Cover Warta Jemaat 21 Juni 2015

1695 / WG / VI / 2015
Minggu, 21 Juni  2015
Tahun XLVI

WASIAT TELAH DISAHKAN 
"Saudara-saudara, baiklah kupergunakan suatu contoh dari hidup sehari-hari. Suatu wasiat yang telah disahkan, sekalipun ia dari manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambah oleh seorang pun“ (Galatia 2:16). 

Dalam kebanyakan keluarga kaya sering timbul masalah pada saat ada pembagian warisan. Sulitnya dari surat wasiat adalah bahwa itu sah dan tidak dapat dikurangi atau ditambahi. Apa yang sudah ditulis dan ditentukan di dalamnya itulah yang harus diperbuat dan dilakukan. Tidak ada unsur yang dapat membatalkan isi wasiat itu.
Di sini janji Allah kepada bangsa Israel yang diterima pertama kali oleh Abraham, yakni semua bangsa di bumi akan mendapat berkat (Kejadian 12:1-3) memiliki ketentuan seperti dimiliki oleh surat wasiat. Paulus di sini membantah anggapan yang dianut oleh para penganut Yudaisme bahwa Hukum Taurat yang diterima oleh Musa telah mengubah janji Allah kepada Abraham. Ia mengatakan bahwa yang dapat mengubah perjanjian itu hanya pembuat janji, yaitu Allah sendiri dan ternyata Allah tidak pernah menarik kembali janjiNya. Lebih dalam lagi diungkapkan oleh Paulus bahwa ternyata janji Allah bukan untuk Abraham saja, tetapi juga kepada Kristus. “Dan kepada keturunanmu, yaitu Kristus” (Galatia3:16).
Pada hakekatnya Allah membuat perjanjian ini dengan Abraham dengan perantaraan Kristus sehingga dua pihak yang dapat membuat perubahan hanyalah Allah Bapa dan Allah anak. Musa (Hukum Taurat) tidak dapat mengubah perjanjian itu. Para penganut Yudaisme ingin menambahkan sesuatu kepada kasih karunia Allah, seolah-olah ada sesuatu yang dapat ditambahkan kepada kasih karunia dan mengurangi perjanjian Allah. Mereka tidak berhak berbuat demikian, Karena mereka tidak mengambil bagian dalam perjanjian yang semula. Jelas disini bahwa janji Allah kepada umat manusia tidak dapat diubah oleh Hukum Taurat dan Hukum Taurat tidak lebih besar daripada janji (ayat 19-20). Sifat hukum Taurat adalah sementara dan ia ditambahkan sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu, sedangkan perjanjian itu bersifat tetap.
Hukum Taurat memerlukan seorang pegantara. Allah memberikan hukum Taurat kepada orang Israel dengan perantaraan malaikat-malaikat dengan Musa sebagai pengantara. Namun kendatipun sifat Hukum Taurat seperti itu, ternyata hukum Taurat tidak bertentangan dengan janji. Fungsi dari Hukum Taurat diungkapkan disini sebagai berikut: Hukum Taurat tidak dapat menggantikan Kristus; Hukum Taurat diberikan untuk mengungkapkan dosa dan yang ketiga Hukum Taurat diberikan untuk menyiapkan jalan bagi Kristus.
Jelas bahwa janji Allah kepada manusia tidak dibatalkan atau diubah oleh siapapun. Semuanya sudah disahkan oleh Allah. Tinggal bagaimana manusia menanggapi janji Allah bagi dirinya.  
       
HUKUM TAURAT TIDAK DAPAT MENGUBAH WASIAT ALLAH BAGI MANUSIA

Renungan Harian 22 - 27 Juni 2015

RENUNGAN SEPANJANG MINGGU

Senin, 22 Juni 2015
KEBAHAGIAAN ORANG KRISTEN (Galatia 3:15-18)
Di jemaat Galatia terdapat orang-orang yang mengajarkan bahwa iman di dalam Kristus merupakan langkah awal dan iman itu harus disempurnakan dengan melakukan Taurat. Jadi, mereka mengajarkan iman plus melakukan Taurat sebagai syarat keselamatan
Namun dalam nas ini Paulus memisahkan iman sejati dari keharusan melaksanakan hukum Taurat. Untuk itu ia menjelaskan sejarah keselamatan. Janji kepada Abraham bagaikan sebuah surat wasiat yang memiliki keabsahan yang tak dapat dibatalkan, Paulus menjelaskan bahwa janji Allah kepada Abraham tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat (ayat 15). Pertama, janji Allah kepada Abraham itu sah secara hukum maka tidak dapat dibatalkan (ayat 17a). Kedua, hukum Taurat baru diberikan empat ratus tiga puluh tahun kemudian sehingga tidak mungkin bisa membatalkan yang telah ada terlebih dahulu (ayat 17b).
Dengan dua alasan inilah Paulus menghancurkan kesimpulan bahwa janji Allah kepada Abraham harus ditambah dengan hukum Taurat supaya orang-orang Yahudi Kristen di Galatia mengalami janji berkat dari Allah. Konsep Mesias dari Paulus juga sangat jelas, yaitu bahwa keturunan yang Allah janjikan kepada Abraham itu menunjuk kepada Kristus (ayat 16). Jadi, janji berkat Allah melalui Abraham kepada orang percaya bukan didapatkan dengan menjalankan Taurat, tetapi ada di dalam Kristus sebagai penggenapan dari Taurat. Dengan beriman kepada Kristus saja orang percaya mendapatkan dan menikmati penggenapan janji keselamatan itu.
Kalau kebahagiaan orang Kristen didasarkan pada ketaatan melakukan hukum Taurat atau ajaran-ajaran kebajikan lainnya, maka dapat dipastikan kita akan frustasi. Sebaliknya dengan bersandar kepada janji Allah di dalam Kristus, kita dimungkinkan untuk hidup berkemenangan melawan kedagingan dan hawa nafsu duniawi.
Renungkan: Janji-Nya pasti ditepati. Jangan biarkan ajaran-ajaran lain mengacaukan iman kita kepada-Nya.
   
Selasa, 23 Juni 2015
JANJI YANG MENGHERANKAN (Ibrani 13:5,6)
Penulis kitab Ibrani mengutip ucapan Allah kepada umat-Nya: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5). Bagaimana hal itu menyentuh Anda? Apakah itu hanya kesucian menyenangkan yang membuat Anda menguap lebar?
Ini berbeda dengan ucapan bahwa kita boleh minum kopi dengan Presiden atau Ketua Mahkamah Agung. Mengenal orang-orang seperti itu memang sesuatu yang penting bagi kita. Namun meyakini bahwa Allah menyertai kita setiap saat setiap hari, sedekat kulit kita, dalam setiap peristiwa hidup, saat menangis atau tertawa itu hampir tidak masuk akal.
Namun, sepanjang sejarah banyak orang telah mempertaruhkan hidup pada kebenaran tersebut. Abraham, Musa, Rahab, Yosua, Daud, dan Ester hanyalah segelintir contoh. Janji Allah itu terbukti benar dalam hidup mereka. Namun, bagaimana kita tahu bahwa janji itu juga benar bagi hidup kita?
Hal itu nyata bagi kita karena Yesus. Melalui kedatangan-Nya, sebenarnya Dia mengatakan, “Aku ingin bersamamu; Aku memberikan hidup-Ku bagimu; Aku mengurbankan hidup-Ku untukmu. Apakah mungkin Aku akan meninggalkanmu?”
Bagaimana tanggapan Anda terhadap janji yang mengherankan ini? Mungkin janji tersebut terlalu muluk-muluk. Mungkin juga tampak mustahil. Namun, jangan abaikan janji itu. Saat Anda sedih, takut, menghadapi pergumulan dan pencobaan, tak ada janji yang lebih indah selain: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”. (HR)
DI MANA PUN ANDA BERADA ALLAH MENYERTAI ANDA

Rabu, 24 Juni 2015
JANJI TUHAN (Yosua 10:28-43)
Suatu hari saya membeli sebuah gambar puzzle untuk anak saya. Kemudian saya mengajarkan kepadanya bagaimana memasangkan dan mencocokkan setiap keping dan potongan gambar. Awal-nya, ia melakukannya dengan sabar. Ia mencoba dan mencoba lagi. Namun, lama kelamaan ia jenuh. Anak saya kemudian membiarkan saya yang menyelesaikan gambar puzzle tersebut. Rupanya ia sudah jenuh mengerjakannya, dan sudah tidak sabar ingin melihat hasil akhirnya saja.
Tuhan telah menjanjikan kepada bangsa Israel sebuah negeri yang indah dan kaya. Namun, ternyata Tuhan tidak memberikan seluruhnya sekaligus. Dia memberikannya satu bagian demi satu bagian. Kota demi kota diserahkan kepada bangsa Israel. Dia membuat raja demi raja dan kerajaan demi kerajaan bertekuk lutut kepada umat pilihan-Nya. Tuhan ingin bangsa Israel mendapatkan kota-kota baru setiap harinya. Kemenangan demi kemenangan pun diperoleh.
Pemenuhan janji Tuhan dalam hidup kita terkadang juga datang secara bertahap tak sekaligus. Ketika kita selesai mendapatkan satu bagian dari janji Tuhan, kita harus kembali percaya bahwa Dia akan memenuhi bagian janji yang berikutnya. Demikian seterusnya sehingga kita, waktu demi waktu, tetap ada dalam pengharapan kepada-Nya. Karena itu, tetaplah bersabar pada pemenuhan janji-janji Tuhan bagi kita. Jangan buru-buru menanti hasil akhir saja. Kita pun harus menyediakan diri untuk bekerja keras, juga bertekun dalam perjuangan dengan tetap mengandalkan Tuhan. Maka, Dia akan memberikan kita kemenangan demi kemenangan kepada kita, sesuai janji-Nya. (FZ)
APABILA SEBAGIAN JANJI TELAH TUHAN GENAPI, DIA PASTI MENERUSKAN BAGIAN JANJI BERIKUTNYA UNTUK DIGENAPI

Kamis, 25 Juni 2015
MENANTI JANJI (Kejadian 12:1-9)
Menantikan sebuah janji sering diiringi dengan munculnya rasa gelisah. Apalagi jika prospek yang dihadapi kelihatan bertolak belakang dengan janji tersebut, wajar jika orang yang menjanjikannya menjadi objek keraguan dan pertanyaan kita. Suatu kali, seseorang menjanjikan bantuan dana untuk sebuah kebutuhan pelayanan yang mendesak. Kami harus membayar sewa rumah pelayanan, berikut dengan beberapa renovasi agar atap rumah tidak bocor jika hujan turun. Namun sampai menjelang waktu pembayaran, dana tidak kunjung diberikan. Muncul keraguan, apakah ia masih ingat janji tersebut?
Tuhan menjanjikan kepada Abraham sebuah negeri di tanah Kanaan. Masalahnya negeri itu didiami oleh bangsa Kanaan. Tanah yang akan diberikan kepadanya bukan tanah tak bertuan, tetapi tanah yang didiami orang lain. Keraguan dan kebingungan pasti menguasai hati Abraham. Janji Tuhan tidak sesuai dengan kenyataan yang dihadapinya. Namun kita tahu kemudian hari, keturunan Abraham menjadi bangsa yang besar, dan tanah Kanaan menjadi milik pusaka mereka. Itu terjadi kurang lebih 400 tahun kemudian. Dan, selama masa itu Tuhan tidak melupakan janji-Nya kepada Abraham!
Dalam hidup ini, pengalaman dikecewakan oleh janji manusia tidak perlu membuat kita meragukan janji Tuhan. Bahkan ketika kita lupa, Tuhan tidak akan melupakan janji-Nya. Apa yang dikatakan-Nya pasti akan digenapi. Janji Tuhan sepasti matahari yang terbit di pagi hari. Kita tidak akan kecewa jika berpegang teguh pada janji-Nya. Dia belum pernah mengecewakan, dan Dia tidak akan pernah mengecewakan. (DBS)
PERCAYA PADA JANJI TUHAN ADALAH HAL PALING BIJAKSANA YANG BISA KITA LAKUKAN DALAM SEBUAH PENANTIAN

Jumat, 26 Juni 2015
SEPERTI JANJI-NYA (Mazmur 119:153-160)
Salah satu peraturan tak tertulis di antara penduduk Amerika bagian barat adalah bahwa seseorang selalu menepati janjinya. Itu sebabnya mengapa Andrew Garcia bersusah payah mengadakan perjalanan sejauh hampir 2100 km pada tahun 1879 untuk melunasi utangnya. Pada bulan September tahun sebelumnya, ia membeli perbekalan di Bozeman, Montana, untuk berburu kerbau liar. Namun untuk membayar sepuluh ekor bagal, amunisi, makanan, dan peralatan yang dibelinya ia masih memiliki kekurangan 300 dollar. Karenanya seorang pedagang meminjami uang kepadanya. Ia pun berjanji untuk melunasinya pada tanggal 1 Januari.
Namun salju musim dingin turun lebih awal tahun itu, sehingga Garcia tidak dapat langsung ke Bozeman. Ia harus melalui Colorado dan turun ke New Mexico. Akhirnya, tepat setahun kemudian, ia sampai kembali ke Bozeman. "Kau tak perlu repot-repot begitu," kata teman-temannya. Namun Garcia merasa harus menepati janjinya, sehingga ia benar-benar kembali untuk membayar utangnya.
Pengikut Kristus seharusnya juga dikenal sebagai orang-orang yang berintegritas. Jika kita berkata akan membantu di Sekolah Minggu atau di tempat perawatan anak, atau menghabiskan waktu bersama keluarga, atau menyelesaikan sebuah pekerjaan, adakah kita selalu menepati janji meski kemudian muncul sesuatu yang lebih menarik? Apakah kita setia pada janji kita?
Janji Allah tidak pernah dilanggar (Mazmur 119:160), dan apa pun yang dikerjakan-Nya, selalu Dia kerjakan dengan kesetiaan (Mazmur 33:4). Sebagai pengikut-Nya, janji kita harus selalu ditepati seperti janji-Nya. (DCE)
ORANG YANG MENGHARGAI JANJI ALLAH AKAN SELALU MENEPATI SEETIAP JANJI YANG DIBUATNYA

Sabtu, 27 Juni 2015
IDENTITAS BARU (Galatia 3:15-29)
Orang tentu senang memiliki dan memakai barang yang baru. Biasanya itu akan membuat orang itu tampil beda karena ada perubahan atau pembaruan. Namun mengapa banyak orang yang masih enggan untuk mengenakan identitas baru di dalam Kristus. Mereka justru lebih menyukai identitas lamanya?
Paulus menunjukkan apresiasinya pada hukum Taurat, yang walaupun tidak menyelamatkan, tetapi berfungsi sebagai penuntun bagi kita sebelum kedatangan Kristus. Dengan hadirnya Kristus, pusat iman kita, fungsi Taurat sebagai penuntun tak lagi efektif (23-25). Argumen Paulus memuncak dalam pernyataan bahwa iman di dalam Kristus membuat kita menjadi anak-anak Allah, bukan lagi sekadar menjadi anak-anak Abraham (26, bnd. 7). Realitas dan identitas baru ini berlaku bagi semua orang Galatia yang memercayai Kristus. Baptisan dalam hal ini memegang peranan penting sebagai pengalaman religius dari realitas dan identitas baru di dalam Kristus itu (27). Pemahaman "anak-anak Allah" (26) oleh Paulus juga diidentikkan dengan "milik Kristus" (29), yang juga berhak sebagai "keturunan Abraham" dan dengan demikian berhak menerima janji Allah. Paulus juga menegaskan tidak ada lagi pemisahan sosial antara Yahudi dan orang Yunani, antara hamba dan orang merdeka, bahkan di antara laki-laki dan perempuan. Semua dipersatukan oleh dan di dalam Kristus (28). Identitas baru tersebut tidak lagi ditentukan oleh hukum taurat, tetapi oleh iman kepada Kristus.
Mengenakan identitas baru di dalam Kristus akan membuat kita terhisab di dalam janji Allah yang kekal. Tidak ada lagi pemisahan sosial yang merendahkan sekelompok orang. Allah pun menghendaki kita untuk bukan hanya sekadar mengenakan identitas baru, tetapi mewujudnyatakan identitas baru itu di dalam kehidupan kita berjemaat. Terkadang pemisahan sosial pun terjadi di gereja, dan terkait dengan jabatan, pekerjaan, atau harta benda. Hal-hal demikian harus dihindari ketika kita sungguh-sungguh mengenakan identitas batu di dalam Kristus. 
SELAMAT MENGENAKAN IDENTITAS BARU DI DALAM KRISTUS!

News 21 - 27 Juni 2015

Jadwal Gereja Sepanjang Minggu

Minggu, 21 Juni 2015
"Hukum Taurat Tidak Membatalkan Janji" (Galatia 3 : 15 - 18).
* Darmo Harapan (Pagi), Ruko Gateway, dan dan Darmo Harapan (Sore) dilayani Oleh : Pdt. Gunawan Susanto (Semarang).
Koblen Tengah dan Bromo (Pagi) dilayani Oleh : Pdt. Susi Raswati. 
* Bromo (Malam) dilayani Oleh : Pdt. Anugrah Laia. 

KEBAKTIAN REMAJA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 09.00 - Oleh : Sdr. Daniel Dwi Irianto (STTA Lawang).
* Jl. Raya Arjuna 75-A (Bromo)/Pk. 15.30 - Oleh : Sdr. Kornelius Nduru (STT SALEM Malang).

KEBAKTIAN UMUM - 28 Juni 2015
"Apa Maksudnya Hukum Taurat" (Galatia 3 : 19 - 22).
* Darmo Harapan (Pagi) dilayani Oleh : Pdt. Timotius Hogiono.
* Ruko Gateway dan dan Darmo Harapan (Sore) dilayani Oleh : Pnt. Ir. Lindra Hariyanto.
Koblen Tengah, Bromo (Pagi), dan Bromo (Malam) dilayani Oleh : Pdt. Menahem L. Soetedja. 

Senin-Rabu, 22 - 24 Juni 2015
RETREAT UMUM GEREJA ISA ALMASIH SURABAYA
"The Best Life - Yohanes 15 : 1 - 8"
Bess Resort Lawang - Oleh : Pdt. Bubby Ticoalu, Pdt. Yung Tik Yuk, Pdt. Irwan Pranoto, Ev. Mercy Matakupan, Pdt. Menahem L. Soetedja.

Kamis, 25 Juni 2015
KEBAKTIAN PENYEGARAN ROHANI
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 / Pk. 18.30 - Oleh : Pdt. Timotius Hogiono.

SABTU, 27 Juni 2015
KEBAKTIAN KAUM MUDA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 17.00 - Oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) / Pk. 19.00 - Oleh Pdt. Susi Raswati.
* Ruko Gateway Kav F-22 / Pk. 18.00 - Oleh Pdt. Timotius Hogiono.
---------------------------------------------------------------------------------------------
TEMPAT PEMBINAAN IMAN
TPI TENGGER KANDANGAN (Jl. Raya Tengger Kandangan 137 Surabaya)
Jumat (Pk. 18.45)
Minggu (Pk. 08.00 - Sekolah Minggu)
Minggu (Pk. 09.00 - Pra Remaja)

TPI KEDUNG ASEM
Jumat (Pk. 17.00 - Sekolah Minggu) - Jl. Wisma Kedung Asem O-5 Surabaya.
Jumat (Pk. 19.00 - Umum) - Jl. Wisma Kedung Asem D-20 Surabaya.

TPI WIYUNG
Jumat, 26 Juni 2015 - Kel. Ibu Selvi, Jl. Babatan Indah B-3/4 Surabaya (Pk.19.00).

DOA PAGI
Senin - Sabtu (Pk. 05.30 - 06.15) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 dan Jl. Raya Arjuna 75-A.
Jumat (Pk. 05.30 - 06.15) - Ruko Gateway Kav F-22.

PERSEKUTUAN DOA USIAWAN
Kamis (Pk. 09.00 - 11.00)
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 dan Jl. Raya Arjuna 75-A

LATIHAN PADUAN SUARA GEREJAWI
* PS. Bromo - Minggu (Pk. 10.30 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.
* PS. Darmo Harapan - Kamis (Pk. 11.00 dan 20.00 WIB) dan Sabtu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* PS. Koblen Tengah - Jum'at (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

LATIHAN MUSIK GEREJAWI
* Koblen Tengah - Minggu (Pk. 09.00 WIB) - Jl. Koblen Tengah 22 A.
* Darmo Harapan - Sabtu (Pk. 19.30 WIB) - Jl. Darmo Harapan PF-1.
* Praise and Worship - Rabu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* Bromo - Kamis (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

KATEKISASI
Bagi Jemaat yang belum dibaptis dapat mengikuti pelajaran Katekisasi.
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 - Sabtu (Pk. 16.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Koblen Tengah 22 A - Minggu (Pk. 08.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Susi Raswati.
* Ruko Gateway Kav. F-22 - Minggu (Pk. 11.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono.

POKOK DOA
* Kesetiaan jemaat Gereja Isa Almasih Surabaya.
* Anggota jemaat yang dalam pergumulan, kesulitan dan sakit.
* Gereja-gereja Tuhan di Indonesia.
* Bangsa dan Negara Indonesia.
* Rencana Retreat Umum Gereja Isa Almasih 22 - 24 Juni 2015 di Best Resort - Waterpark Hotel Convention Lawang.
* Sekolah Injil Liburan 1 - 3 Juli 2015.

Mimbar Gereja u/Warta 21 Juni 2015

GIA Sby (Darmo Harapan Pagi)
Minggu, 14 Juni 2015
KRISTUS YANG TELAH MENEBUS KITA DARI KUTUK HUKUM TAURAT (Galatia 3:10-14)
Oleh: Pdt. Deddy G. Satyaputra 

Dalam masa pelayanan Tuhan Yesus, Ia pernah didatangi oleh salah seorang pemuda yang dicatat dalam Alkitab masih muda, kaya, dan juga saleh. Pemuda itu datang kepada Tuhan Yesus dan bertanya, tentang apa yang harus dilakukan untuk memperoleh kerajaan surga. 
Ketika Tuhan Yesus menetapkan ukuran yang lebih, untuk memperoleh kerajaan Allah, yaitu menjual semua harta lalu mengikut Tuhan, pemuda itu langsung mengurungkan niat dan meninggalkan Tuhan Yesus. 
Ini adalah sebuah pergumulan yang sebenarnya mengenai “supaya” dan “karena”. Ketika kita melakukan tindakan agamawi kita, apakah itu “supaya diselamatkan” atau “karena diselamatkan”. Kedua hal ini adalah dua hal yang berbeda. Dalam pembacaan kita hari ini, kita belajar yang pertama mari kita mengimani, yang kedua mari kita mengamini, dan kedua hal ini berbeda. 
Mari kita mengimani, bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat. Kenapa hal ini perlu untuk kita Imani? Ketika kita beriman ada 3 unsur yang perlu kita perhatikan, unsur pertama adalah pengetahuan melalui Firman Tuhan, ketika kita membaca Alkitab, mendengar khotbah, atau renungan. Unsur kedua adalah keyakinan, meyakini apa yang kita tahu, unsur yang ketiga adalah ketaatan. Ketiga unsur ini harus nyata dalam sikap perbuatan dalam hidup sehari-hari. 
Maka, pertama-tama kita perlu  imani bahwa Kristus telah menyelamatkan, bukan kita. maka ketika kita sudah mengimani Kristus telah menyelamatkan kita, kita perlu amini karya keselamatan yang telah Kristus kerjakan, amin berarti benar, ini berarti kita mengamini Kristus dan keselamatan yang Ia berikan bagi kita yang percaya. Mengamini Kristus dan karya-Nya dalam hidup kita adalah dengan hidup kudus. 
Kalau kita coba membandingkan, Ulangan 21:22-23 dengan Galatia 3:13, kita melihat bahwa kutuk dari hukum taurat telah ditanggung oleh Tuhan Yesus. Harusnya kita yang menanggung kutuk hukum taurat, tetapi Yesus telah menanggung kutuk hukum taurat bagi kita. Sekali lagi, kita perlu mengimani bahwa Tuhan Yesus telah menanggung kutuk hukum taurat bagi kita. Kita perlu mengamini keselamatan yang telah kita terima melalui Tuhan Yesus, karena sebagai umat yang telah ditebus maka kita hidup dalam kekudusan, dan kesalehan. 
Hukum taurat bukan lagi tuntutan, tapi tuntunan supaya kita menghormati Allah, bukan berarti kita menghilangkan hukum taurat. Jadikan hukum taurat sebagai tuntunan, mintalah Roh Kudus menyertai kita untuk menjaga hidup kita untuk hidup kudus. Karena Roh Kudus yang mengingatkan kita akan Firman Tuhan. 
Untuk mengukur apakah kita benar-benar mengimani sekaligus mengamini karya keselamatan Kristus? Ukurannya adalah dengan bertanya, apakah hari ini kita telah menjadi berkat untuk sesama kita? Mulai dari keluarga kita, gereja kita, tempat kita bekerja, lingkungan sekitar kita. Semoga Tuhan menjadikan kita saluran berkat, melalui hidup kita yang kudus, karena kita mengimani dan mengamini karya keselamatan, yang telah dikerjakan Tuhan Yesus Kristus.

Diringkas oleh: Sdri. Kezia Pricilla Derry