "Kutu-kutu" adalah pencobaan-pencobaan kecil yang tidak dapat kita hindari. Mungkinkah "kutu-kutu" itu justru merupakan salah satu cara Tuhan untuk mengajarkan pelajaran rohani kepada kita dan untuk membantu kita meningkatkan daya tahan terhadap ujian? 
Ketika kita tergoda untuk bersungut-sungut, marilah kita ingat kutu-kutu tadi dan ucapkanlah syukur.
JIKA ANDA BERHENTI UNTUK BERPIKIR SEJENAK ANDA AKAN MENEMUKAN ALASAN UNTUK BERSYUKUR

News 26 April - 03 Mei 2015

Jadwal Gereja Sepanjang Minggu

Minggu, 26 April 2015
"Hanya Ada Satu Injil Saja" (Galatia 1 : 6-10) - Persembahan Pembangunan
* Darmo Harapan (Pagi) dilayani oleh : Ev. Mercy Matakupan (Surabaya).
* Koblen Tengah, Bromo (Pagi), dan Darmo Harapan (Sore) dilayani oleh : dr. Harry Ratulangi (Malang).
* Ruko Gateway dan Bromo (Malam) dilayani oleh : dr. Purnama Nugraha (Surabaya).

KEBAKTIAN REMAJA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 09.00 - Oleh : Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Raya Arjuna 75-A (Bromo)/Pk. 15.30 - Oleh : Pdt. Timotius Hogiono.

KEBAKTIAN UMUM - 03 Mei 2015
"Injil Yang Benar Bukanlah Injil Manusia" (Galatia 1 : 11 - 24) - Persembahan Persepuluhan
* Darmo Harapan (Pagi) dan Darmo Harapan (Sore) dilayani oleh : Pdt. Andreas Christanday (Semarang).
Koblen Tengah dan Bromo (Pagi) dilayani oleh : Ibu Lies Hari Santoso (Malang).
* Ruko Gateway dilayani oleh : Pdm. Juni K. Telaumbanua.
Bromo (Malam) dilayani oleh : Pdt. Anugrah Laia.

Senin, 27 April 2015
PERSEKUTUAN DOA RUMAH TANGGA
PERMATA DARMO HARAPAN - Kel. Bp/Ibu Jasper Sugiharto, Jl. Simpang Darmo Permai Selatan XX/20 (Pk. 18.00).

Selasa, 28 April 2015
KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 16.30 - Oleh Pdm. Rian Waruwu.

PENDALAMAN ALKITAB
Filipi 1 : 1 - 14
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 18.30 - 20.30 - Oleh : Pdt. Timotius Hogiono/Pnt. Ir. Lindra Hariyanto.

Rabu, 29 April 2015
KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 17.00 - Oleh Sdri. Wanda Eunike H. Siahaan.
* Ruko Gateway Kav F-22 / Pk. 18.00 - Oleh Pdm. Juni K. Telaumbanua.

PERSEKUTUAN DOA MALAM
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 19.00 - Oleh Bp. Paulus Setiabudi.

Kamis, 30 April 2015
KEBAKTIAN PENYEGARAN ROHANI
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 18.30 - Oleh : Pdt. Timotius Hogiono.

SABTU, 02 Mei 2015
KEBAKTIAN KAUM MUDA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 17.00 - Oleh : dr. Purnama Nugraha (Surabaya).
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo)/Pk. 17.30 - Oleh : Sdr. Ronny Budiman (SAAT Malang).
* Ruko Gateway Kav F-22/Pk. 18.00 - Oleh : Sdr. Kornelius Nduru (STT SALEM Malang).

---------------------------------------------------------------------------------------------
TEMPAT PEMBINAAN IMAN
TPI TENGGER KANDANGAN (Jl. Raya Tengger Kandangan 137 Surabaya)
Jumat (Pk. 18.45)
Minggu (Pk. 08.00 - Sekolah Minggu)
Minggu (Pk. 09.00 - Pra Remaja)

TPI KEDUNG ASEM
Jumat (Pk. 17.00 - Sekolah Minggu) - Jl. Wisma Kedung Asem O-5 Surabaya.
Jumat (Pk. 19.00 - Umum) - Jl. Wisma Kedung Asem D-20 Surabaya.

TPI WIYUNG
Jumat, 01 Mei 2015 - Kel. Ibu Teguh, Jl. Wiyung 3 No.76 Surabaya (Pk.19.00).

DOA PAGI
Senin - Sabtu (Pk. 05.30 - 06.15) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 dan Jl. Raya Arjuna 75-A.
Jumat (Pk. 05.30 - 06.15) - Ruko Gateway Kav F-22.

PERSEKUTUAN DOA USIAWAN
Kamis (Pk. 09.00 - 11.00)
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 dan Jl. Raya Arjuna 75-A

LATIHAN PADUAN SUARA GEREJAWI
* PS. Bromo - Minggu (Pk. 10.30 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.
* PS. Darmo Harapan - Kamis (Pk. 11.00 dan 20.00 WIB) dan Sabtu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* PS. Koblen Tengah - Jum'at (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

LATIHAN MUSIK GEREJAWI
* Koblen Tengah - Minggu (Pk. 09.00 WIB) - Jl. Koblen Tengah 22 A.
* Darmo Harapan - Sabtu (Pk. 19.30 WIB) - Jl. Darmo Harapan PF-1.
* Praise and Worship - Rabu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* Bromo - Kamis (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

KATEKISASI
Bagi Jemaat yang belum dibaptis dapat mengikuti pelajaran Katekisasi.
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 - Sabtu (Pk. 16.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Koblen Tengah 22 A - Minggu (Pk. 08.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Susi Raswati.
* Ruko Gateway Kav. F-22 - Minggu (Pk. 11.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono.

POKOK DOA
* Kesetiaan jemaat Gereja Isa Almasih Surabaya.
* Anggota jemaat yang dalam pergumulan, kesulitan dan sakit.
* Gereja-gereja Tuhan di Indonesia.
* Bangsa dan Negara Indonesia.
* HUT GIA Surabaya 16 Mei 2015.
* Rencana Retreat Umum Gereja Isa Almasih 22 - 24 Juni 2015 di Best Resort - Waterpark Hotel Convention Lawang.
* Sekolah Injil Liburan 1 - 3 Juli 2015.

BERITA PERNIKAHAN GEREJAWI
Ada diminta Pernikahan Gerejawi antara :

Sdr. Ridwan Jayadi Prasetyo
dengan
Sdri. Julia Angelia

Sabtu, 09 Mei 2015
Pk. 12.00 WIB
Gereja Isa Almasih Surabaya
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 Surabaya

Jika setelah diumumkan 2 minggu berturut-turut tidak ada keberatan yang sah, maka Pernikahan Gerejawi tersebut akan dilaksanakan pada tanggal dan tempat tersebut diatas.

Mimbar Gereja u/Warta 26 April 2015

GIA Sby (Gateway)
Minggu, 19 April 2015
YESUS KRISTUS MELEPASKAN KITA DARI DUNIA JAHAT (Galatia 1:1-5)
Oleh: Pnt. Ir. Lindra Hariyanto

Di dalam kebenaran Firman Tuhan pada hari ini kita dapat melihat bahwa Paulus dipilih oleh Tuhan Yesus sendiri untuk menjadi rasul dan itu adalah kasih karunia. Rasul Paulus mengingatkan jemaat Galatia bahwa pengorbanan Kristus di atas kayu salib demi kita manusia berdosa agar kita diselamatkan. Pengorbanan Kristus di atas kayu salib itu sudah cukup, injil Kristus sudah cukup namun orang-orang Galatia masih menambahkan injil itu dengan upacara-upacara tertentu, melakukan hal-hal tertentu secara agamawi, sunat dll.
Rasul Paulus mengakui bahwa pelayanannya kepada Tuhan bukan hanya dirinya sendiri namun dengan semua saudara yang berarti bahwa pelayanan itu harus mendukung satu sama lain (ayat 2). Di dalam kasih karunia Allah kita dapat merasakan damai sejahtera dan tidak ada seorang pun yang dapat mengambilnya dari kita bahkan dalam tantangan dan pergumulan apapun. Roh kuduslah yang menolong setiap anak-anak Tuhan untuk terus bertekun didalam iman dan pengharapan kepada Kristus Tuhan kita.
Di dalam jemaat Galatia ada  dua kelompok:

  • Legalisme adalah orang-orang yang begitu patuh pada aturan hukum, kebiasaan-kebiasaan seperti hari baik,bulan baik, puasa, juga sunat. Mereka hanya memikirkan aturan-aturan manusia / lahiriah namun tidak memikirkan hal-hal yang sangat penting bagi perubahan karakter sehingga menghasilkan kehidupan yang berbuah. 
  • Antinomianisme adalah orang-orang yang memiliki konsep bahwa kita sudah dibebaskan oleh Kristus. Dosa kita telah diampuni maka boleh melakukan apa yang kita inginkan .Orang Kristen tidak boleh terjebak dalam dua ekstrim tersebut, yaitu aturan hukum, tradisi-tradisi dan hidup seturut kehendaknya sendiri. Tetapi orang-orang percaya yang sudah ditebus oleh Kristus mereka harus berpegang teguh pada injil Kristus, itulah manusia baru. Manusia baru menyadari serta meyakini bahwa Dia yang berkemurahan kepada kita dan Roh Kuduslah yang menolong dan memampukan untuk hidup seturut kehendak-Nya maupun dalam melayani Dia.

Oleh karena Ia telah melepaskan kita dari dunia jahat, maka jangan lagi memperhambakan diri kita kepada yang lain tetapi berserah dan berpegang teguh kepada Dia yang telah berkemurahan kepada kita. Amin

Diringkas oleh: Pdm. Juni K. Telaumbanua