Renungan Harian 13 - 18 Mei 2013

RENUNGAN SEPANJANG MINGGU

Senin, 13 Mei 2013
DIBENARKAN OLEH KRISTUS (Roma 3:21-31)
Kesimpulan Paulus akan hakikat keberdosaan manusia ditegaskan ulang dalam pernyataan, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah" (ayat 23). Kenyataan ini menunjukkan bahwa tidak mungkin seseorang membenarkan dirinya sendiri dengan upaya menaati Taurat (ayat 20).
Namun, sejak Perjanjian Lama telah disaksikan bahwa kebenaran Allah itu dinyatakan bukan lewat Hukum Taurat melainkan lewat kasih karunia Allah (ayat 21-24). Dalam Perjanjian Baru menjadi jelaslah bahwa kasih karunia Allah itu dinyatakan lewat Tuhan Yesus (ayat 25). Dialah yang ditentukan Allah sebagai sarana manusia menerima pembenaran oleh curahan darah-Nya, yaitu melalui kematian-Nya. Hal ini menunjukkan keadilan Allah, yaitu menghukum dosa melalui kematian Kristus di salib (ayat 26), dan menunjukkan kasih Allah, yaitu mengampuni dan membenarkan orang yang percaya kepada Kristus. Dengan demikian, orang yang sudah percaya dan dibenarkan tidak dapat memegahkan diri seakan-akan ketaatannya pada Tauratlah yang membuat dia dibenarkan. Keadilan Allah sekali lagi nyata karena melalui kasih karunia ini setiap bangsa, yang memang kepunyaan Allah, beroleh jalan untuk diselamatkan, yaitu bukan dengan melakukan Hukum Taurat melainkan melalui iman semata-mata (ayat 29-30). Menurut Paulus, hal ini justru meneguhkan Hukum Taurat yang mengajarkan bahwa tidak seorang pun bisa taat sepenuhnya pada Hukum Taurat di luar kasih karunia (ayat 31).
Orang yang berpegang pada berbagai peraturan sebagai cara untuk mendapatkan keselamatan membuktikan dirinya diperbudak dosa. Orang tersebut hanya dapat dibebaskan dan dibenarkan kalau ia menerima kasih karunia Allah dalam Kristus dengan iman. Apakah Anda sudah dibebaskan dan dibenarkan?

Selasa, 14 Mei 2013
HANYA OLEH IMAN (Roma 3:21-31)
Dalam pengadilan, jika seseorang terbukti bersalah melanggar hukum, bagaimana ia dapat membela diri? Begitulah situasi yang dihadapi manusia berdosa, tidak dapat membenarkan diri. Taurat pun tidak dapat diharapkan untuk membenarkan manusia karena Taurat justru menyatakan bahwa tidak seorang pun yang dapat melakukan Taurat sepenuhnya. Lalu apa lagi yang dapat dilakukan manusia? Tidak ada, selain berharap pada kasih karunia Allah.
Keselamatan dari Allah sama sekali tidak tergantung pada kemampuan manusia melakukan Taurat. Keselamatan terjadi melalui karya Yesus Kristus. Dan keselamatan bukanlah konsep Paulus, melainkan telah dinubuatkan jauh sebelum-nya dalam PL (ayat 21-22). Penyataan Allah melalui Kitab Taurat dan kitab para nabi telah membuka harapan baru bagi manusia yang sebelumnya tidak lagi memiliki pengharapan karena dosa. Yesus Kristus adalah pengharapan bagi manusia berdosa untuk bisa berkenan kepada Allah. Jika perbuatan baik tidak sanggup menggantikan keberdosaan manusia yang sangat fatal itu, maka Kristus sanggup. Kristus adalah jalan pendamaian manusia dengan Allah. Karena itu iman kepada Kristus membawa perkenan Allah bagi manusia (ayat 23-28), baik Yahudi maupun nonYahudi (ayat 29-30). Iman yang dimaksud berarti memercayai kesaksian Allah mengenai pribadi dan karya Kristus di salib. Namun perlu diperhatikan bahwa Paulus sama sekali tidak memaksudkan bahwa iman mempunyai kontribusi bagi keselamatan kita. Iman hanya mengambil apa yang Allah berikan. Iman sama sekali tidak menambah nilai bagi keselamatan.
Banyak manusia yang sulit percaya bahwa keselamatan dapat diperoleh melalui cara yang begitu mudah, yaitu hanya dengan beriman. Bagi mereka, keselamatan akan menjadi bernilai bila didapat dengan jerih payah. Namun bukan demikian maksud Allah. Manusia hanya perlu percaya karya Kristus maka ia akan diselamatkan. Nyatakanlah hal ini kepada mereka yang masih belum diselamatkan.

Rabu, 15 Mei 2013
KESELAMATAN HANYA OLEH ANUGERAH (Roma 3:21-31)
Solusi kreatif yang Allah sediakan bagi umat manusia sungguh tak terpikirkan akal. Melihat bahwa manusia semakin terhilang oleh keberadaan hukum-Nya, Allah menyampingkan hukum itu dan menawarkan keselamatan di luar hukum yang ada. Paulus mengatakan, "tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, " yaitu dengan iman. Lebih jauh lagi, selain menyediakan iman sebagai jalan alternatif untuk manusia kembali kepada-Nya, Allah membuka jalan alternatif ini kepada semua bangsa. Tidak ada lagi pembedaan Yahudi dan nonYahudi karena Allah adalah Allah atas semua umat manusia. Dua hal radikal dilakukan Allah dalam sekali gebrakan. Sungguh nyatalah bahwa Allah yang kita sembah benar-benar Allah sebab Ia mahakuasa dan bebas mendefinisikan bagaimana dan siapa yang bisa datang kepada-Nya; Ia tidak terikat oleh hukum sebab Ia berada di atas hukum.
Apa implikasinya bagi manusia? Selain tersedianya jalan keselamatan yang bisa diakses sehingga kita terbebas dari roda marmut keberdosaan kita, kita juga harus menghadapi kesetaraan kita di hadapan Allah. Mungkin terdengar indah dan menyenangkan, tetapi ada saja orang yang menyenangi aturan-aturan lama yang walaupun tidak bisa dipenuhi, tetapi setidaknya ia bisa memenuhinya lebih baik daripada orang lain; mereka senang sebab sistem yang lama bisa mereka gunakan untuk memperoleh kehormatan, walaupun semu sebab tidak bisa menyelamatkan mereka.
Menerima keselamatan melalui iman berarti mengakui kegagalan hidup agama kita dan menerima ketakbergunaan usaha kita memenuhi hukum Allah. Apakah itu berarti kita tinggalkan semua usaha menjalankan hukum itu? Sama sekali tidak! Menerima keselamatan tidak berarti meninggalkan hukum, tetapi sekarang kita bisa menjalankan hukum itu tidak dengan beban berat, tetapi dengan hati riang, sebab kita tahu bahwa ketika kita menjalankan hukum itu kita tengah melakukan sesuatu yang menyenangkan hati Allah yang sudah memberikan keselamatan kepada kita. Bukankah itu suatu wujud rasa syukur yang sangat berharga dan indah?

Kamis, 16 Mei 2013
MARI MENGINGAT KARYA TUHAN (Mazmur 66)
Banyak orang yang tidak suka melihat masa lalunya, malah memilih untuk melupakannya saja karena menganggap masa lalunya kelam. Tak ada yang menyenangkan dan pantas untuk diingat.
Pemazmur dalam bacaan kita hari ini, begitu bersemangat melihat ulang pengalaman hidup yang telah dia lalui: Tuhan telah menjawab doa yang dia panjatkan dengan hati nuraninya yang tulus (ayat 16-20). Tuhan tentu tidak mau mendengar doa orang yang licik dan tidak tulus. Sebab itu pemazmur memuji-muji Allah dan mempersembahkan korban untuk menepati nazar yang telah dia ucapkan sebelumnya, pada waktu dia mengalami kesusahan (ayat 13-15).
Pemazmur pun mengajak umat Tuhan untuk mengingat ulang karya-karya Allah dalam perjalanan sejarah bangsa mereka. Dengan ajaib, Allah telah melepaskan mereka dari kejaran tentara Mesir (ayat 5-7). Dengan prajurit bersenjata di belakang mereka dan gulungan ombak di depan mereka, siapakah yang dapat menyangka sebelumnya bahwa Allah akan membelah laut menjadi jalan yang terbuka bagi mereka? Ajaib bukan? Maka meskipun pengalaman itu begitu mendebarkan, seolah nyawa berada di ujung tanduk, pemazmur dengan jelas menyaksikan bahwa Tuhan tidak membiarkan musuh berjaya atas mereka (ayat 8-12). Tuhan tidak membiarkan mereka binasa begitu saja. Oleh sebab itu pemazmur mengajak umat untuk merespons karya Allah yang ajaib itu dengan puji-pujian dan sorak sorai (ayat 1-4).
Seberapa sering Anda mengisi ibadah Anda dengan puji-pujian kepada Tuhan? Seberapa sering hati Anda terangkat karena mengingat ulang karya Tuhan dalam perjalanan hidup? Ketika hidup terasa menekan, ketika Anda kehilangan sukacita dan memandang dunia dengan kacamata buram, mari ingat lagi apa yang telah Allah lakukan dalam hidup Semua itu akan menyatakan kebesaran dan kasih Allah. Dengan mengingat-ingat semua itu, niscaya sukacita akan mengalir dan puji-pujian pun akan terucap dari bibir Anda.

Jumat, 17 Mei 2013
MELIHAT KE BELAKANG, ITU PERLU! (Bilangan 33:1-49)
Allah sudah membawa Israel dari Mesir sampai ke perbatasan tanah perjanjian. Meskipun diwarnai dengan kegagalan di pihak Israel, kekurangan air dan makanan, bahaya yang ditimbulkan oleh musuh; Allah tetap setia. Melihat ke belakang membuat kita dimampukan untuk belajar. Melihat ke belakang berarti ada keberanian untuk melihat kegagalan-kegagalan, kekurangan, dan kesalahan kita. Namun yang lebih penting dari itu semua adalah bahwa dengan melihat ke belakang, kita dimampukan untuk melihat juga karya besar Allah yang sudah membawa dan memimpin kita melalui saat-saat itu hingga sekarang.
Melihat ke belakang, melompat ke depan. Sebenarnya perjalanan yang harus ditempuh secara normal oleh bangsa Israel menuju tanah perjanjian tidak sampai memakan waktu 40 tahun. Bila kita melihat kembali hal-hal yang terjadi selama masa perjalanan tersebut; maka dapat disimpulkan bahwa Allah menghukum umat karena kebebalan dan ketidakpercayaan umat kepada Allah. Namun dengan melihat ulang dan memahami semua yang telah Allah lakukan bagi umat Israel, kita seharusnya menyadari dan mengakui kesetiaan Allah.
Renungkan: Kesetiaan Allah di masa lampau menguatkan kita untuk menatap masa depan yang penuh tantangan dan pergumulan.

Sabtu, 18 Mei 2013
SATU-SATUNYA JALAN KELUAR (Titus 3:3-8)
Kabar buruk tentang dosa dan konsekuensi dari dosa membuat pemberitaan Injil Kristus sungguh suatu kabar baik. Mengapa? Injil membawa pesan bagi orang-orang berdosa. Lalu, siapa sajakah orang-orang berdosa itu? Alkitab menyatakan kepada kita:
1. Semua manusia telah berbuat dosa (Roma 3:23).
2. Semua manusia, tanpa kecuali, telah bersalah (Roma 3:19).
3. Semua manusia berada di bawah hukuman (Yohanes 3:18,36).
4. Semua manusia telah mati secara rohani, yaitu terpisah selamanya dari Allah (Efesus 2:5).
5. Semua manusia tidak berdaya untuk menghapus dosa mereka sendiri (Roma 3:20).
Penjelasan tentang orang berdosa ini menunjukkan adanya kebutuhan yang mendesak untuk mencari jalan keluar bagi jiwa-jiwa yang terancam binasa. Jalan keluar khas manusia adalah berusaha memastikan bahwa perbuatan baik mereka lebih banyak dari yang jahat, lalu berharap Allah berkenan akan hal itu.
Sedangkan jalan keluar sempurna yang dilakukan Kristus menunjukkan bahwa perbuatan baik yang paling mulia telah dikerjakan-Nya bagi kita Dia mati dan membayar hukuman atas dosa-dosa kita di atas kayu salib. Saat ini kita semua tinggal memutuskan sebuah pilihan menerima atau menolak jalan keluar yang sempurna itu.
Pilihan manakah yang Anda ambil? Sudahkah Anda menerima pengampunan dari Kristus, ataukah Anda terus-menerus menolak Dia? Terimalah Dia saat ini juga, karena sesungguhnya tidak ada jalan keluar yang lain!. (JEY)
KRISTUS ADALAH SATU-SATUNYA JALAN MENUJU SURGA. JALAN YANG LAIN HANYA AKAN BERPUTAR MENUJU MAUT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar