Cover Warta Jemaat 24 Mei 2015

1691 / WG / V / 2015
Minggu, 24 Mei  2015
Tahun XLVI

HADIAH KEBENARAN
"Kamu tahu bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorang pun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. “ (Galatia 2:16). 

Apabila kita percaya kepada Kristus, pada saat itu juga kita dinyatakan benar dihadapan Allah. Yesus telah menyempurnakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Allah untuk membenarkan kita. Dia hidup tanpa dosa, Dia menggenapi Taurat, Dia menanggung kesalahan kita atas dirinya sendiri, membayar hukuman kita dengan kematiannya. Dia menderita, berkorban, dan mati untuk kita.
Meskipun Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa kebenaran adalah pemberian anugerah Allah. Manusia masih saja berusaha untuk mendapatkannya. Berbicara mengenai orang-orang yang percaya pada usaha mereka sendiri untuk mendapatkan keselamatannya, seseorang mengatakan: Orang dapat mencuri beberapa mutiara dari mahkotanya Yesus dan dinyatakan bersalah karena melakukan pencurian kecil-kecilan, tetapi orang yang mau membenarkan dirinya sendiri dengan usahanya sendiri adalah mencuri mahkota itu sendiri, memakai diatas kepalanya sendiri dan menyatakan dirinya sendiri sebagai raja di Zion. Penyair James Russel Lowell, berkata demikian: “di standnya iblis segala barang dijual. Setiap satu ons  barang rongsokan harganya satu ons emas. Untuk sebuah sumbat dan bel. Kita harus membayar dengan seluruh kehidupan kita. Gelembung-gelembung, kita beli dengan seluruh tugas jiwani kita. Surga sajalah yang diberikan dan hanya Tuhan sendirilah yang mungkin memenuhi permintaan itu.
Sobat, apakah engkau sedang menghitung usaha-usahamu untuk mendapatkan kemurahan hati Allah? Masihkah engkau secara membabi buta berharap bahwa perbuatan-perbuatan baik yang engkau lakukan akan lebih berat daripada perbuatan-perbuatan burukmu, sehingga Allah akan tersenyum kepadamu dipengadilan? Itu bukanlah caranya. Keselamatan datang karena iman. Akuilah bahwa enngkau orang berdosa dan letakkanlah imanmu kepada Kristus. Dia ingin memberikan hadiah kebenarannya kepadamu. 
KITA DISELAMATKAN OLEH KASIH ALLAH, BUKAN KARENA KEBAIKAN-KEBAIKAN KITA

Renungan Harian 25 - 30 Mei 2015

RENUNGAN SEPANJANG MINGGU

Senin, 25 Mei 2015
HIDUPKU BUKANNYA AKU LAGI (Galatia 2:15-21)
Paulus telah dengan tegas menegur Petrus yang tidak jelas pendiriannya. Paulus kemudian menegaskan kenyataan bahwa sesungguhnya orang Yahudi sama dengan orang non Yahudi, sama-sama orang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diri sendiri dengan ketaatan melakukan Taurat. Karena hanya Kristuslah yang dapat membenarkan seseorang.
Kaum Yudaisme berkata bahwa apa yang dilakukan orang Kristen tidaklah sempurna. Tidak cukup bila orang hanya percaya kepada Yesus, karena ia harus melakukan hukum Taurat juga. Pandangan ini tentu tidak benar karena bila demikian berarti orang Kristen adalah orang berdosa sebab telah mengikuti ajaran Yesus yang menolak tuntutan Taurat. Bila demikian, tentu Yesus pun dapat disebut sebagai promotor atau pelayan dosa karena menganjurkan orang untuk tidak melakukan Taurat. Jelas saja Paulus membantah hal ini. Karena kalau ia kembali melakukan Taurat berarti ia membangun lagi tembok yang sudah dirobohkan dan berarti ia mengakui bahwa dirinya adalah pelanggar Taurat.
Paulus menegaskan bahwa ia sudah mati terhadap Taurat. Kita harus ingat bahwa kalau ada orang yang bisa mengatakan sudah sempurna melakukan Taurat, Pauluslah orangnya (Flp 3:6). tetapi Paulus sadar bahwa melakukan Taurat tidak serta merta menjadikan dia benar. Maka hanya ada satu cara, yaitu percaya Yesus! Yesuslah yang membenarkan dan menyelamatkan manusia. Maka bagi Paulus, hidupnya bukan lagi miliknya sendiri, melainkan milik Kristus. Dia sudah mati bersama Kristus yang disalibkan. Kristuslah yang menghidupkan dirinya. Jadi hidup Paulus bukan lagi untuk berjuang melakukan Taurat supaya dibenarkan, melainkan untuk Allah (19).
Ada syair lagu yang demikian: "Hidupku bukannya aku lagi, tapi Yesus dalamku". Jadi pahamilah bahwa bukan melakukan Taurat yang menyelamatkan kita, tetapi percaya Tuhan Yesus saja yang membuat kita mendapat anugerah keselamatan. 
INGATLAH BAHWA WAKTU KITA PERCAYA YESUS, MAKA DIA MENGAMPUNI DOSA KITA DAN DI HADAPAN ALLAH KITA ADALAH ORANG BENAR.

Sumber : http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2011/08/24

Selasa, 26 Mei 2015
AGAMA ATAU HUBUNGAN ? (Galatia 2:15-21)
Sebagian orang hingga kini masih memahami kekristenan sebatas sebagai agama (bahasa Sansekerta, a: tidak, gama: kacau). Hubungan antara Allah dan manusia dipahami sebagai berikut: Allah menurunkan seperangkat aturan yang wajib ditaati oleh manusia dengan tujuan agar hubungan kedua pihak, termasuk hubungan antar sesama manusia, “tidak kacau”. Dalam pola ini, manusia berupaya sekeras mungkin mematuhi segala aturan Allah. Celakanya, bukan hal itu yang menjamin keselamatan mereka. Inilah pola hubungan cemas-takut yang dialami bangsa Yahudi di bawah hukum Taurat.
Kekristenan tentu saja tidak menganut pola yang demikian. Orang percaya rela mematuhi perintah Allah semestinya karena lahir dari hubungan kasih yang intim dengan Tuhan Yesus Kristus yang telah menyelamatkan kita (ay. 16, BIS). Ketaatan orang percaya kepada-Nya bukan dilandasi oleh rasa cemas-takut berbuat salah seperti pada bangsa Yahudi, melainkan karena kasih-Nya memotivasi dan memampukan kita untuk taat. Dan, sekalipun upaya kita untuk menyenangkan hati-Nya itu tidak sempurna, penebusan Kristus telah memberikan kepada kita jaminan keselamatan dan kehidupan kekal bersama-Nya di surga!
Bagaimana dengan kekristenen kita? Apakah sekadar pemenuhan kewajiban agama yang kering dan hampa, ataukah menyerupai hubungan mesra sepasang suami-istri? Apakah kita cukup puas dengan mematuhi perintah agama, atau rindu membangun hubungan dengan Allah yang berdampak dalam hubungan dengan sesama?
SATU-SATUNYA HAL YANG SUNGGUH-SUNGGUH BERARTI ADALAH HUBUNGAN ANDA DENGAN YESUS.

Sumber: http://www.renunganharian.net/2014/58-desember/1237

Rabu, 27 Mei 2015
DAPATKAN  INTINYA! (Galatia 2:15-20)
Satu hal yang dapat Anda katakan mengenai Paulus adalah ia tidak sungkan mengucapkan kata-kata. Tidak peduli siapa orang yang dihadapi hakim, penguasa, atau rekan sesama rasul, Petrus-Paulus mengatakan apa yang seharusnya dikatakan. Dalam Galatia 2:16, tiga kali ia menegaskan kebenaran yang sama: Tak ada seorang pun yang dibenarkan karena melakukan hukum Taurat.
Hukum Taurat adalah topik pembahasan yang sangat penting pada masa gereja mula-mula karena sebagian besar pengikut Yesus adalah orang Yahudi. Walaupun mereka percaya kepada Yesus, sebagian di antara mereka sama sekali tidak bersedia meninggalkan tindakan yang didasarkan pada hukum Taurat. Saya membayangkan mereka berkata, "Seseorang tidak dapat diselamatkan kecuali ia disunat dan menolak makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala. Dan tak seorang Yahudi pun boleh makan bersama-sama dengan orang bukan Yahudi." Namun Paulus berkata dengan tegas bahwa mereka salah. Diperdamaikan dengan Allah adalah hasil dari iman, bukan persyaratan yang ditambahkan gereja atau seseorang.
Sebagai pencipta kebingungan, Setan menemukan segala cara untuk menodai Injil dengan memberi kesan bahwa iman saja tidak cukup. Ia mempermainkan hasrat agar kita memegang kendali dan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan kita menambahkan apa saja, mulai dari perpuluhan, selalu ke gereja, gaya berpakaian, hingga pilihan hiburan yang diperbolehkan. Masing-masing ini penting bagi orang percaya, namun tak satu pun penting bagi keselamatan.
Intinya: Keselamatan adalah karena iman
PEMBENARAN: PELANGGARAN KITA DIHAPUSKAN; ANUGERAH KRISTUS DIBERIKAN

Kamis, 28 Mei 2015
TELADAN  DAN  KUASA (Galatia 2:15-20)
Seorang pianis ternama, Paderewski (1860-1941), suatu ketika berada di London untuk mengadakan konser. Joseph Parker, seorang pendeta dan juga musikus yang handal, menghadiri konser tersebut. Ia sangat tersentuh dengan apa yang didengarnya sehingga ia berlaku aneh ketika pulang ke rumah. Sambil berdiri di samping pianonya, Parker berkata kepada istrinya, "Ambilkan aku sebuah kapak. Hari ini aku telah mendengar musik yang benar-benar hebat untuk pertama kalinya. Bila dibandingkan dengannya, apa yang aku kuasai selama ini kelihatannya tak berarti sama sekali. Rasanya aku ingin menghancurkan piano ini hingga berkeping-keping."
Tentu saja Parker tidak benar-benar melakukan hal itu, tetapi ia menyadari bahwa ia tidak mungkin menjadi Paderewski hanya dengan mencontoh apa yang dilakukannya. Ia membutuhkan tangan-tangan Paderewski-ya, dan juga jiwa musisi besar tersebut. Sebagai pengikut Kristus, kita tahu bahwa kita tidak mungkin hidup sama seperti Tuhan Yesus, Teladan Agung kita. Saat berusaha melakukan hal itu, mungkin kita akan menyerah dalam keputusasaan. Namun, karena Kristus hidup dalam diri kita, kita memiliki apa yang diperlukan untuk tetap bertumbuh menuju kedewasaaan rohani dan keserupaan dengan Kristus.
Rasul Paulus menulis, "Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Galatia 2:20).
Benar. Kristus adalah teladan kita, tetapi syukur kepada Allah, Dia lebih daripada itu. Dia juga adalah kekuatan kita.
SAAT ALLAH MEMERINTAHKAN SESUATU, DIA JUGA MEMAMPUKAN KITA UNTUK MELAKUKANNYA

Sumber: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2000/05/16

Jumat, 29 Mei 2015
MELAMPAUI HUKUM (Galatia 2:15-21) 
Saat sekolah, kita mungkin pernah dihukum karena melanggar aturan. Aturan memang diperlukan, tetapi juga mengandung bahaya, yakni jika diterapkan menjadi pemutlakan yang kaku. Jika hidup beriman hanya berisi aturan dan hukuman, dapatkah kita merasakan indahnya pengampunan dan cinta kasih? 
Dalam Galatia 2:15-21, Paulus hendak meluruskan pemahaman yang keliru, yang memaksa orang kristiani non-Yahudi untuk menerima hukum Taurat sebagai syarat mengikut Yesus. Paulus menyatakan bahwa Taurat tidak dapat membenarkan orang. Sebaliknya, Taurat cenderung mengungkung dan membebani manusia karena tak mungkin mampu memenuhinya. Sementara itu, iman kepada Kristus justru membenarkan orang berdosa. Siapa pun dapat dibenarkan oleh karya Kristus (ayat 16). 
Lantas, ada yang mengatakan bahwa manusia boleh terus berkubang dalam dosa karena toh Kristus akan memberi pembenaran. Paulus menolak pendapat ini, sebab dibenarkan dalam iman berarti dijadikan benar, bukan dipersilakan berbuat yang tidak benar. Dan, siapa pun yang beriman mesti menunjukkan gaya hidup yang berpadanan dengan pembenaran yang telah ia terima dari Tuhan. Orang yang terus berbuat dosa berarti belum sungguh-sungguh memahami makna pembenaran. Ia hanya mau memetik manfaat dari Kristus, tetapi tak beriman kepada-Nya. 
Beriman bukan sekadar ucapan mulut. Beriman adalah soal hidup yang nyata. Karena itu Paulus berkata: "Hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku". Itulah sebabnya kita perlu menjaga hidup batin dan bersukacita senantiasa.
BILA KRISTUS TELAH MEMERDEKAKAN, JANGAN LAGI MENYENTUH BELENGGU YANG TELAH DILEPASKAN

Sumber: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2008/12/14

Sabtu, 30 Mei 2015
APAKAH DIA PEDULI? (Matius 6:25-34)
Jika Anda merasa diri Anda tidak berarti di antara miliaran manusia di bumi ini, pertimbangkanlah hal berikut ini: Masing-masing Anda merupakan ciptaan Allah yang unik (Mazmur 139:13,14). Bahkan saudara kembar identik pun tidak ada yang persis sama. Tidak ada dan tidak akan pernah ada orang yang benar-benar serupa dengan Anda.
Yang lebih penting lagi, Allah menghargai Anda (Matius 6:26-30) dan telah berusaha keras untuk menunjukkan kasih-Nya. Alkitab mengatakan bahwa Putra-Nya, Yesus, sangat mengasihi Anda sehingga Dia rela memberikan hidup-Nya bagi Anda (Galatia 2:20).
Anda akan dianggap aneh bila bertanya kepada seorang ibu yang penuh kasih dan memiliki banyak anak, apakah ia rela menyerahkan salah satu anaknya. Sebagai contoh, Susannah Wesley memiliki 19 orang anak, dan dua di antaranya adalah John dan Charles yang memelopori kebangunan rohani pada abad ke-18 di negara Inggris. Jika Anda membaca surat-surat yang ditulisnya untuk setiap anaknya, Anda akan merasa kagum terhadap perhatian yang diberikannya kepada masing-masing anaknya yang memiliki pribadi dan permasalahan sendiri-sendiri. Susannah memperlakukan anak-anaknya seolah-olah setiap anak adalah satu-satunya anak dan keturunan yang ia miliki.
Demikianlah gambaran kepedulian Allah terhadap Anda. Jika Anda pernah meragukan apakah Dia menyadari keberadaan Anda serta peduli terhadap apa yang menimpa Anda, ingatlah pada yang telah dilakukan Yesus bagi Anda di kayu salib.
Sebesar itulah kasih-Nya bagi Anda.
BEGITU BESAR KASIH ALLAH BAGI ANDA SEHINGGA SEOLAH-OLAH ANDA ADALAH ANAK-NYA SATU-SATUNYA

Sumber: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2004/02/05

News 24 - 30 Mei 2015

Jadwal Gereja Sepanjang Minggu

Minggu, 24 Mei 2015
"Ingat Kasih Karunia Allah" (Galatia 2 : 15 - 21)
* Darmo Harapan (Pagi) dilayani Oleh : Pnt. Ir. Lindra Hariyanto.
Koblen Tengah, Bromo (Pagi), dan Darmo Harapan (Sore) dilayani Oleh : Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Ruko Gateway dan Bromo (Malam) dilayani oleh : Pdt. Susi Raswati.

KEBAKTIAN REMAJA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 09.00 - Oleh : Pdt. Timotius Hogiono.
* Jl. Raya Arjuna 75-A (Bromo)/Pk. 15.30 - Oleh : Pdt. Timotius Hogiono.

KEBAKTIAN UMUM - 31 Mei 2015
"Dapatkah Kita Yang Dimulai Dengan Roh dan Diakhiri Di Dalam Daging" (Galatia 3 : 1 - 5)
* Darmo Harapan (Pagi), Ruko Gateway, dan Bromo (Malam) dilayani Oleh : Pdt. Budiono Djoeng.
Koblen Tengah, Bromo (Pagi) dilayani Oleh : Pdt. Susi Raswati. 
* Darmo Harapan (Sore) dilayani Oleh : Pdt. Anugrah Laia.

Senin, 25 Mei 2015
PERSEKUTUAN DOA RUMAH TANGGA
PERMATA DARMO HARAPAN - Kel. Bp/Ibu Andy Gunawan, Jl. Darmo Harapan Indah UU-12 A (Pk. 18.00).
PERMATA BROMO - Kel. Bp/Ibu Budi Utomo, Jl. Simo Gunung I/25 (Pk. 18.00).

WAHANA BIBLIKA JEMAAT KRISTUS
* Ruko Gateway Kav F-22/ Pk. 18.30 - Oleh Pnt. Ir. Lindra Hariyanto.

Selasa, 26 Mei 2015
KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 16.30 - Oleh Pdm. Rian Waruwu.

PENDALAMAN ALKITAB
1 Tesalonika 1 : 1 - 10.
Pdt. Anugrah Laia. dan Pnt. Ir. Lindra Hariyanto.
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 18.30 - 20.30.

Rabu, 27 Mei 2015
KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 17.00 - Oleh Pdt. Susi Raswati. 
* Ruko Gateway Kav F-22 / Pk. 18.00 - Oleh : Pdt. Anugrah Laia.

PERSEKUTUAN DOA MALAM
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 19.00 - Oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.

Kamis, 28 Mei 2015
KEBAKTIAN PENYEGARAN ROHANI
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 18.30 - Oleh : Pdt. Anugrah Laia.

SABTU, 30 Mei 2015
KEBAKTIAN KAUM MUDA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 17.00 - Oleh : Sdr. Petrus Purnomo.
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 19.00 - Oleh Pdt. Susi Raswati.
* Ruko Gateway Kav F-22 / Pk. 18.00 - Oleh Pdt. Budiono Djoeng.
---------------------------------------------------------------------------------------------
TEMPAT PEMBINAAN IMAN
TPI TENGGER KANDANGAN (Jl. Raya Tengger Kandangan 137 Surabaya)
Jumat (Pk. 18.45)
Minggu (Pk. 08.00 - Sekolah Minggu)
Minggu (Pk. 09.00 - Pra Remaja)

TPI KEDUNG ASEM
Jumat (Pk. 17.00 - Sekolah Minggu) - Jl. Wisma Kedung Asem O-5 Surabaya.
Jumat (Pk. 19.00 - Umum) - Jl. Wisma Kedung Asem D-20 Surabaya.

TPI WIYUNG
Jumat, 29 Mei 2015 - Kel. Ibu Bambang, Jl. Wisma Lidah Kulon XB-98 Surabaya (Pk.19.00).

DOA PAGI
Senin - Sabtu (Pk. 05.30 - 06.15) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 dan Jl. Raya Arjuna 75-A.
Jumat (Pk. 05.30 - 06.15) - Ruko Gateway Kav F-22.

PERSEKUTUAN DOA USIAWAN
Kamis (Pk. 09.00 - 11.00)
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 dan Jl. Raya Arjuna 75-A

LATIHAN PADUAN SUARA GEREJAWI
* PS. Bromo - Minggu (Pk. 10.30 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.
* PS. Darmo Harapan - Kamis (Pk. 11.00 dan 20.00 WIB) dan Sabtu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* PS. Koblen Tengah - Jum'at (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

LATIHAN MUSIK GEREJAWI
* Koblen Tengah - Minggu (Pk. 09.00 WIB) - Jl. Koblen Tengah 22 A.
* Darmo Harapan - Sabtu (Pk. 19.30 WIB) - Jl. Darmo Harapan PF-1.
* Praise and Worship - Rabu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* Bromo - Kamis (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

KATEKISASI
Bagi Jemaat yang belum dibaptis dapat mengikuti pelajaran Katekisasi.
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 - Sabtu (Pk. 16.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Koblen Tengah 22 A - Minggu (Pk. 08.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Susi Raswati.
* Ruko Gateway Kav. F-22 - Minggu (Pk. 11.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono.

POKOK DOA
* Kesetiaan jemaat Gereja Isa Almasih Surabaya.
* Anggota jemaat yang dalam pergumulan, kesulitan dan sakit.
* Gereja-gereja Tuhan di Indonesia.
* Bangsa dan Negara Indonesia.
* Rencana Retreat Umum Gereja Isa Almasih 22 - 24 Juni 2015 di Best Resort - Waterpark Hotel Convention Lawang.
* Sekolah Injil Liburan 1 - 3 Juli 2015.

Mimbar Gereja u/Warta 24 Mei 2015

GIA Sby (Darmo Harapan Pagi)
Minggu, 17 Mei 2015
HIDUP KRISTEM YANG BERINTEGRITAS (Galatia 2:11-14)
Oleh: Pdt. Paulus Surya

Setiap orang kristen tentunya tahu tentang kebenaran Firman dan  menceritakannya kepada orang lain namun sering kali kita tidak tahu bagaimana menerapkannya. Galatia 2:11-14 mengajarkan suatu kebenaran yakni kita dipanggil bukan hanya untuk mengetahui kebenaran tentang firman Tuhan tetapi juga bisa menghidupi atau bertingkah laku sesuai dengan firman Tuhan yang kita pelajari dan inilah yang disebut sebagai hidp yang berintegritas. Kita bisa melihat Petrus adalah murid Tuhan Yesus dan dia tahu akan kebenaran. Namun ia tidak bertingkah laku sesaui dengan kebenaran Injil itu. Sehingga rasul Paulus menegur Petrus dan Barnabas karena mereka yang tidak bertingkah laku sesuai dengan kebenaran Injil.
Kita bisa melihat hidup yang tidak sesuai dengan kebenaran Injil atau hidup yang tidak berintegritas :

  1. Hidup yang di dasari karena takut (12). Takut dianggap tidak baik oleh orang lain, takut tidak dipuji, takut reputasi kita jelek dimata manusia. Mengapa Petrus takut kepada orang-orang Yahudi dari kalangan Yakobus? Orang-orang Yahudi dari kalangan Yakobus adalah mereka yang sudah menjadi orang Kristen namun mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat orang Yahudi yakni menghargai sunat, makan makanan tertentu itu haram, dan lain-lain. Sehingga ketika Petrus tahu bahwa golongan ini datang dan  Petrus sedang makan bersama dengan orang-orang Kristen yang bukan Yahudi yang tidak bersunat dan Petrus takut akan penilaian orang lain segera meninggalkan mereka. Ketika kita melakukan kebenaran biarlah itu di dasari karena kita kagum akan kebaikan dan anugrah Tuhan di dalam Tuhan Yesus yang sudah kita terima bukan karena takut akan penilaian orang.
  2. Hidup munafik. Ini menunjuk pada orang yang bermuka dua. Yakni  apa yang  dilakukan tidak sama dengan apa yang diyakini. Kemunafikan bentuknya ada 2 macam. Pertama: berlaku kelihatannya baik tetapi hati atau pikirannya tidak baik. misalnya dalam Matius 15:7-8  kalau kita kegereja kita memuji Tuhan, menyembah Tuhan namun hati kita jauh dari Tuhan itu adalah sebuah kemunafikan. Kedua: apa yang diyakini benar tetapi tetap berlaku salah. Dan inilah yang dilakukan oleh Petrus. Petrus tahu bahwa orang Kristen yang bukan Yahudi yang tidak bersunat mereka adalah saudara seiman, makan bersama dengan mereka juga tidak apa-apa, Tetapi kemudian kita melihat Petrus meninggalkan mereka. Dalam Galatia 2:1-10 rasul Petrus sudah mengakui hal itu namun ia tidak melakukannya.
  3. Kehidupan yang legalistik (14). Kehidupan yang legalistik bagi orang yang belum percaya Tuhan Yesus menganggap bahwa keselamatan tidak cukup hanya percaya kepada Tuhan Yesus saja tetapi juga harus berbuat baik. Bagi orang yang sudah percaya Tuhan Yesus kitapun sering kali jatuh pada kehidupan yang legalistik yaitu kita menggangap dengan belajar berbuat baik, melayani Tuhan maka Tuhan akan tambah mengasihi dan memberkati kita. Kebenarannya adalah Tuhan sudah begitu mengasihi kita dengan Dia rela mati di kayu salib untuk menebus setiap kita yang berdosa yang percaya kepadaNya.

Biarlah kita menjadi orang-orang Kristen yang memiliki hidup yang berintegritas yakni hidup sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.

Diringkas oleh: Pdm. Rian Waruwu