Cover u/Warta 17 Agustus 2014

1651 / WG / VIII / 2014
Minggu, 17 Agustus  2014
Tahun XLV

MINUM ATAU TIDAK
”Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”.  (1 Korintus 10:31)

Seorang wanita bertanya pada ayahnya kenapa dia tidak pernah terlibat dalam kebiasaan minum minuman keras. Wanita tersebut mengira hal ini disebabkan ayahnya tidak menyukai minuman beralkohol tersebut. Tapi ternyata jawaban ayahnya cukup mengejutkannya. “Aku tidak minum minuman keras bukan karena aku tidak menyukainya tapi karena aku memang tidak meminumnya.”
Sang ayah menyadari bahwa alkohol menarik baginya tetapi berbahaya dan dapat merusak kesehatan bagi mereka yang menjadi korbannya. Dia menjauhi minuman keras karena menganggapnya sebagai racun. 
Banyak peminum yang terlambat menyadari kehancuran mereka. Mereka terlambat menyadari bahwa minuman tersebut memiliki kekuatan untuk mencengkram korban-korbannya sehingga mereka tidak mungkin melarikan diri. Dan minuman itupun menjadi tuan yang menguasai hidup mereka dan mengontrol tindakan-tindakan mereka serta menghancurkan karier mereka. Minuman tersebut akan mengakhiri persahabatan, mencerai beraikan keluarga, memporak-porandakan perkawinan, menyebabkan kedukaan dan air mata, bahkan pembunuhan. Begitu tragisnya akibat yang disebabkan oleh minuman keras tersebut.
Orang Kristen dapat menghindari hal ini dengan menerapkan prinsip-prinsip yang di tulis oleh Rasul Paulus yang berkenan dengan masalah-minuman keras sebagai berikut: Apakah hal ini memuliakan Allah (1 Koriuntus 10:31). Apakah hal ini itu berguna dan membangun? (1 Korintus 10:23). Apakah hal itu memperhamba kita? (1 Korintus 6:12). Apakah hal ini akan menjadi batu sandungan bagi orang lain (Roma 14:21).
Bila kita memohon pada Roh Kudus dan dengan jujur menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, maka Ia akan menjawab kita apakah kita seharusnya minum atau tidak

MINUMAN KERAS DAPAT MELEMAHKAN KARAKTER KITA

Renungan Harian 18 - 23 Agustus 2014

RENUNGAN SEPANJANG MINGGU

Senin, 18 Agustus 2014
HIDUP UNTUK ALLAH ATAU DIRI SENDIRI? (1Korintus 10:23-11:1)
Memang banyak daging yang diperjualbelikan di pasar di kota Korintus adalah daging yang telah dipersembahkan kepada berhala. Namun, ada juga daging yang tidak dipersembahkan kepada berhala. Meskipun orang-orang Yahudi yang ada di Korintus mempunyai pasar sendiri untuk menghindari daging yang telah dipersembahkan kepada berhala.
Di tengah maraknya orang memilih makanan yang boleh dan tidak boleh di makan, Paulus memberitakan kabar sukacita yaitu bahwa semua makanan di dunia ini boleh dimakan termasuk yang telah dipersembahkan kepada berhala (ayat 26). Namun, Paulus juga memberitahukan kepada orang-orang di Korintus, kalau ada orang yang memberitahu bahwa makanan itu telah dipersembahkan kepada berhala, janganlah memakan makanan itu. Karena itu akan menjadi batu sandungan bagi orang yang ada di sekitarnya (ayat 28,32). Paulus mengajak orang Kristen di Korintus, untuk tidak mementingkan diri sendiri, tetapi melihat kepentingan orang lain juga. Terlebih lagi Paulus mengajak jemaat Korintus agar dalam melakukan segala sesuatu bagi kemuliaan Allah, supaya setiap orang yang berada di sekitarnya, beroleh selamat (ayat 31,32).
Peringatan Paulus ini juga harus mendapatkan perhatian kita, orang- orang Kristen masa kini. Artinya, ada saat di mana kita melakukan sesuatu untuk kepentingan kita, tetapi ada pula saat di mana kita harus mengorbankan kepentingan diri kita untuk kepentingan bersama dengan sikap penuh hormat. Hidup seperti demikianlah yang Paulus inginkan dilakukan jemaat Tuhan di Korintus sehingga menjadi berkat bagi banyak orang. Saat ini, kita tidak di tengah- tengah beragam agama, dan budaya. Karena itu janganlah hidup untuk diri sendiri.
HENDAKLAH HIDUP ANDA SAAT INI DAN SELAMA-LAMANYA SELALU TERARAH HANYA DEMI DAN UNTUK KEMULIAAN ALLAH.

Selasa, 19 Agustus 2014
MENGISI KEMERDEKAAN (Yesaya 58:5-8)
Pada 1942, di masa awal penjajahan Jepang, Amir Syarifuddin Harahap berbicara dalam perayaan Natal BPPKK (Badan Persiapan Persatuan Kaum Kristen). Tokoh kristiani yang kemudian menjadi perdana menteri RI itu mengimbau agar orang kristiani tidak hanya memikirkan alam baka, tetapi "harus berdiri dengan kedua kakinya di tengah masyarakat yang bergolak." Amir berkata demikian karena umat kristiani Indonesia masa itu cenderung apatis terhadap dinamika masyarakat. Mereka lebih suka berfokus pada hal-hal rohani.
Puluhan tahun kemudian, setelah Indonesia merdeka, masalah yang sama rupanya masih melilit umat kristiani di Indonesia. Banyak gereja mengaku "menjunjung Alkitab", tetapi sayangnya cenderung apatis terhadap persoalan bangsa. Mereka lebih suka berfokus pada hal-hal rohani yang berkaitan dengan ibadah, pekabaran Injil. Soal mengisi kemerdekaan Indonesia dengan keterlibatan di segala bidang, nyaris tidak pernah dikaji atau ditekankan.
Tentu, ibadah dan pekabaran Injil perlu. Tetapi jika hanya itu yang dilakukan orang kristiani, berarti kita belum sepenuhnya mengerti isi hati Allah. Dalam bagian Kitab Yesaya yang kita baca hari ini, Allah jelas-jelas menginginkan ibadah umat-Nya berdampak pada perubahan sosial. Isu keadilan (ayat 6) dan kemiskinan (ayat 7), yang secara khusus menyangkut bidang politik, hukum, dan ekonomi, harus menjadi perhatian kita.
Hari ini, biarlah imbauan Amir Syarifuddin mengingatkan kita akan panggilan kristiani di tengah masyarakat. Biarlah kita disemangati kembali untuk turut giat mengisi kemerdekaan bangsa. (ST)
IBADAH YANG SEJATI MEMBUAT BANGSA DIBERKATI

Rabu, 20 Agustus 2014
SALIB KEMERDEKAAN (Yohanes 12:23-36)
Patung Liberty tampak menjulang tinggi di atas pelabuhan New York. Lebih dari seratus tahun patung wanita agung yang memegang tinggi-tinggi obor kemerdekaan tersebut telah mengundang jutaan orang yang tercekik oleh sesaknya udara tirani dan penindasan. Orang-orang itu seolah dibawa kepada apa yang disimbolkan oleh monumen tersebut kemerdekaan.
Pada alas Patung Liberty itu tertulis kalimat Emma Lazarus yang sangat menyentuh: "Datanglah kepadaku hai orang-orang yang letih dan miskin, rakyat yang merindukan udara kebebasan, dan orang-orang yang terbuang dari masyarakat. Kirimkanlah kepadaku para tunawisma dan orang-orang yang terlantar: Aku telah meninggikan lampuku di sisi gerbang emas!"
Sebuah monumen lain juga menjulang tinggi di sepanjang sejarah untuk menawarkan kemerdekaan rohani bagi orang-orang yang diperbudak di seluruh dunia. Monumen tersebut adalah salib Romawi di mana Yesus disalibkan 2.000 tahun yang lalu. Mulanya pemandangan tersebut tampak menjijikkan. Namun kemudian kita melihat Anak Allah yang tak berdosa mati menggantikan kita untuk membayar hukuman atas dosa-dosa kita. Dari salib itu terdengar seruan, "Ya Bapa, ampunilah mereka" (Lukas 23:34) dan "sudah selesai" (Yohanes 19:30). Ketika kita menerima Kristus sebagai Juruselamat, maka beban dosa yang berat akan terlepas dari jiwa kita yang letih karena dosa. Kita pun bebas untuk selamanya.
Pernahkah Anda mendengar dan menanggapi undangan salib Kristus? (DJD)
KEMERDEKAAN KITA YANG TERBESAR ADALAH KEBEBASAN DARI DOSA

Kamis, 21 Agustus 2014
ALLAH DAN KEBEBASAN (Mazmur 100) 
Ketika para anggota Kongres Kontinental Kedua Amerika Serikat menyepakati sebuah dokumen luar biasa yang dikenal sebagai Deklarasi Kemerdekaan, mereka secara terus terang menyatakan keyakinan mereka kepada Allah. Para pembuat konsep proklamasi yang mulia itu tahu bahwa kebebasan berpengaruh besar yang mereka usulkan itu hanya dapat berjalan dengan baik dalam masyarakat yang mengakui Sang Pencipta. Mereka menegaskan bahwa Allah "memberi karunia" kepada semua orang hak untuk "hidup, menikmati kebebasan, mengejar kebahagiaan" karena Dia meng-hargai kita masing-masing. 
Thomas Jefferson, yang kemudian menjadi presiden ketiga dari bangsa baru itu, merasa sedih melihat dosa bangsanya. Ia menulis, "Aku gemetar menyaksikan negaraku ketika aku memikirkan bahwa Allah itu adil." Jika pada waktu itu ia gemetar, maka pasti kini ia akan mendapat serangan jantung yang hebat! 
Para pendiri Amerika Serikat mencintai konsep kebebasan individu, tetapi mereka tidak mengacu pada gaya hidup bebas yang mengizinkan kita melakukan apa pun yang kita sukai. Kebebasan sejati tidak akan pernah dapat dinikmati oleh orang yang menolak untuk takut akan Allah. 
Pemazmur berkata, "Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya" (Mazmur 100:3). Kita bertanggung jawab kepada Allah, karena Dia telah menciptakan kita dalam kasih. 
Hari ini, berkomitmenlah kembali untuk hidup sebagai seorang umat Allah. Begitulah cara menikmati kebebasan sejati. (HVL)
BERBAHAGIALAH BANGSA, YANG ALLAHNYA IALAH TUHAN (Mazmur 33:12)

Jumat, 22 Agustus 2014
ALLAH KITA YANG KEKAL (1 Timotius 6:13-16)
Pada suatu senja saya berdiri di buritan sebuah kapal feri yang sedang bergerak dari kota New York menyeberangi Sungai Hudson menuju New Jersey. Sewaktu struktur bangunan-bangunan tinggi di Manhattan lenyap dari pandangan, dalam benak saya tiba-tiba teringat kata-kata dalam sebuah puisi: "Semua ini akan binasa batu di atas batu, namun tidak demikian dengan kerajaan-Mu dan takhta-Mu." 
Beberapa tahun kemudian, serangan teroris terhadap World Trade Center meninggalkan sebuah celah yang buruk di antara deretan gedung-gedung pencakar langit itu. Segala hal di dunia sekitar kita akan lenyap. Bunga-bunga yang indah akan layu dan mati. Bahkan pohon sequoia tinggi yang tumbuh di Kalifornia, yang telah bertahan terhadap cuaca selama berabad-abad, secara bertahap akan termakan oleh gerogotan gigi waktu. 
Sama halnya dengan tubuh kita. Kita bertambah tua setiap hari dan kehilangan vitalitas masa muda. Hanya Allah yang memiliki keabadian di dalam diri-Nya, yang berarti Dia hidup selama-lamanya (1Timotius 6:16). Kebenaran sederhana ini harus dihadapi, tak ada sesuatu pun yang abadi-hanya Allah yang kekal. 
Akan tetapi, oleh karena iman di dalam Yesus Kristus, kita dapat menerima hidup yang tidak akan pernah berakhir. Dia berjanji kepada kita, "Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku ... dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa" (Yohanes 10:28,29). (VCG)
DENGAN MEMBERIKAN HIDUP ANDA KEPADA KRISTUS SAAT INI BERARTI ANDA MENJAGANYA UNTUK SELAMA-LAMANYA

Sabtu, 23 Agustus 2014
YANG ALLAH TUNTUT (Mikha 6:1-8) 
Bertahun-tahun yang lalu saya mendengar seorang politikus yang menggambarkan dirinya sebagai seorang yang saleh. Ia mengakui bahwa dirinya bukanlah anggota gereja manapun, dan ia tidak mengatakan apapun mengenai hubungan pribadi dengan Yesus, tetapi ia mencoba untuk hidup sesuai dengan kata-kata dalam Mikha 6:8, "Berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati." Komentarnya mendorong saya untuk memperhatikan kembali ayat yang membangkitkan minat ini. 
Dalam ayat-ayat sebelumnya, sang nabi mengutuk formalitas yang hampa (ayat 6,7). Ia mengatakan bahwa kegiatan beragama harus disertai cara hidup yang ditandai dengan integritas, kebaikan dan kerendahan hati di hadapan Tuhan. 
Mikha 6:8 masih berlaku bagi umat Allah saat ini, walaupun kematian Kristus di kayu salib telah menghapus kewajiban mempersembahkan korban sembelihan. Mungkin kita telah beriman kepada Yesus sebagai Juruselamat, dan mungkin kita menghadiri kebaktian di gereja dengan setia, memberi persembahan, membaca Alkitab, dan berdoa. Tetapi kita harus waspada agar kegiatan yang baik ini tidak merosot menjadi formalitas yang hampa. Iman kita harus menunjukkan sesuatu yang berbeda dalam cara kita hidup dan memperlakukan orang lain. Kita harus menjadi orang yang hidup dengan rendah hati di hadapan Allah, yang rindu menunjukkan kesetiaan, dan menegakkan keadilan demi Allah. 
Sebagian orang mencoba menjadi baik tanpa mengenal Allah. Tetapi juga tidak benar bila kita berkata bahwa kita mengenal Allah padahal kita tidak peduli untuk berbuat baik [HVL]
ORANG-ORANG YANG BERJALAN BERSAMA ALLAH TIDAK AKAN LARI DARI KEBUTUHAN ORANG LAIN

News 17 - 23 Agustus 2014

Jadwal Gereja Sepanjang Minggu

Minggu, 17 Agustus 2014
"Melakukan Segala Sesuatu Untuk Tuhan" (1 Korintus 10 : 25 - 11 : 1)
* Darmo Harapan (Pagi) dan Bromo (Sore) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono.
* Koblen Tengah dilayani oleh Pnt. Ir. Andy Sutanto.
Gateway dilayani oleh Pnt. Ir. Lindra Hariyanto.
* Bromo (Pagi)dilayani oleh Pdt. Susi Raswati.
* Darmo Harapan (Sore) dilayani oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.

KEBAKTIAN REMAJA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 09.00 - Oleh : Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Raya Arjuna 75-A (Bromo)/Pk. 15.30 - Oleh : Pdt. Susi Raswati.

KEBAKTIAN UMUM - 24 Agustus 2014
"Ordo Laki-laki dan Perempuan" (1 Korintus 11 : 1 - 16)
* Darmo Harapan (Pagi), Gateway, dan Bromo (Sore) dilayani oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Koblen Tengah, Bromo (Pagi), dan Darmo Harapan (Sore) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono.

Senin, 18 Agustus 2014
PERSEKUTUAN DOA RUMAH TANGGA
PERMATA BROMO, Kel. Bp/Ibu Robby Untoro - Jl. Embong Malang 78 H - Pk. 18.00 WIB.
* PERMATA GATEWAY, Kel. Bp/Ibu Sugeng Wicaksono - Jl. Ruko Gateway KAV.F-22 - Pk.18.00 WIB.
PERMATA DARMO HARAPAN, Kel. Bp/Ibu Pratoyo - Jl. Lempung Perdana III/18 - Pk.18.00 WIB.

Selasa, 19 Agustus 2014
KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 16.30 - Oleh : Pdm. Rian Waruwu.

PENDALAMAN ALKITAB
Pengantar Surat Efesus.
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk. 18.30 - 20.00 Oleh : Pdt. Menahem L. Soetedja.

Rabu, 20 Agustus 2014
KEBAKTIAN KAUM WANITA
* Jl. Raya Arjuna 75 A (Bromo)/Pk. 16.00 - Oleh : Pdm. Rian Waruwu. 
* Ruko Gateway F-22/Pk. 18.00 - Oleh : Pdm. Juni K. Telaumbanua.

PERSEKUTUAN DOA MALAM
Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo) - Pk.19.00 - Oleh : Pdt. Timotius Hogiono.

Kamis, 21 Agustus 2014
KEBAKTIAN PENYEGARAN ROHANI
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 (Pk. 18.30 WIB) dilayani oleh : Pdt. Natanael Channing (Surabaya).

SABTU, 23 Agustus 2014
KEBAKTIAN KAUM MUDA
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1/Pk.17.00 Oleh : Pdt. Timotius Hogiono.
* Jl. Raya Arjuna 75A (Bromo)/Pk.17.30 Oleh : Sdri. Wanda Eunike H. Siahaan.
* Ruko Gateway F-22/Pk.18.00 Oleh : Sdr. Kornelius Nduru (STT Salem Malang).
-----------------------------------------------------------------------------------
TEMPAT PEMBINAAN IMAN (TPI)
* TPI Tengger Kandangan - Jl. Raya Tengger Kandangan 137 - Minggu (Pk. 08.00 WIB) Sekolah Minggu, (Pk. 09.00 WIB) Pra Remaja - Jumat (Pk. 18.45 WIB).
* TPI KEDUNGASEM - Jl. Wisma Kedung Asem O-5 (Jumat, Pk. 17.00 WIB - Sekolah Minggu) dan Jl. Wisma Kedung Asem D-20 (Jumat, Pk. 19.00 WIB - Umum).
* TPI WIYUNG - Jumat, 22 Agustus 2014 - Kel. Bp/Ibu Yanto, Jl. Babatan Indah B-10/6 Surabaya (Pk.19.00 WIB).

DOA PAGI
Senin - Sabtu (Pk. 05.30 - 06.15)

PERSEKUTUAN DOA USIAWAN
Kamis (Pk. 09.00 - 11.00)
Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 dan Jl. Raya Arjuna 75-A

LATIHAN PADUAN SUARA GEREJAWI
* PS. Bromo - Minggu (Pk. 10.30 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.
* PS. Darmo Harapan - Kamis (Pk. 11.00 dan 20.00 WIB) dan Sabtu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* PS. Koblen Tengah - Jum'at (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

LATIHAN MUSIK GEREJAWI
* Koblen Tengah - Minggu (Pk. 09.00 WIB) - Jl. Koblen Tengah 22 A.
* Darmo Harapan - Sabtu (Pk. 19.30 WIB) - Jl. Darmo Harapan PF-1.
* Praise and Worship - Rabu (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Darmo Harapan PF-1.
* Bromo - Kamis (Pk. 19.00 WIB) - Jl. Raya Arjuna 75-A.

KATEKISASI
Bagi Jemaat yang belum dibaptis dapat mengikuti pelajaran Katekisasi.
* Jl. Raya Darmo Harapan PF-1 - Sabtu (Pk. 16.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Menahem L. Soetedja.
* Jl. Koblen Tengah 22 A - Minggu (Pk. 08.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Susi Raswati.
* Ruko Gateway Kav. F-22 - Minggu (Pk. 11.30 WIB) dilayani oleh Pdt. Timotius Hogiono.

POKOK DOA
* Kesetiaan jemaat Gereja Isa Almasih Surabaya.
* Anggota jemaat yang dalam pergumulan, kesulitan dan sakit.
* Gereja-gereja Tuhan di Indonesia.
* Bangsa dan Negara Indonesia.

Mimbar Gereja u/Warta 17 Agustus 2014

GIA Sby (Darmo Harapan Sore)
Minggu, 10 Agustus 2014
Oleh: Pdt. Agung Gunawan

MAKNA PERJAMUAN KUDUS
(1 Korintus 10:14-24)

Firman Tuhan saat ini tentang bagaimana Rasul Paulus mengingatkan mereka (jemaat Korintus) tentang peristiwa yang dialami oleh orang-orang Israel yang merupakan umat-Nya dalam perjalanan mereka menuju tanah perjanjian yaitu tanah Kanaan. Hal apa saja yang mereka nikmati dalam perjalanan mereka menuju tanah perjanjian? Diantaranya adalah Allah meluputkan mereka dari kejaran prajurit Firaun, dengan cara membelah laut teberau. Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa setelah semua umat-Nya melewati laut itu maka laut itu menyatu kembali maka seluruh prajurit Firaun mati. Karya keselamatan inilah yang mestinya diingat oleh umat-Nya. Hal yang berikutnya adalah manakala mereka melanjutkan perjalanan dipadang gurun maka pada siang hari Allah melidungi mereka dengan tiang awan dan malam hari tiang api. Bahkan mereka diberi  minum dari batu karang dan makanan oleh Tuhan. 
Namun sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian terbesar dari mereka. Mengapa demikian? Karena mereka menyembah kepada berhala, melakukan percabulan sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang, mereka mencobai Tuhan, bersunggut-sungut, serakah dan melakukan perkara-perkara yang tidak berkenan kepada Allah akhirnya Allah murka dan membinasakan mereka.
Maka kata “Karena itu“, hendak mengatakan dan memperingati kepada jemaat Korintus bahwa lihat orang-orang Israel yang adalah umat-Nya sendiri mengalami kehidupan yang tragis oleh karena mereka hidup dengan sembarangan. Hati mereka tidak percaya kepada Allah justru mereka menyembah kepada berhala. Itulah sebabnya Allah membinasakan mereka! Ia juga merindukan agar jemat Korintus menyadari, mengerti hal itu agar tidak melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh orang Israel. Mengapa demikian? Karena jemaat Korintus adalah orang-orang yang telah menerima kasih Tuhan. Lewat pengorbanan Kristus diatas kayu salib. Mereka telah dipersekutukan dan dipersatukan dengan tubuh dan darah Yesus Kristus. Itu juga berarti bahwa Kristus adalah mempelai laki-laki dan gereja-Nya adalah mempelai wanita. Allah tidak mau jika gerejaNya yang adalah mempelai wanita mendua hati sebaliknya Ia rindu agar gerejaNya setia kepada-Nya. Ingat bahwa Ia tidak suka melihat hal itu! 
Untuk itu sebagai  orang yang beriman  kepada Tuhan Yesus Kristus, kita adalah orang–orang yang telah menerima keselamatan lewat pengorbanan-Nya di atas kayu salib; yang berarti kita adalah milik kepunyaan Tuhan.  Apakah kita sudah setia kepada-Nya? Ataukah sebaliknya? 

Diringkas oleh: Pdt. Anugrah Laia