Cover Warta Jemaat 25 Januari 2015

1674 / WG / I / 2015
Minggu, 25 Januari  2015
Tahun XLV

MERESPONI PANGGILAN TUHAN
Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kau sampaikan. (Yeremia 1:7)

Setiap kita dipanggil oleh Tuhan untuk suatu rencana, yaitu melakukan kehendak-Nya. Dan Tuhan punya cara yang berbeda-beda ketika la memanggil seseorang. Demikian pula dengan Yeremia. salah seorang nabi besar yang hidup pada masa Perjanjian lama, yang dipanggii oleh Tuhan justru ketika ia masih berusia muda. Tuhan punya rencana yang luar biasa atas hidup Yeremia yaitu ia dipersiapkan untuk menjadi nabi bagi bangsa Israel. Pada awalnya, Yeremia nampak ragu-ragu dan tidak percaya akan panggilan Tuhan itu. Maka dari itu, firman Tuhan kembali menegaskan "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu. Aku telah mengenal engkau. dan sebelum engkau keluar dari kandungan. Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Janganlah takut kepada mereka. sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau," (Yeremia 1:5.8).
Dengan panggilan Tuhan, seseorang akan menerima kekuatan untuk mengembangkan diri di bawah pimpinan Roh Kudus. Itu adalah satu titik tolak seseorang dipisahkan dari dunia, melalui anugerah-Nya yang luar biasa. Dan dalam panggilan-Nya, Tuhan tidak melihat status, tampang, harta ataupun talenta yang dimiliki oleh seseorang. tetapi bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah: manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati." (1 Samuel 16:7). Hati yang penuh kerendahan untuk dibentuk, itulah yang dipakai oleh Tuhan. Sekali kita menerima Yesus sebagai juru selamat pribadi, maka hal itu merupakan awal sebuah panggilan Allah bagi kita.
Tuhan memanggil kita untuk melakukan pekerjaan Tuhan yaitu "kamu akan Kujadikan penjala manusia." (Matius 4:19). Keadaan dunia saat ini kian tidak baik, kejahatan sangat merajalela: pengguna narkoba ada dimana-mana, kota-kota besar, maraknya sex bebas dan aborsi. kasus kawin cerai, bunuh diri dan lain sebagainya. Oleh karena itu kita harus segera meresponi panggilan Tuhan ini untuk terbeban memberitakan keselamatan bagi orang lain, selagi masih ada waktu dan kesempatan. "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. (Matius 9:37).

Renungan Harian 26 - 31 Januari 2015

RENUNGAN SEPANJANG MINGGU

Senin, 26 Januari 2015
RENCANA-NYA TAK GUGUR (Yeremia 1:1-19)
Saya anak bungsu dari sebelas bersaudara, dua di antaranya meninggal pada usia muda. Orangtua saya mengira tidak akan punya anak lagi karena usia Ibu sudah lebih dari 44 tahun saat mengandung saya. Ketika saya sudah masuk sekolah teologi, Ibu menuturkan pengakuan yang mengagetkan. “Sebenarnya kamu anak yang tidak diharapkan. Ibu sudah berusaha mengkonsumsi makanan tertentu agar janinmu gugur. Tetapi, inilah rencana Tuhan. Sekarang kamu akan menjadi pelayan-Nya!” Saat ini, saya telah sembilan tahun melayani di antara orang-orang non-Kristen.
Allah menegaskan kepada Yeremia bahwa sejak ia dalam kandungan, Dia sudah memiliki rencana untuknya. Allah telah mempersiapkannya. Ia menjadi nabi di tengah sulitnya kehidupan politik Israel. Ia bahkan dianggap pengkhianat bangsa karena menganjurkan Israel menyerah kepada Babel untuk dibawa sebagai tawanan, dan tidak meminta pertolongan kepada bangsa Mesir. Ia mengalami banyak penderitaan dalam melakukan tugas kenabian, namun ia tetap setia. Dan, seperti ketetapan Tuhan, ia bernubuat mengenai bangsa-bangsa (Yer. 46-51).
Banyak orang mengira keberadaannya di dunia ini hanya suatu kebetulan. Namun, orang percaya hendaknya menyadari bahwa ia ada di dunia ini karena Tuhan memiliki rencana atas hidup mereka. Anda mungkin tidak dipanggil menjadi nabi besar seperti Yeremia, namun Anda dapat menjadi nabi bagi seseorang di samping Anda. Tempuhlah jalan Tuhan, maka Anda akan melihat rencana-Nya yang besar untuk Anda!
RENCANA ALLAH JAUH MELAMPAUI RENCANA PALING SEMPURNA YANG DAPAT DIRANCANGKAN OLEH MANUSIA

Selasa, 27 Januari 2015
MASA LALU TEOLOGIS vs. BIOGRAFIS (Yeremia 1:1-10)
Penumpang tua yang duduk di sebelah saya berulang kali menoleh ke kanan dan ke kiri. Saya penasaran dan bertanya. Bapak itu menjelaskan, “Ini karena saya dulu sopir selama 30 tahunan.” Contoh sederhana ini membuktikan bahwa seperti apa kita saat ini terkait erat dengan apa yang kita alami di waktu-waktu sebelumnya. 
Yeremia itu nabi besar. Pelayanannya sangat sulit, tetapi bisa setia sampai akhir. Tentu menarik dan penting mengerti sejarahnya ia bisa seperti itu. Akan tetapi, ternyata Alkitab sedikit saja mencatat data-data (masa lalu) biografis nabi ini: hanya nama dan profesi ayahnya, serta kota kelahirannya (ayat 1). Yang banyak dicatat justru masa lalu teologisnya, yakni tentang apa yang Allah kerjakan pada ”masa lalu” Yeremia, di mana Allah telah mengenal, menguduskan, menetapkan, bahkan memperlengkapi Yeremia menjadi nabi bagi bangsa-bangsa! (ayat 5-10). Ini jauh lebih penting dan lebih menentukan masa kini dan masa depan Yeremia, dibanding keterbatasan atau kelemahan pribadi Yeremia. Masa lalu teologis inilah rahasia keberhasilan nabi Yeremia melaksanakan tugas kenabiannya yang berlangsung lama dan sulit itu. 
Kita bukan nabi, tetapi sebagai umat pilihan di zaman ini, kita juga mengemban misi Allah. Seperti Yeremia, kita dipanggil menjadi berkat bagi kota, bangsa, dan bagi zaman kita. Tugas apa yang Allah percayakan pada Anda saat ini? Buatlah komitmen untuk menaatinya, terlepas dari ada-tidaknya kelemahan yang Anda punya, karena panggilan Allah itu jaminan bahwa Anda pasti bisa melaksanakannya!
PANGGILAN ITU BERSANDAR PADA APA YANG TUHAN LAKUKAN PADA KITA, BUKAN PADA APA YANG BISA KITA LAKUKAN BAGI DIA.

Rabu, 28 Januari 2015
ASAL MAU, PASTI BISA? (Yeremia 1:4-10)
Seorang teman menawari saya ikut bisnis multilevel marketing (MLM). Saya menolak. Sederhana saja. MLM pasti menawar-nawarkan produk pada orang, sedangkan saya paling tidak nyaman melakukan kerja pemasaran. Teman saya berkomentar, "Ah, asal mau belajar, lama-lama pasti bisa." Saya hanya tersenyum, meskipun sebenarnya ingin menangkis, "Memangnya, asal mau belajar, kamu juga bisa menjadi penulis seperti saya?"
Apakah firman Tuhan mendukung pendapat "asal mau belajar, kamu bisa melakukan apa saja" ini? Tentu tidak. Para penerjemah Alkitab New Century Version menyalin kalimat "Aku telah menguduskan engkau" dalam nas kali ini menjadi "Aku telah menyisihkan engkau untuk pekerjaan khusus." Pekerjaan khusus! Pernyataan Tuhan kepada Yeremia ini tentulah berlaku pula bagi kita semua. Ya, kita tidak diciptakan untuk menjadi ahli segala sesuatu; kita diciptakan untuk menjadi spesialis bidang tertentu. Dan, jika Tuhan menyiapkan pekerjaan khusus, Dia pasti juga memperlengkapi kita dengan kecakapan untuk melakukannya, bukan?
Jadi, tantangan kita masing-masing ialah menemukan pekerjaan khusus yang disiapkan Tuhan bagi kita. Untuk mengetahuinya, kita dapat menjalani tes penelusuran minat dan bakat. Kita dapat pula mencermati kembali perjalanan hidup kita: bidang apa yang benar-benar kita sukai, yang mampu kita kerjakan dengan kecakapan istimewa, dengan hasil yang memuaskan hati? Jika kita menekuni bidang tersebut, dan mendayagunakannya untuk melayani Tuhan dan sesama, kita akan menemukan kepuasan sejati dalam bekerja.
ANDA TIDAK BISA MENJADI APA SAJA YANG ANDA INGINKAN, TETAPI ANDA BISA MENJADI APA SAJA YANG ALLAH INGINKAN DARI ANDA-Max Lucado

Kamis, 29 Januari 2015
PANGGILAN MELAYANI (Yeremia 1:4-19)
Bayangkan Anda tengah berada dalam krisis multidimensional berskala nasional, dan Tuhan memanggil Anda untuk menjadi nabi-Nya bagi bangsa-bangsa (ay. 4), sebuah pelayanan lintas negara. Anda dipanggil untuk menyampaikan berita yang berdampak bagi bangsa yang terancam (Yehuda) dan yang mengancam (Babel). Ini sebuah kepercayaan yang amat besar, sekaligus sebuah tugas yang jauh dari sepele!
Jika pada awalnya Yeremia tampak gentar, tentulah kita dapat memahaminya. Untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa di tengah suasana genting seperti itu, tentu dibutuhkan seseorang yang berpengalaman, matang, mantap, sudah terbukti dan teruji validitasnya. Siapa yang mau mengambil risiko dengan menempatkan seseorang yang masih hijau? Yeremia pun tampaknya tahu diri sehingga ia berusaha mengelakkan panggilan itu. Namun, panggilan Tuhan memang melampaui perhitungan manusia. Dalam perspektif-Nya, kemudaan dan kekurang piawaian bicara bukan halangan. Dalam misteri panggilan-Nya, Tuhan bahkan sudah mengenal dan menguduskan Yeremia sebelum ia hadir di rahim ibunda (ay. 4)! Bukan hanya memilih, Tuhan juga menyertainya. Dalam ay. 7-10, setidaknya ada lima kata kerja yang menyatakan penyertaan Tuhan.
Bukankah itu suatu penegasan yang kuat bahwa jika Tuhan memanggil kita untuk bekerja, Dia sendiri turut bekerja melalui pekerjaan kita? Indah, bukan? Bagaimana dan apa tanggapan kita terhadap panggilan Tuhan dalam konteks kita masing-masing? Apakah jawaban Anda?
TUHAN TIDAK PERNAH MELEPASKAN KITA SEORANG DIRI; DIA SENANTIASA MENYERTAI KITA DALAM MENJALANKAN PANGGILAN-NYA

Jumat, 30 Januari 2015
MERASA TIDAK SANGGUP (Yeremia 1:1-10)
"Saya tidak bisa." Dengan kata-kata tersebut, kita sering menolak tanggung jawab untuk melakukan sesuatu yang Allah inginkan.
Saya masih ingat dengan jelas rasa ketidaksanggupan yang saya alami ketika berdiri di depan kelas untuk praktek mengajar. Saya lebih suka digigit itik daripada berdiri di depan pada siswa berusia 17-an untuk mengajar pelajaran tata bahasa.
Bagaimanapun juga, kita tidak perlu menyalahkan rasa takut itu dan menjadikannya alasan untuk menghindari tujuan hidup yang telah Allah tetapkan bagi kita.
Lihatlah Yeremia. Allah telah mempersiapkannya untuk menjadi "nabi bagi bangsa-bangsa" (Yeremia 1:5). Namun saat ia mendengar rencana Allah, serta merta ia menolak dan berkata, "Sesungguhnya aku tidak pandai bicara, sebab aku ini masih muda" (ayat 6). Tidak jelas berapa usia Yeremia pada waktu itu, tetapi yang jelas hal itu tidak menjadi masalah bagi Allah. Dia tidak menerima penolakan Yeremia. Sebaliknya, Tuhan akan menyediakan apa yang dibutuhkan oleh Yeremia agar dapat berhasil, yakni kesanggupan (ayat 7), penyertaan-Nya (ayat 8), dan kata-kata yang harus di ucapkan (ayat 9).
Dengarkanlah Allah. Apa panggilan Allah yang harus Anda kerjakan bagi-Nya? Apakah hal itu tampak sulit untuk dilakukan? Mustahil! Bila Allah memberikan tugas kepada Anda, maka bukan Anda sendiri yang akan mengerjakannya Dia yang akan bekerja melalui Anda. Dia yang akan mengatasi ketidaksanggupan Anda.
KEKUATAN ALLAH SENANTIASA MENYERTAI PANGGILAN-NYA

Sabtu, 31 Januari 2015
BERDOALAH (Kisah Para Rasul 12:5-17) 
Ketika saya masih menjadi pendeta, saya sering mengunjungi para penghuni panti wreda. Dari berbagai kunjungan yang saya lakukan, saya tidak akan pernah melupakan perjumpaan saya dengan seorang wanita tua. Ia buta dan telah terbaring di tempat tidur selama tujuh tahun, namun ia masih tampak manis dan berseri-seri. Pada suatu hari, ia menceritakan mimpinya. Dalam mimpinya, ia seolah-olah berada di taman yang indah. Di sana terhampar rumput yang hijau seperti permadani dan aroma bunga memenuhi udara.
Ia kemudian berlutut karena terpana oleh pemandangan itu. Saat pikirannya terbawa ke suasana surga, ia merasa bahwa ia perlu mendoakan pendetanya, mendoakan saya, dan mendoakan orang lain. Ketika terbangun, ia menemukan dirinya masih tergolek di tempat tidur rumah sakit. Sambil tersenyum, ia berkata, "Pak Pendeta, awalnya saya memang agak kecewa. Tetapi, rasanya mimpi itu seperti nyata. Tempat tidur tua ini telah menjadi taman doa selama tujuh tahun!" Doa telah menjadikan ruangannya sebuah tempat kudus untuk menjalani saat teduh dan menikmati berkat.
Doa juga membuat suatu perbedaan ketika Petrus sedang berada di dalam penjara (Kisah Para Rasul 12). Berdoa tidak selalu mudah, karena doa syafaat yang sejati memerlukan kedisiplinan. Banyak di antara kita terbiasa mengucapkan kata-kata indah tanpa benar-benar berdoa. Akan tetapi, Allah kerap kali membuat kita berlutut melalui tekanan keadaan, di mana kita sungguh-sungguh mencari "TUHAN dan kekuasaan-Nya; mencari wajah-Nya selalu" (1Tawarikh 16:11). (HVL)
ALLAH DAN DOA BERJALAN BERIRINGAN MENGABAIKAN SALAH SATU BERARTI MENGABAIKAN YANG LAINNYA

News 25 Januari - 01 Februari 2015

Jadwal Gereja Sepanjang Minggu

Minggu, 25 Januari 2015
"Sebelum Aku Membentuk Engkau Dalam Rahim Ibumu, Aku Telah Mengenal Engkau" (Yeremia 1 : 4 - 10) - Persembahan Pembangunan
* Darmo Harapan (Pagi), Gateway, dan Bromo (Sore) dilayani oleh : Pdt. Susi Raswati.
Koblen Tengah, Bromo (Pagi), dan Darmo Harapan (Sore) dilayani oleh : Pdt. Areng Mutak (Lawang).

KEBAKTIAN REMAJA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 09.00 - Oleh : Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Raya Arjuna 75-A (Bromo)/Pk. 15.30 - Oleh : Pdt. Timotius Hogiono.

KEBAKTIAN UMUM - 01 Februari 2015
"Tatkala Allah Meminta" (Kejadian 22 : 1 - 9) - Persembahan Persepuluhan
* Darmo Harapan (Pagi), Gateway, dan Bromo (Sore) dilayani oleh : Ev. Sigit Poerbandoro.
Koblen Tengah, Bromo (Pagi), dan Darmo Harapan (Sore) dilayani oleh : Pdt. Susi Raswati.

Senin, 26 Januari 2015
PERSEKUTUAN DOA RUMAH TANGGA
* PERMATA DARMO HARAPAN, Kel. Bp/Ibu Jasper Sugiharto, Jl. Simpang Darmo Permai Selatan XX/20, Pk. 18.00.
* PERMATA KOBLEN dan BROMO, Kel. Ibu Patmiasri, Jl. Tembok Gede III/52, Pk. 18.00.

Selasa, 27 Januari 2015
KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 16.30 - Oleh Sdri. Wanda Eunike H. Siahaan.

PENDALAMAN ALKITAB
Filipi 4 : 10 - 23
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 18.30 - 20.30
Oleh Pdt. Susi Raswati dan Pnt. Ir. Lindra Hariyanto.

Rabu, 28 Januari 2015
KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 17.00 - Oleh Sdri. Wanda Eunike H. Siahaan.
* Ruko Gateway Kav. F-22 / Pk. 18.00 - Oleh Pdt. Anugrah Laia.

PERSEKUTUAN DOA MALAM
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 19.00 - Oleh Pdt. Timotius Hogiono.

Kamis, 29 Januari 2015
KEBAKTIAN PENYEGARAN ROHANI
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 18.30 - Oleh : Pdt. Deddy G. Satyaputra.

SABTU, 31 Januari 2015
KEBAKTIAN KAUM MUDA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 17.00 - Oleh : Pdm. Rian Waruwu.
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 17.30 - Oleh Pdt. Anugrah Laia.
* Ruko Gateway Kav F-22 / Pk. 18.00 - Oleh Sdri. Vivianty Tumade (STTA Lawang).
---------------------------------------------------------------------------------------------
TEMPAT PEMBINAAN IMAN
TPI TENGGER KANDANGAN (Jl. Raya Tengger Kandangan 137 Surabaya)
Jumat (Pk. 18.45)
Minggu (Pk. 08.00 - Sekolah Minggu)
Minggu (Pk. 09.00 - Pra Remaja)

TPI KEDUNG ASEM
Jumat (Pk. 17.00 - Sekolah Minggu) - Jl. Wisma Kedung Asem O-5 Surabaya
Jumat (Pk. 19.00 - Umum) - Jl. Wisma Kedung Asem D-20 Surabaya

TPI WIYUNG
Jumat, 30 Januari 2015 (Pk. 19.00) - Kel. Bp/Ibu Suwitono Agung, Jl. Darmo Indah Timur P-17 Surabaya

DOA PAGI
Senin - Sabtu (Pk. 05.30 - 06.15)

PERSEKUTUAN DOA USIAWAN
Kamis (Pk. 09.00 - 11.00)
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 dan Jl. Raya Arjuna 75-A

LATIHAN PADUAN SUARA GEREJAWI
* PS. Bromo - Minggu (Pk. 10.30 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.
* PS. Darmo Harapan - Kamis (Pk. 11.00 dan 20.00 WIB) dan Sabtu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* PS. Koblen Tengah - Jum'at (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

LATIHAN MUSIK GEREJAWI
* Koblen Tengah - Minggu (Pk. 09.00 WIB) - Jl. Koblen Tengah 22 A.
* Darmo Harapan - Sabtu (Pk. 19.30 WIB) - Jl. Darmo Harapan PF-1.
* Praise and Worship - Rabu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* Bromo - Kamis (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

KATEKISASI
Bagi Jemaat yang belum dibaptis dapat mengikuti pelajaran Katekisasi.
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 - Sabtu (Pk. 16.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Koblen Tengah 22 A - Minggu (Pk. 08.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Susi Raswati.
* Ruko Gateway Kav. F-22 - Minggu (Pk. 11.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono.

POKOK DOA
* Kesetiaan jemaat Gereja Isa Almasih Surabaya.
* Anggota jemaat yang dalam pergumulan, kesulitan dan sakit.
* Gereja-gereja Tuhan di Indonesia.
* Bangsa dan Negara Indonesia.

PERNIKAHAN GEREJAWI
Ada diminta Pernikahan Gerejawi antara :
Sdr. Agung Subiono Hartoyo
dengan
Sdri. Elianingsih

Sabtu, 07 Februari 2015 (Pk. 11.00 WIB)
Gereja Isa Almasih
Jl. Darmo Harapan PF-1 Surabaya

Jika setelah diumumkan 2 minggu berturut-turut tidak ada keberatan yang sah, maka Pernikahan Gerejawi tersebut akan diadakan pada tanggal dan tempat tersebut diatas.

Mimbar Gereja u/Warta 25 Januari 2015

GIA Sby (Darmo Harapan Sore)
Minggu, 18 Januari 2015
TUHAN SUMBER KEKUATAN KITA
(Keluaran 13:20-22; Keluaran 15:22-27)
Oleh: Pnt. Ir. Lindra Hariyanto

Di dalam kebenaran Firman Tuhan pada hari ini, kita melihat peristiwa dimana ketika bangsa Israel meninggalkan Mesir jumlahnya 600 ribu laki-laki dewasa, dan itu belum termasuk anak-anak, istri, dan budak mereka. Jikalau di hitung jumlah mereka secara keseluruhan kira-kira ada 3 juta orang. Ketika mereka di dalam perjalanan dari Sukot dan berkemah di Etam, di tepi padang gurun bangsa Israel mengalami masalah yaitu tidak ada air sehingga membuat mereka kehausan. Bangsa Israel mulai mengeluh kepada Musa dengan kondisi yang mereka alami saat itu. Kebenaran firman Tuhan mengingatkan umat-Nya bahwa:

  • Penyertaan Tuhan tidak menjamin umat-Nya tidak mengalami masalah (ayat 21). Tuhan itu Maha Kuasa serta melihat keberadaan bangsa Israel pada waktu itu. Tuhan berjalan di depan mereka pada siang hari dengan tiang awan dan tiang api pada malam hari. Namun ketika bangsa Israel mengalami masalah mereka tidak dapat melihat penyertaan Tuhan yang luar biasa.
  • Penyertaan Tuhan tidak menjamin umat-Nya selalu berkecukupan (15: 22-25). Umat Israel berpikir bahwa mereka akan terus mengalami kecukupan karena Tuhan ditengah-tengah mereka. Seharusnya itu membawa sebuah kesadaran bahwa Tuhan tidak meninggalkan mereka dengan tiang awan dan tiang api, juga oleh Firman Allah yang terus mengingatkan mereka (ayat 26). Ada teguran yang cukup keras bagi bangsa Israel, jika kamu mendengar dengan sungguh-sungguh artinya Firman Tuhan itu membawa perubahan yang nyata bagi setiap orang yang mau di perbaharui oleh-Nya. Pembaharuan itu sendiri oleh karya Roh Kudus bagi setiap umat-Nya.
  • Tuhan menuntun umat-Nya pada jalan yang tidak salah. Dalam penderitaan, kesulitan hidup yang dialami oleh umat Tuhan, pemeliharaan dan penyertaanTuhan tetap ada di dalam kehidupan orang-orang percaya. Walaupun kadangkala kita tidak mengerti apa rencana-Nya. 

Tetap percaya bahwa Ia adalah Allah yang setia yang tidak pernah meninggalkan kita sampai selama-lamanya, karena Ia satu-satunya sumber pengharapan kita. Allah pasti memberi yang terbaik bagi setiap anak-anak-Nya terbukti lewat pengorbanan Kristus telah memberi yang terbaik bagi kita yaitu kehidupan yang kekal.

Diringkas oleh: Pdm. Juni K. Telaumbanua