Cover Warta Jemaat 14 Desember 2014

1668 / WG / XII / 2014
Minggu, 14 Desember  2014
Tahun XLV

BELAJAR MENJADI TAAT
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Filipi 2:8)

Untuk menjadi taat perlu belajar. Ketika kita masih kanak-kanak, ayah kita mendidik kita supaya kita menjadi taat, dan dengan ketaatan, maka hidup kita menjadi tertib sesuai dengan aturan yang ayah berikan kepada kita. Satu teladan yang sempurna telah dilakukan Tuhan Yesus, di mana Dia belajar taat dan disempurnakan melalui penderitaanNya di kayu salib. Sebagai anak-anak Tuhan, kita juga harus belajar taat. Tetapi jenis penderitaan yang dialami Kristus ketika Dia berada di dunia ini, itulah yang kita teladani. Dia begitu taat di dalam penderitaan, kritikan dan penghinaan. Kita memang tidak memuliakan penderitaan, tetapi kita semua perlu mengerti bahwa penderitaan sesaat merupakan suatu bagian hidup dalam rencana Allah. Bayangkan apa jadinya manusia ini, bila Kristus tidak taat kepada rencana Bapa, karena dia tahu apa yang harus Dia alami.
Oleh karena itu, rasul Paulus menyatakan: "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, la telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2:5-8).
Andaikata setiap umat Tuhan mau belajar seperti Tuhan Yesus, mau melakukan apa yang Tuhan Yesus pernah lakukan, betapa indahnya pekerjaan TUHAN di dunia ini. Kita harus memiliki sisi yang positif dari hidup beriman, karena ada kemenangan dalam Kristus. Jika pada suatu ketika, dalam tugas pelayanan kita harus menderita karena ejekan, kritikan, hinaan dan bahkan penganiayaan, tetapi kita tetap taat melakukan kewajiban kita, kita percaya kemenangan demi kemenangan akan ada dipihak kita. Sebaliknya, apabila kita tidak taat, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk membuktikan kebenaran Firman Tuhan dan pasti kita tidak akan pernah tumbuh dewasa dan disempurnakan. 
"HIDUPLAH SEBAGAI ANAK-ANAK YANG TAAT." 1 Petrus l:14a

Renungan Harian 15 - 20 Desember 2014

RENUNGAN SEPANJANG MINGGU

Senin, 15 Desember 2014
MENYIAPKAN PENGGANTI (Yohanes 13:1-5)
John Stott, seorang hamba Tuhan danpenulis kristiani ternama, meninggal dunia pada 27 Juli 2011, dalam usia 90 tahun. Sebagai penginjil yang sangat bersemangat, John Stott telah mengajar banyak orang untuk sungguh-sungguh mengasihi sang Juru Selamat, juga mendukung Gereja Tuhan di seluruh dunia. Yang menarik, pemimpin John Stott Ministries sekarang, Benjamin Homan, mengatakan bahwa institusi mereka telah siap melanjutkan pelayanan apabila John Stott meninggal, sejak 15 tahun sebelumnya. “Saya pikir ia hendak memberi teladan bagi para pemimpin lembaga pelayanan, tentang meneruskan kepemimpinan kepada pemimpin-pemimpin baru,” demikian papar Homan.
Rupanya John Stott mengikuti jejak Yesus, junjungan hidupnya. Yesus tahu, tidak untuk seterusnya Dia akan mendampingi murid-murid. Suatu saat Dia mesti meninggalkan mereka. Itu sebabnya, Yesus banyak menyiapkan mereka untuk melanjutkan pelayanan. Tanpa kenal lelah, Yesus banyak sekali mengajar dan menjelaskan firman secara khusus kepada murid-murid-Nya. Dia juga tak henti memberi teladan lewat banyak peristiwa dan pengalaman. Bahkan pada saat-saat terakhir Dia hendak kembali kepada Bapa, Yesus terus memberi pesan: Dia membasuh kaki murid-murid-Nya, agar kelak mereka menjadi pemimpin yang rendah hati serta sedia melayani.
Ini mengingatkan kita semua: setiap pelayanan yang kita pegang dan tekuni saat ini, perlu diteruskan. Karena tak selamanya kita dapat mengampunya, mari segera cari penerus yang akan melanjutkan perjuangan. Titipkan pelayanan yang telah ditekuni dengan cinta, agar diteruskan untuk memuliakan-Nya.
APABILA SEBUAH PELAYANAN TELAH DIPERCAYAKAN TUHAN, RINDU PELAYANAN ITU DAPAT SELALU DITERUSKAN

Selasa, 16 Desember 2014
D.L. MOODY DAN SEPATU (Yohanes 13:1-20)
Serombongan besar pendeta Eropa menghadiri Konferensi Alkitab D.L. Moody di Massachusetts pada akhir 1800-an. Sesuai dengan tradisi Eropa, mereka biasa menaruh sepatu di luar kamar, agar malamnya para pelayan bisa membersihkan dan menyemirnya. Mereka lupa sedang berada di Amerika, yang tidak mengenal tradisi itu. Melihat hal ini, Moody meminta bantuan beberapa siswa untuk membersihkan sepatu-sepatu itu, tapi mereka enggan. Supaya tidak mempermalukan para tamu, Moody sang penginjil ternama itu mengumpulkan semua sepatu lalu membersihkan dan menyemir semuanya, di dalam kamarnya. Tanpa sengaja seorang teman masuk ke kamarnya dan melihat apa yang ia lakukan. 
Esok paginya para tamu sudah memakai sepatu yang mengilap, tanpa tahu siapa yang membersihkannya. Moody tidak memberi tahu siapa pun. Namun, teman yang memergoki Moody memberi tahu beberapa orang sehingga selama sisa konferensi itu mereka bergantian membersihkan sepatu para tamu diam-diam.
Saat Yesus dan para murid makan bersama menjelang penyaliban, Dia menanggalkan jubah-Nya dan membasuh kaki para murid. Tanpa ragu Dia memberikan teladan tentang berhati hamba meskipun Dia adalah Tuhan dan Guru. Mengapa? Sebab para murid sangat perlu kerendahan hati dalam melayani.
Seorang pelayan siap berada di tempat yang lebih rendah. Siap melakukan tugas yang tak nyaman. Siap melayani meski tak banyak dihargai. 
Setiap kita sesungguhnya juga adalah pelayan Kristus. Bersediakah kita melayani dan berhati hamba seperti Dia?
BILA ORANG BERPUSAT PADA DIRI SENDIRI, IA BISA TINGGI HATI.

Rabu, 17 Desember 2014
BERJALAN BERSAMA DIA (Ibrani 11:1-6)
Pada suatu hari yang terik di musim panas, saya dan putri saya sedang menikmati permainan arung jeram di sebuah taman wisata air. Ketika kami sedang antri untuk membeli tiket, saya mendengar seorang pria bertanya, "Adakah yang tahu ke mana tujuan arung jeram ini?" Orang yang berdiri di samping pria itu menjawab, "Saya tidak tahu." Mendengar jawaban tersebut, saya tertawa tertahan, tetapi kemudian saya menyadari bahwa sebenarnya saya pun tidak mengetahuinya.
Akan tetapi, saya tidak peduli akan hal itu. Yang penting hari itu saya dan putri saya dapat bersenang-senang. Ke mana perahu itu membawa kami pergi bukanlah hal yang penting. Yang terpenting saat itu adalah kebersamaan kami.
Pengalaman tersebut membuat saya merenungkan sikap saya sendiri terhadap ungkapan "Berjalan bersama Tuhan." Adakah kita begitu kuatir akan apa yang akan kita hadapi dalam hidup ini sehingga kita tak mampu lagi merasakan sukacita bersama-Nya setiap hari? Bukankah yang terpenting dalam kehidupan iman kita adalah persekutuan kita dengan-Nya, dan bukan hal-hal yang akan kita hadapi?
Henokh, seorang tokoh dalam Perjanjian Lama, "hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun" (Kejadian 5:22). Selanjutnya, ia terangkat ke surga untuk masuk dalam hadirat Allah tanpa mengalami kematian (Ibrani 11:5).
Mungkin kita tidak tahu apa saja yang akan kita hadapi esok, namun kita dapat menikmati perjalanan hidup ini tatkala berjalan bersama Tuhan 
ANDA BERJALAN KE ARAH YANG BENAR - BILA ANDA BERJALAN BERSAMA KRISTUS

Kamis, 18 Desember 2014
ALASAN YANG LEMAH (1 Samuel 26:1-9)
Beberapa tahun yang lalu seorang pegawai di toko daging tempat saya bekerja tertangkap basah mencuri beberapa potong daging. Ia membela diri dengan mengatakan bahwa ia layak mendapatkan daging tersebut karena ia digaji terlalu rendah. Pernyataannya merupakan alasan yang lemah untuk mendukung perilakunya yang berdosa tersebut.
Dalam 1Samuel kita membaca bagaimana Daud dikejar-kejar oleh Raja Saul. Pada suatu malam, Daud dan sahabat-sahabatnya pergi ke kemah Saul dan mendapati raja dan para pengawalnya sedang tertidur. Abisai mengatakan bahwa kesempatan ini berasal dari Allah sehingga ia meminta izin untuk membunuh Saul. Sangat mudah bagi Daud untuk menyetujuinya. Daud pasti masih ingat bagaimana ia pernah membiarkan Saul hidup saat sebenarnya ia dapat membunuhnya. Lalu saat Saul menyadari kemurahan Daud, ia pun menangis. Ia pun menyatakan bahwa Daud layak untuk menjadi raja Israel berikutnya, dan ia pun berhenti mengejar Daud (1 Samuel 24).
Namun Saul memulai kembali pengejarannya yang kejam itu. Daud bisa saja membuat alasan, "Aku pernah sekali menyelamatkannya. Kini Allah memberiku kesempatan kedua untuk membunuhnya." Tetapi Daud menolak pemikiran seperti itu dan menolak melakukannya karena ia percaya bahwa ia tidak boleh membunuh orang yang telah diurapi Allah sebagai raja atas Israel.
Ketika diperlakukan tidak adil, Anda akan tergoda untuk mencari alasan guna melampiaskan kebencian, ketidakmurnian, ketidakjujuran, dan kekejaman Anda. Namun, janganlah jatuh ke dalam pencobaan. Seperti Daud, lakukanlah yang benar. (HVL)
JIKA ANDA MEMBUAT ALASAN UNTUK SATU DOSA, MAKA DOSA ITU BERKEMBANG MENJADI DUA

Jumat, 19 Desember 2014
WILAYAH PRIBADI (Markus 12:28-34)
Sebuah cerita kartun melukiskan peristiwa kelahiran Yesus tetapi dengan ungkapan-ungkapan bahasa zaman sekarang. Dalam kartun itu, ketika para gembala sedang memberi penghormatan kepada bayi Yesus, seorang gembala berkata, "Untunglah ini terjadi di wilayah pribadi kita. Kalau tidak, kita pasti berada dalam kesulitan!"
Kartun ini bermaksud menyindir peraturan pemerintah yang melarang orang memasang simbol-simbol keagamaan di tempat umum, tetapi kalimat tersebut dapat dilihat dari sisi yang lain. Jika kita menyembah Yesus Kristus tidak dalam "wilayah pribadi kita," yakni hati kita, kita betul-betul berada dalam kesulitan. Hati, jiwa, dan pikiran berada di pusat daerah pribadi kita. Tak seorang pun dapat mengatur apa yang terjadi di sana. Dan kasih kepada sesama merupakan wujud nyata dari kehadiran Allah dalam hidup kita. Tak satu hukum pun dapat menghalanginya dari pandangan umum.
Ketika Yesus ditanya mengenai hukum yang terutama, Dia menjawab, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: 'Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri\'" (Markus 12:30-31).
Baik kita hidup dalam suasana demokrasi maupun tirani, kita bebas untuk memuliakan Yesus Kristus dalam hati kita dan menyatakan Dia melalui kasih kita. Apa yang sedang terjadi dalam "wilayah pribadi Anda"? Dapatkah orang lain melihat kehadiran Kristus dalam hidup Anda? 
BILA ANDA MEMULIAKAN KRISTUS DI DALAM HATI, DIA AKAN DIMULIAKAN LEWAT HIDUP ANDA

Sabtu, 20 Desember 2014
HATI YANG MEMBERI (2 Korintus 8:1-15)
Pada saat mengunjungi Faith Academy di Filipina, keramah-tamahan para stafnya benar-benar membuat saya terkesan. Mereka selalu memastikan kenyamanan saya dan terpenuhinya hal-hal yang saya butuhkan.
Suatu hari mereka mengajak saya berbelanja untuk membeli hadiah dan kenang-kenangan, dan kemudian membawa saya berkendaraan berkilo-kilometer jauhnya untuk menikmati suasana pedesaan di Filipina. Di saat yang lain, seorang staf membawa saya ke "Eagle Nest," suatu tempat di puncak gunung di mana saya dapat melihat seluruh kota Manila, yang berpenduduk 15 juta orang. Sungguh merupakan pemandangan yang takkan terlupakan! Pada akhir pekan, ia meluangkan seluruh waktunya untuk membawa saya ke Pulau Corregidor.
Mereka adalah orang-orang yang sibuk, tetapi mereka telah memberikan waktu mereka secara cuma-cuma untuk saya. Mereka merupakan contoh dari apa yang disebutkan Paulus dalam 2Korintus 8:5. Jemaat di Korintus selalu mendukung pelayanan Paulus karena pertama-tama mereka telah memberikan diri mereka kepada Tuhan.
Dalam hati yang telah dipersembahkan kepada Allah, akan mengalir kebaikan yang tidak mementingkan diri sendiri. Sama seperti Yesus telah memberikan diri-Nya bagi kita menjadi miskin agar kita menjadi kaya (2Korintus 8:9) demikian pula para murid-Nya mengikuti teladan-Nya dan memberi diri mereka untuk melayani orang lain.
Mari kita berjanji untuk selalu bersedia memberikan waktu dan hal-hal lain sebagaimana yang telah dilakukan Tuhan bagi kita. 
PEMBERIAN YANG TERBAIK BERASAL DARI LUBUK HATI YANG TERDALAM

News 14 - 21 Desember 2014

Jadwal Gereja Sepanjang Minggu

Minggu, 14 Desember 2014
"Hati Seorang Hamba" (Filipi 2 : 5 - 8) - PERJAMUAN KUDUS
* Darmo Harapan (Pagi), Bromo (Pagi), dan Darmo Harapan (Sore) dilayani oleh : Pdt. Yung Tik Yuk. 
* Koblen Tengah dilayani oleh : Pnt. Ir. Lindra Hariyanto.
* Gateway dan Bromo (Sore) dilayani oleh : Pdt. Susi Raswati.

KEBAKTIAN REMAJA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 09.00 - Oleh : Sdri. Wanda Eunike H. Siahaan (STTA Lawang).
* Jl. Raya Arjuna 75-A (Bromo)/Pk. 15.30 - Oleh : Sdr. Kornelius Nduru (STT Abdiel Ungaran).

KEBAKTIAN UMUM - 21 Desember 2014
"Bertumbuh Dalam Kristus Melalui Kelahiran-Nya" (Matius 2 : 1 - 18)
* Darmo Harapan (Pagi) dan Darmo Harapan (Sore) dilayani oleh : Pdt. Sia Kok Sien.
* Gateway dilayani oleh : Pnt. Ir. Lindra Hariyanto.
* Bromo (Pagi) dilayani oleh : Pnt. Ir. Andy Sutanto. 
* Bromo (Sore) dilayani oleh : Pdt. Anugrah Laia.
* Koblen Tengah dilayani oleh : Pdt. Susi Raswati. (Christmas Celebration I)

Selasa, 15 Desember 2014
PERSEKUTUAN DOA RUMAH TANGGA (PERMATA)
* PERMATA BROMO, Kel. Bp/Ibu Halim Saputra, Jl. Petemon Barat 261 - Pk. 18.00.
PERMATA KOBLEN, Kel. Bp/Ibu Soetedjo, Jl. Jemur Sari Utara VI/9 - Pk. 18.00.
PERMATA GATEWAY, Kel. Bp/Ibu Johanes Wiwoho, Ruko Gateway Kav. F-22 - Pk. 18.00.
PERMATA DARMO HARAPAN, Kel. Bp/Ibu Sintonio Rauf, Jl. Simo Mulyo Baru 1A/9 - Pk. 18.00.

Selasa, 16 Desember 2014
PENDALAMAN ALKITAB
"Surat Filipi 2 : 19 - 30"
Pdt. Anugrah Laia
Pnt. Ir. Lindra Hariyanto
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 18.30 - 20.30.

Rabu, 17 Desember 2014
KEBAKTIAN NATAL KAUM WANITA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 17.00 - Oleh Pdt. Ester Solaiman.

Kamis, 18 Desember 2014
KEBAKTIAN PENYEGARAN ROHANI
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 (Pk. 18.30 WIB) dilayani oleh : Pdt. Susi Raswati.

SABTU, 13 Desember 2014
KEBAKTIAN NATAL KAUM MUDA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 17.30 - Oleh : Ibu Lies Hari Santoso.

-----------------------------------------------------------------------------------
TEMPAT PEMBINAAN IMAN (TPI)
* TPI Tengger Kandangan - Jl. Raya Tengger Kandangan 137 - Minggu (Pk. 08.00 WIB) Sekolah Minggu, (Pk. 09.00 WIB) Pra Remaja - Jumat (Pk. 18.45 WIB).
* TPI KEDUNGASEM - Jl. Wisma Kedung Asem O-5 (Jumat, Pk. 17.00 WIB - Sekolah Minggu) dan Jl. Wisma Kedung Asem D-20 (Jumat, Pk. 19.00 WIB - Umum).
* TPI WIYUNG - Kel. Bp/Ibu Barin, Jl. Babatan Indah A-1/31 (Pk.19.00 WIB).

DOA PAGI
Senin - Sabtu (Pk. 05.30 - 06.15)

PERSEKUTUAN DOA USIAWAN
Kamis (Pk. 09.00 - 11.00)
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 dan Jl. Raya Arjuna 75-A

LATIHAN PADUAN SUARA GEREJAWI
* PS. Bromo - Minggu (Pk. 10.30 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.
* PS. Darmo Harapan - Kamis (Pk. 11.00 dan 20.00 WIB) dan Sabtu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* PS. Koblen Tengah - Jum'at (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

LATIHAN MUSIK GEREJAWI
* Koblen Tengah - Minggu (Pk. 09.00 WIB) - Jl. Koblen Tengah 22 A.
* Darmo Harapan - Sabtu (Pk. 19.30 WIB) - Jl. Darmo Harapan PF-1.
* Praise and Worship - Rabu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* Bromo - Kamis (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

KATEKISASI
Bagi Jemaat yang belum dibaptis dapat mengikuti pelajaran Katekisasi.
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 - Sabtu (Pk. 16.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Koblen Tengah 22 A - Minggu (Pk. 08.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Susi Raswati.
* Ruko Gateway Kav. F-22 - Minggu (Pk. 11.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono.

PERSEMBAHAN EXTRA NATAL 2014 dan TAHUN BARU 2015
Dalam rangka menyambut Perayaan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 diberikan kesempatan kepada jemaat untuk berpatisipasi melalui Sampul Persembahan Khusus (dibagikan 14 Desember 2014) atau berupa air mineral (untuk latihan, persiapan dan kebaktian Natal/Tahun Baru 2015). Harap Jemaat menjadi maklum adanya dan mendukung dalam doa.

POKOK DOA
* Kesetiaan jemaat Gereja Isa Almasih Surabaya.
* Anggota jemaat yang dalam pergumulan, kesulitan dan sakit.
* Kebaktian Natal, Akhir Tahun, dan Tahun Baru.
* Gereja-gereja Tuhan di Indonesia.
* Bangsa dan Negara Indonesia.

Mimbar Gereja u/Warta 14 Desember 2014

GIA Sby (Darmo Harapan Sore)
Minggu, 07 Desember 2014
HARTA TAK TERNILAI
(Filipi 2:5-8)
Oleh: Pdt. Timotius Hogiono

Dalam ayat yang kita baca Filipi 2:5-8 Rasul Paulus ingin menjelaskan kepada kita orang Kristen bagaimana hidup di dalam dunia ini. Paulus menekankan hidup dalam kesatuan supaya tidak terjadi perpecahan (ayat 1-4). Dan dalam ayat 5-8 Paulus menekankan bagaimana kita meneladani sikap hidup Tuhan Yesus. Karena ada harta yang tidak ternilai di dalam diri Yesus. Apa yang dimaksud oleh Paulus harta yang tidak ternilai dari diri Tuhan Yesus? 

  1. Tuhan Yesus memikirkan orang lain bukan dirinya sendiri (ayat 5-6), Kita harus menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat di dalam Tuhan Yesus Kristus. Menaruh pikiran: Sikap kita harus mencerminkan kehidupan Tuhan Yesus. Pikiran dan perasaan kita harus dikuasai oleh kasih Kristus. Setiap tindakan kita dasari oleh pikiran. Itulah sebabnya pikiran Kristus harus ada dalam hidup kita. Walaupun Kristus setara dengan Bapa tetapi Tuhan Yesus tidak mempertahankan dirinya sebagai Tuhan untuk kepentingan diri sendiri. Yesus tidak mempertahankan ke Allahannya sehingga Yesus mau lahir sebagai manusia yang setara dengan kita. Yesus sebagai anak Allah yang mau tunduk kepada Bapa.
  2. Tuhan Yesus rela melayani orang lain (ayat 7). Walaupun Yesus sebagai pribadi yang mulia tetapi Dia mengosongkan diri menjadi sama dengan manusia. Menghampakan diri mengambil rupa sebagai seorang hamba. Seorang hamba tidak menunjukkan haknya. tidak ada lagi hak untuk dirinya sendiri. Yesus mengasihi dan melayani kita semua. Yesus memberi bentuk pelayanan untuk kita. Budaya Yahudi, seorang budak tidak mempunyai hak apa-apa lagi. Yesus menyatakan diri sebagai hamba yang tidak mempunyai apa-apa. Sebagai seorang anak Allah Dia mengabaikan diriNya. Yesus Kristus mengenakan tubuh jasmani seperti kita. Kita seharusnya lebih mengasihi Tuhan, karena Tuhan yang sudah menyatakan anugrahNya.
  3. Tuhan Yesus Kristus rela berkorban (ayat 8). Rasul Paulus menggambarkan Yesus Kristus merendahkan diriNya bahkan sampai mati di kayu salib. Pengorbanan Tuhan bukan murahan karena Dia memberikan tubuhnya untuk menebus dosa kita. Pengorbanan Yesus suatu karya yang terbesar dalam hidup kita. Hukuman salib dalam tradisi romawi sebagai seorang penjahat besar. Apabila seorang tersalib berarti dia adalah seorang terkutuk itulah bentuk pengorbanan yang sangat mulia bagi kita. Supaya kita mendapat pengampunan dan pemulihan dalam hidup kita. 

Yesus Kristus sudah memberikan harta yang tak ternilai. Apakah kita juga mau memberikan hidup kita untuk Tuhan? Sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, maka kita juga belajar memberikan yang terbaik dalam hidup kita. Yesus dimuliakan melalui hidup kita. Amin   

Diringkas oleh: Pdt. Susi Raswati