Mimbar Gereja u/warta 19 Mei 2013

GIA Sby (Darmo Harapan pagi)
Minggu, 12 Mei 2013
Oleh:  Pdt. Kornelius Setiawan 

KEBENARAN ALLAH (Roma 3:21-26)

Rasul Paulus menegaskan bahwa semua manusia berada dalam kuasa dosa. Awal dari dosa yaitu ketika Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat yang telah dilarang oleh Allah sendiri. Ketika manusia jatuh dalam dosa maka terbentang jurang yang memisahkan antara Allah dan manusia yang berdosa. Manusia yang berdosa berusaha menjembatani  jurang yang terbentang itu namun segala usaha manusia itu  sia-sia. Ketika manusia itu jatuh dalam dosa bukan saja hubungan manusia putus dengan Allah dan sesamanya namun  dosa itu diwarisi kepada semua umat manusia dan pasti mengalami penghukuman kekal. Tidak seorangpun yang bisa luput dari kebinasaan kekal itu. Manusia membutuhkan kebenaran Allah!. Arti kebenaran Allah di dalam Roma 3:21-26 adalah:
1. Manusia dibenarkan karena  iman kepada Tuhan Kristus. 
Dalam ayat 24 mengatakan “ dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Yesus Kristus “. Artinya manusia berdosa tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Jadi Allah sendiri dengan anugerahNya menyelamatkan kita dari kebinasaan. Oleh anugerah-Nya kita dibenarkan yaitu melalui penebusan Kristus diatas kayu salib. Oleh kasih karunia Allah itu diberikan dengan cuma-cuma kepada manusia berdosa yang percaya kepada Dia karena memang manusia tidak dapat memperoleh hal itu dengan apapun juga.  Kemurahan  Allah yang diberikan dengan cuma-cuma itu kepada orang yang percaya kepada Dia dibayar dengan harga yang mahal yaitu melalui pengorbanan, dan kematianNya diatas kayu salib.
2. Jalan pendamaian melalui darah Yesus Kristus.
Artinya satu-satunya jalan untuk manusia bebas dari hukuman dosa yaitu percaya akan penebusan yang dilakukan oleh Yesus Kristus diatas kayu salib. Anugerah Allah yang diberikan dengan cuma-cuma itu harus dibayar dengan harga yang mahal oleh kematian-Nya diatas kayu salib. Kematian Kristus diatas kayu salib menujukkan kasih dan keadilanNya kepada manusia berdosa. Dalam perjanjian Lama manusia yang berdosa pasti dihukum mati namun Allah memberi jalan keselamatan yaitu dengan mengorbankan binatang sebagai korban keselamatan. Darah binatang tersebut menggatikan manusia yang berdosa dan darah tersebut sifatnya sementara dan terbatas. Itu sebabnya Allah sendiri dalam Yesus Kristus menjadi korban yang sempurna. 2 Korintus 5: 21 mengatakan “ Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Hanya melalui salib Kristus seseorang berdosa dapat dihubungkan, pulihkan dengan Allah yang Maha kudus. Hanya melalui pengorbanan Yesus Kristus diatas kayu salib manusia dapat dibenarkan, disucikan, dikuduskan dari segala pelanggarannya. Satu-satunya jalan untuk memperoleh kehidupan kekal yaitu melalui Yesus Kristus.
Seharusnya umat tebusan-Nya mensyukuri segala kemurahan yang dilimpahkan-Nya dalam hidup kita serta menujukkan karakter yang telah diubahkan melalui Firman-Nya. Amin

Diringkas oleh: Pdm. Anugrah Laia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar