Cover Warta Jemaat 01 Maret 2015

1679 / WG / III / 2015
Minggu, 01 Maret  2015
Tahun XLV

JANGAN CEMBURU
"Tetapi aku sedikit lagi; maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir, sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik." (Mazmur 73:2-3)

Kita tidak usah munafik dan kita akui, seringkali kita iri kepada orang-orang yang hidupnya tidak benar, tetapi sepertinya mereka tidak ditimpa dengan persoalan. Dan hal ini memang terbukti sekarang ini, banyak orang yang “berhasil” hidupnya, karena mereka berani melanggar aturan maka tidak salah jika pemazmur mengatakan: “Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.” (Mazmur 73:4,5).
Penilaian Pemazmur terhadap orang yang hidupnya tidak benar, sama dengan apa yang ada dalam pikiran kita. Bukankah kita sering mengeluh kepada Tuhan, kita sudah berdoa, berpuasa, melakukan Firman Tuhan, tetapi masih ada saja persoalan yang kita hadapi? Jika demikian pemikiran Tuhan, artinya mengapa Tuhan tidak menghukum saja mereka, bukankah orang tidak benar itu memang layak menerima hukuman?
Tetapi marilah kita dengan kepala dingin berfikir, bukankah semua yang kita lihat itu adalah pandangan secara jasmani? Ingat! Allah tidak pernah salah dalam segala perbuatanNya, dan yakinlah bahwa apa yang dinilai oleh manusia, sama sekali berbeda dengan penilaian Allah. Oleh sebab itu, sebenarnya tidak perlu kita cemburu. Sebab bila kita cemburu, sama halnya kita menempatkan diri kita di tempat yang licin, dan bila kita tidak segera sadar dengan keberadaan kita, bukan tidak mungkin, kita bisa terpeleset dan jatuh.
Memang kita sekarang ini hidup di zaman yang semuanya serba indah dan menarik. Kehidupan mereka yang tidak benar pun selalu di penuhi dengan kemewahan. Akankah kita iri hati dan cemburu? Seharusnya tidak, Tidak perlu kita buang-buang waktu hanya agar tidak cemburu. Lebih baik kita memusatkan pikiran dan hati kita, agar kita tetap punya hati yang tulus dan bersih dihadapan Tuhan, untuk mendapat kebahagiaan sejati yang tuhan sediakan. “SesungguhNya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya,” Mazmur 73:1.     

Renungan Harian 02 - 07 Maret 2015

RENUNGAN SEPANJANG MINGGU

Senin, 02 Maret 2015
SEPERTI HEWAN Mazmur 73:1-24
Namanya Elmo von Beckenbauer. Bukan nama orang. Itu nama anjing peliharaan saya. Di usia 7 tahun, Elmo paham 15 kata. Ia bisa diperintah untuk berdiri, duduk, diam, menggonggong, dan lain-lain. Kemampuan memahami kata-kata membuat anjing bisa diajak berkomunikasi. Namun menurut kajian tim National Geographic dalam Dog Genius, anjing hanya paham maksimal 150 kata. Padahal kosakata manusia jumlahnya belasan ribu. Akibatnya, anjing tak bisa sepenuhnya memahami maksud kita.
Pemazmur pernah merasa dirinya seperti hewan di dekat Tuhan. Dungu. Tidak bisa mengerti maksud Tuhan. Mengapa? Karena ia melihat kenyataan hidup bertentangan dengan janji-Nya. Orang jahat dibiarkan makmur dan mujur (ayat 3-12), sementara ia yang hidup saleh malah menderita (ayat 13-14). Mana buktinya orang benar disayang Tuhan? Buat apa kita bersusah payah hidup benar? Pemazmur sulit memahami logika Allah. Seperti hewan, ia sadar daya tangkapnya terbatas untuk mengerti kehendak-Nya. Namun hebatnya, ia tidak patah hati. "Tetapi aku tetap didekat-Mu," katanya (ayat 23). Kegigihannya untuk terus mencoba mengerti kehendak Tuhan akhirnya membuahkan hasil. Tuhan memperlihatkan kepadanya kesudahan hidup orang fasik yang sangat menyedihkan (ayat 17-20).
Saat kemalangan datang, bisa jadi kita pun menuduh Allah tidak adil. Terutama jika kita suka membandingkan nasib dengan orang lain. Hati bisa terasa pahit. Maka lebih baik kita beriman seperti pemazmur. Katakan: "Tuhan, seperti hewan, aku tidak mengerti apa maksud-Mu ... tetapi aku akan tetap di dekat-Mu!" 
TANCAPKAN SELALU JANGKAR IMANMU DEKAT ALLAH, PERAHU HIDUPMU TAK AKAN HANYUT DIBAWA OMBAK MASALAH

Sumber: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2009/02/27

Selasa, 03 Maret 2015
SAAT BIMBANG (Mazmur 73:1-5, 21-26)
Aku memanggil-Mu, ingin bergantung pada-Mu, tetapi Engkau tak menjawab. Aku sendirian .... Di mana imanku? Yang ada hanya kehampaan dan kegelapan." Demikianlah Ibu Teresa menuliskan salah satu suratnya. Ketika surat-surat pribadinya dipublikasikan, orang kaget. Tak habis pikir, bagaimana mungkin seorang rohaniwan terkenal seperti dia bisa mengalami kebimbangan hidup? Bahkan, meragukan imannya? Bukankah dunia mengenalnya sebagai tokoh yang begitu mencintai Tuhan dan sesama?
Hal ini tidak mengherankan. Pemazmur pun pernah bimbang akan kehadiran Tuhan. "Seperti hewan aku di dekat-Mu," katanya. Anjing peliharaan hanya paham beberapa instruksi tuannya. Pengertiannya terbatas sekali. Tak bisa ia memahami maksud sang tuan sepenuhnya. Seperti itulah kondisi pemazmur. Ia tak mengerti, mengapa Tuhan membiarkan orang jahat hidup enak dan jaya. Ia yang hidup bersih justru "nyaris tergelincir". Namun ia bertekad, "aku tetap didekat-Mu." Itulah yang membuatnya tetap bertahan di masa bimbang. Akhirnya, pelan-pelan Tuhan membukakan rencana-Nya dan membuat ia mengerti maksud-Nya.
Saat hidup tampak tidak adil, bisa jadi kita pun bimbang. Merasa Tuhan seolah-olah tak ada dan tak berkuasa. Kita meragukan pimpinan-Nya. Ini wajar. Tiap orang percaya pernah mengalaminya. Yang penting bagaimana sikap kita ketika menjalani masa itu. Dalam kebimbangan, Ibu Teresa tetap giat melayani sesama. Pemazmur memilih tetap mendekat pada Tuhan. Kita pun dapat memilih untuk tetap ada di jalan-Nya, sekalipun ada saat di mana hadir-Nya tidak nyata terasa.
MATAHARI SELALU ADA SEKALIPUN AWAN MENUTUPINYA. TUHAN SELALU ADA SEKALIPUN MASALAH KITA MENUTUPINYA

Sumber: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2008/08/27

Rabu, 04 Maret 2015
"KACAMATA" ALLAH (Mazmur 73:12-28)
Saat kita melihat apa yang terjadi di dunia ini, bisa jadi kita merasa seolah-olah Tuhan tidak adil. Mengapa? Sebab Tuhan sepertinya membiarkan ketidakbenaran merajalela. Orang jahat bisa bebas melakukan kejahatan tanpa terkena hukuman. Itulah yang akan kita lihat jika melihat dunia dari "kacamata" kita.
Pemazmur pernah mengalami hal yang sama. Ia melihat bahwa orang fasik hidup dengan makmur dan sukses (ayat 12). Sedangkan dirinya, malah tidak demikian. Itu membuatnya berpikir bahwa mempertahankan hidup benar adalah hal yang sia-sia (ayat 13). Namun semuanya berubah tatkala ia memandang hal tersebut dari sudut pandang Allah (ayat 17). Kesudahan orang fasik yang diperlihatkan kepadanya, sungguh membukakan mata (ayat 18-20). Membuatnya sadar bahwa hal paling berharga dalam dirinya adalah Allah sendiri, bukan hal-hal fana seperti yang dikejar orang fasik. Hanya Tuhan yang menjaminnya masuk dalam kemuliaan kekal, bukan kemakmuran duniawi apa pun. Itu sebabnya ia mengatakan bahwa yang ia ingini di bumi dan di surga hanyalah Allah (ayat 25, 26).
Maka, mari lihat segala sesuatu dari "kacamata" Allah, sehingga kita dapat melihat kebenaran yang sesungguhnya. Tidak perlu kita mengingini hal-hal yang dicapai orang lain secara tidak benar. Sebab, keadilan Tuhan tidak dapat dipermainkan oleh manusia. Dengan de-mikian, jangan berhenti untuk selalu hidup dan berlaku benar di hadapan Allah. Walau ganjarannya tak segera tampak. Ingatlah bahwa Tuhan memberi kesudahan hidup setiap manusia, sesuai dengan kebenaran yang dihidupinya. Ganjaran-Nya selalu adil.
KIRANYA HIDUP KITA TAK MENGEJAR YANG FANA SAJA, KEJARLAH TUHAN SEBAGAI HARTA YANG PALING BERHARGA

Sumber : http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2011/03/25/

Kamis, 05 Maret 2015
BERSYUKUR UNTUK STRESS? (Mazmur 73:21-26)
Pada tahun 1812, Ann Judson yang berasal dari New England berangkat bersama suaminya, Adoniram, dalam suatu perjalanan pelayanan panjang yang penuh bahaya dan kesulitan. Keluarga Judson berlayar jauh sampai ke Myanmar sebagai utusan Injil perintis.
Ann mencatat dalam buku hariannya bagaimana mereka bertahan dalam kondisi yang hampir tak tertahankan. "Setelah beberapa kali mengalami tekanan karena masa depan yang tampak suram di depan kami," tulisnya, "Segala sesuatu yang berkaitan dengan misi kecil kami menjadi serba tidak menentu. Aku merasa sulit untuk hidup hanya dengan iman, dan untuk percaya sepenuhnya kepada Allah tatkala jalan di hadapanku tampak begitu gelap."
Tetapi Ann menambahkan, "Jika jalannya lurus dan lancar, kapan kita dapat memperoleh kesempatan untuk mempercayai Allah? Jadi, daripada menggerutu dan mengeluh, aku akan bersukacita dan bersyukur karena Bapa Surgawi membuatku mempercayai-Nya dengan meniadakan hal-hal yang cenderung kita andalkan."
Lepas dari kesulitan berat yang ia alami, Ann Judson pasti sependapat dengan pemazmur, "Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya" (Mazmur 73:26).
Bagaimana sikap kita ketika hal-hal yang biasanya kita andalkan tiba-tiba tak ada lagi? Apakah kita akan berterima kasih atas setiap ujian yang dapat memperkuat iman kita? Bagi anak Allah, stres hebat dapat menumbuhkan iman yang hebat pula dan juga menunjukkan karunia Allah yang besar.
KETIKA KITA MERASAKAN TEKANAN BADAI KITA MENGETAHUI KEKUATAN JANGKAR

Sumber : http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/1998/12/17

Jumat, 06 Maret 2015
ANDA HAUS? (Mazmur 73:23-28)
Para pakar kesehatan menganjurkan kita untuk minum sedikitnya dua liter air setiap hari. Selain dapat mengurangi risiko serangan jantung, air juga menjadikan kulit kita sehat berkilau, dan membantu mengurangi berat badan. Bahkan kita harus minum lebih banyak air ketika berolahraga atau jika kita berada di suhu yang panas atau kering. Dan meskipun tidak haus, kita tetap harus minum air.
Kehausan kita akan Allah bahkan lebih bermanfaat lagi. Pada saat kita mengalami kekeringan rohani, kita akan rindu mendengar Dia melalui firman-Nya, dan kita akan mencari setetes pengetahuan akan Dia. Apabila kita melatih iman dengan cara baru, maka kita akan ingin menjadi dekat dengan-Nya dan menerima kekuatan-Nya. Kita akan menjadi semakin haus akan Allah apabila kita melihat dosa orang-orang yang ada di sekitar kita, atau ketika kita memperoleh kesadaran baru akan dosa kita sendiri dan memerlukan Dia.
Kehausan rohani adalah istilah yang dipakai di dalam Kitab Suci. Asaf haus akan jawaban dalam mazmur yang berisi pertanyaan. Ketika ia melihat kebahagiaan orang fasik, ia berseru kepada Allah untuk mengetahui alasannya (Mazmur 73:16). Ia mendapati Tuhan sebagai kekuatannya dan menyadari bahwa ia tidak mengingini apa pun selain Dia (ayat 25,26).
Apabila kita mengalami dahaga rohani, maka kita dapat mengikuti teladan Asaf dan mendekatkan diri kepada Allah (ayat 28). Dia akan memuaskan diri kita, dan membuat kita menjadi lebih haus akan Dia. Kita akan belajar untuk mengingini Dia lebih dari apa pun juga.
DAHAGA AKAN ALLAH HANYA DAPAT DIPUASKAN OLEH KRISTUS SANG AIR KEHIDUPAN

Sumber : http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2005/09/01

Sabtu, 07 Maret 2015
GODAAN  LANGKAH TENGAH (Mazmur 73)
Saya pernah berkomitmen untuk berolahraga setiap hari. Dan, untuk memenuhi komitmen saya tersebut, maka saya membeli sebuah alat olahraga. Ketika memulai komitmen itu, semangat saya berkobar-kobar; tiada hari tanpa olahraga. Namun sayang, komitmen tersebut tidak bertahan lama. Beberapa waktu kemudian semangat saya mulai pudar dan akhirnya saya berhenti berolahraga. Godaan untuk berhenti yang paling besar adalah godaan yang muncul di langkah tengah.
Asaf pernah tergoda untuk berhenti dari segala upayanya menjaga kekudusan di hadapan Tuhan. Ia merasa bahwa segala upayanya sia-sia tatkala melihat orang fasik ternyata bisa hidup lebih baik. Dalam pikirannya, ia mengira bahwa seharusnya orang fasik dihukum Tuhan dan orang benar diberkati. Akan tetapi kenyataan yang dilihatnya malah yang sebaliknya. Meski demikian, dalam perjalanan melewati pergumulan tersebut Alkitab mencatat bahwa akhirnya Asaf bertobat dan kembali melangkah. Apa yang membuatnya kembali melangkah? Ketika melihat garis akhir, ia sadar bahwa selama ini ia memandang segala sesuatu berdasarkan pikirannya sendiri, bukan dari sudut pandang Allah. Ia hanya melihat apa yang ada di depan mata, bukan garis akhirnya.
Dalam perjalanan hidup kristiani, kita bisa mengalami apa yang dialami Asaf. Kita bisa tergoda untuk berhenti di tengah jalan. Kita mungkin melihat seolah-olah segala upaya mengikut Tuhan sia-sia, karena Tuhan tidak melakukan seperti apa yang kita inginkan atau pikirkan. Maka, penting sekali kita memelihara pengharapan dengan melihat garis akhir kehidupan setiap orang, menurut sudut pandang Allah.
RETRET BERARTI BERHENTI DARI SEGALA KEGIATAN KITA DAN KEMBALI MELIHAT HIDUP DARI SUDUT PANDANG ALLAH

Sumber: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2010/06/12

News 01 - 07 Maret 2015

Jadwal Gereja Sepanjang Minggu

Minggu, 01 Maret 2015
"Krisis Iman Yang Menjadi Berkat" (Mazmur 73) - Persembahan Persepuluhan.
* Darmo Harapan (Pagi), Gateway, dan Bromo (Sore) dilayani oleh : Pdt. Timotius Hogiono.
Koblen Tengah, Bromo (Pagi), dan Darmo Harapan (Sore) dilayani oleh : Pdt. Menahem L. Soetedja.

KEBAKTIAN REMAJA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 09.00 - Oleh : Ev. Iis Achsa (Surabaya).
* Jl. Raya Arjuna 75-A (Bromo)/Pk. 15.30 - Oleh : Ev. Iis Achsa (Surabaya).

KEBAKTIAN UMUM - 08 Maret 2015
"Bersyukurlah Senantiasa" (Kolose 3 : 17 ; 1 Tesalonika 5 : 18) - Perjamuan Kudus.
* Darmo Harapan (Pagi), Koblen Tengah, dan Bromo (Pagi) dilayani oleh : Pdt. Timotius Hogiono.
Gateway, dan Bromo (Sore) dilayani oleh : Pdt. Susi Raswati.
* Darmo Harapan (Sore) dilayani oleh : Ev. Mercy Matakupan.

Senin, 02 Maret 2015
PERSEKUTUAN DOA RUMAH TANGGA
PERMATA BROMO - Kel. Bp/Ibu Robby Untoro, Jl. Embong Malang 78 H (Pk. 18.00).
PERMATA GATEWAY - Kel. Bp/Ibu Johanes Wiwoho, Ruko Gateway Kav.F-22 Waru Sidoarjo (Pk. 18.00).

Selasa, 03 Maret 2015
KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 16.30 - Oleh Sdri. Wanda Eunike H. Siahaan (STTA Lawang).

PENDALAMAN ALKITAB
Kolose 2 : 1 - 15
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 18.30 - 20.30
Oleh Pdt. Anugrah Laia dan Pnt. Ir. Lindra Hariyanto.

Rabu, 04 Maret 2015
KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 17.00 - Oleh Ibu Lois Sutjipto.
* Ruko Gateway Kav F-22 / Pk. 18.00 - Oleh Pdt. Anugrah Laia.

PERSEKUTUAN DOA MALAM
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 19.00 - Oleh Sdri. Wanda Eunike H. Siahaan (STTA Lawang).

Kamis, 05 Maret 2015
KEBAKTIAN PENYEGARAN ROHANI
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 18.30 - Oleh : Pdt. Wahyu Pramudia (Surabaya).

SABTU, 07 Februari 2015
KEBAKTIAN KAUM MUDA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 17.00 - Oleh : Sdri. Wanda Eunike H. Siahaan (STTA Lawang).
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 17.30 - Oleh Sdr. Ronny Budiman (SAAT-Malang).
* Ruko Gateway Kav F-22 / Pk. 18.00 - Oleh dr. Purnama Nugraha.
---------------------------------------------------------------------------------------------
TEMPAT PEMBINAAN IMAN
TPI TENGGER KANDANGAN (Jl. Raya Tengger Kandangan 137 Surabaya)
Jumat (Pk. 18.45)
Minggu (Pk. 08.00 - Sekolah Minggu)
Minggu (Pk. 09.00 - Pra Remaja)

TPI KEDUNG ASEM
Jumat (Pk. 17.00 - Sekolah Minggu) - Jl. Wisma Kedung Asem O-5 Surabaya
Jumat (Pk. 19.00 - Umum) - Jl. Wisma Kedung Asem D-20 Surabaya

TPI WIYUNG
Jumat, 06 Maret 2015 (Pk. 19.00) - Kel. Bp/Ibu Yossi, Jl. Babatan Indah A-2/6 Surabaya

DOA PAGI
Senin - Sabtu (Pk. 05.30 - 06.15)

PERSEKUTUAN DOA USIAWAN
Kamis (Pk. 09.00 - 11.00)
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 dan Jl. Raya Arjuna 75-A

LATIHAN PADUAN SUARA GEREJAWI
* PS. Bromo - Minggu (Pk. 10.30 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.
* PS. Darmo Harapan - Kamis (Pk. 11.00 dan 20.00 WIB) dan Sabtu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* PS. Koblen Tengah - Jum'at (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

LATIHAN MUSIK GEREJAWI
* Koblen Tengah - Minggu (Pk. 09.00 WIB) - Jl. Koblen Tengah 22 A.
* Darmo Harapan - Sabtu (Pk. 19.30 WIB) - Jl. Darmo Harapan PF-1.
* Praise and Worship - Rabu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* Bromo - Kamis (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

KATEKISASI
Bagi Jemaat yang belum dibaptis dapat mengikuti pelajaran Katekisasi.
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 - Sabtu (Pk. 16.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Koblen Tengah 22 A - Minggu (Pk. 08.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Susi Raswati.
* Ruko Gateway Kav. F-22 - Minggu (Pk. 11.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono.

POKOK DOA
* Kesetiaan jemaat Gereja Isa Almasih Surabaya.
* Anggota jemaat yang dalam pergumulan, kesulitan dan sakit.
* Gereja-gereja Tuhan di Indonesia.
* Bangsa dan Negara Indonesia.

BERITA PERNIKAHAN GEREJA
Ada diminta pernikahan Gerejawi antara :

Sdr. Djito Kusumo
dengan
Sdri. Liana Octavia Widodo

Minggu 15 Maret 2015
Pk. 12.00 WIB
Gereja Isa Almasih Surabaya
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 Surabaya

Jika setelah diumumkan 2 minggu berturut-turut tidak ada keberatan yang sah, maka Pernikahan Gerejawi tersebut akan dilaksanakan pada tanggal dan tempat tersebut diatas.

Mimbar Gereja u/Warta 01 Maret 2015

GIA Sby (Darmo Harapan Sore)
Minggu, 22 Februari 2015
TUHAN YESUS TURUT MERASAKAN KELEMAHAN-KELEMAHAN KITA (Ibrani 4:15-16)
Oleh: Pdt. Timotius Hogiono

Dalam surat Ibrani ini, kita tidak mengetahui pasti siapa penulisnya. Namun yang terpenting adalah surat ini ditunjukkan kepada orang-orang Yahudi yang percaya, dan juga kepada kita bahwa Kristus adalah Iman besar Agung kita yang telah mendamaikan dan mempersatukan kita dengan Allah. Untuk itu dalam bagian firman Tuhan yang kita baca renungkan bersama-sama maka ada beberapa hal yang kita perhatikan yaitu :
  • Kristus adalah Imam besar Agung. Dalam Perjanjian Lama ketika umat Tuhan beribadah kepada Allah maka tidak boleh semua umat Allah itu masuk dalam ruang maha kudus. Tetapi hanya imam besarlah yang boleh masuk dalam ruang maha kudus untuk membawa korban kepada Allah , dan sebelum imam besar itu masuk ruang maha kudus maka ia harus mempersiapkan diri. Itupun imam hanya boleh masuk dalam ruang maha kudus sekali setahun. Disini kita melihat bahwa imam besar tadi hanya membawa korban kepada Allah. Tetapi sekarang kita memiliki Imam besar  Agung yaitu Yesus Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya sendiri. Sekarang, karena Dia kita berada dalam hadirat Allah, kita dapat menghampiri Allah dengan keberanian. Pengorbanan dan darah-Nya yang telah menyucikan dan menguduskan kita sehingga kita dibenarkan dihadapan Allah. Ini berarti bahwa Tuhan Yesus Kristus telah melewati semua area dan telah menjadi perintis bagi kita, sehingga umat tebusan-Nya boleh kembali dipersatukan kembali dengan Allah Bapa.
  • Kristus adalah Imam besar yang Mahakuasa. Artinya Imam besar Agung yang kita miliki senantiasa memberikan kesempatan kepada kita untuk selalu datang kepada-Nya, bahkan Ia turut merasakan penderitaan yang kita alami dan rasakan.
  • Yesus Kristus adalah Imam Agung yang turut merasakan segala kelemahan kita. Artinya bahwa Kristus turut merasakan apa yang kita rasakan. Maka dalam ayat 16, kata sebab merupakan kesimpulan bahwa Dia senantiasa melihat, peduli kepada setiap anak-anakNya. Untuk itu kita diberikan keberanian untuk datang dan menghampiri Allah. Dia yang penuh kasih karunia yang senantiasa menyertai dan memelihara kehidupan kita. Oleh sebab itu berserah dan berharaplah kepadaNya senantiasa maka ia akan menolong dan memberikan kekuatan kepada kita. Sehingga dalam setiap pergumulan Ia sendiri melimpahkan kasih karuniaNya kepada umat tebusan-Nya. Tuhan Yesus Kristus memberkati. Amin.    

Diringkas oleh: Pdt. Anugrah Laia