Cover Warta Jemaat 12 Mei 2013


1584 / WG / V / 2013
Minggu, 12 Mei 2013
Tahun XLIII

TIDAK ADA PERKECUALIAN
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, (Roma 3:23)

Kita mengenal istilah "dispensasi". Kamus umum Bahasa lndonesia memberi arti "izin pembebasan dari suatu kewajiban". Saat negara mengadakan wajib militer, maka ada orang-orang tertentu yang mendapat dispensasi, tidak usah mengikuti wajib militer. Seorang murid karena kepandaiannya melebihi rata-rata mendapat dispensasi dari wajib pelajaran tambahan di kelas.
Ya, ada banyak dispensasi, tetapi Alkitab menunjukkan satu hal yang kena kepada setiap orang. Semua orang telah berbuat dosa. Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, maka benih dosa itu terus berkembang biak dalam hidup manusia, generasi demi generasi. Manusia bisa terdidik pandai, tetapi dia tetap manusia berdosa. Manusia dapat memiliki sopan santun, etika, serta perbuatan amal yang banyak, dia tetap juga orang berdosa. Seseorang dapat memiliki jabatan terhormat di masyarakat atau agamawan sekalipun, tetap adalah manusia yang telah jatuh dalam dosa. Semua orang, berarti tidak ada perkecualian. Status setiap orang adalah orang berdosa.
Status sebagai orang berdosa membawa konsekuensi serius dan kekal. Mengapa? Roma 6: 23 tegas menyingkapkan ujung dari dosa demikian "sebab upah dosa ialah maut.." Jadi setiap orang "nasibnya" jelas yaitu menuju kepada maut. Apakah maut? Maut berarti suatu kehidupan dibalik kematian jasmani, penuh dengan kesengsaraan, api neraka dan penghukuman sebagai upah dari dosa. Maut adalah kesengsaraan yang abadi.
Tidak ada seorangpun yang dapat selamat diri dari maut, apalagi menyelamatkan orang lain dari sang maut. Hanya satu solusi, apabila Allah bertindak menyelamatkan manusia. (LB)

KARUNIA ALLAH IALAH HIDUP YANG KEKAL DALAM KRISTUS YESUS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar