Renungan Harian 03 - 08 Mei 2010

RENUNGAN SEPANJANG MINGGU

Senin, 03 Mei 2010
SUKACITA KARENA PEMBEBASAN (Lukas 15:1-10)
Pada November 2001, banyak orang di seluruh dunia bersukacita ketika delapan orang tawanan dibebaskan setelah tiga bulan mengalami ketegangan karena ditawan di Afghanistan. Mereka telah dituntut karena menyebarkan ajaran kristiani. Pada saat itu hukuman untuk kesalahan itu adalah hukuman mati.
Setelah bebas, mereka menuju jalanan dan disambut oleh pelukan dan tepukan tangan. Ketika tiba di Pakistan, mereka pun disambut dengan hangat dan meriah. Kemudian ketika kembali ke Texas, diadakan perayaan yang sangat meriah di gereja asal dua tawanan di antara mereka, yakni Dayna Curry dan Heather Mercer. Anggota-anggota gereja yang ikut berdoa semalam suntuk, bergabung bersama staf gereja untuk bersukacita. Pendeta mengangkat tangan dan berseru, "Terima kasih Tuhan!"
Ketika saya membaca berita mengenai pembebasan tawanan-tawanan itu, saya teringat pada kebebasan lebih besar yang dapat kita alami, yaitu kebebasan dari dosa. Ketika kita menerima Kristus sebagai Juruselamat, kita dibebaskan dari hukuman dan ikatan dosa (Roma 6:6,23). Malaikat-malaikat Allah akan bersukacita (Roma 6:6,23) dan penghuni surga akan bergembira (ayat 7).
Berkat penebusan tidak dapat diukur. Jadi, ketika orang-orang kristiani mendengar bahwa seseorang dibebaskan dari dosa, kita akan bersukacita! (DE)

PUJIAN ADALAH BAHASA DARI PARA PENDOSA
YANG TELAH DIBEBASKAN

Selasa, 04 Mei 2010
YESUS MEMBEBASKAN KITA (Galatia 5:1-6)
Setelah zaman Rasul Paulus, barangkali belum ada orang lain yang menuliskan pengalamannya pada saat mengalami tekanan rohani secara jelas, selain ahli teologi terkenal bernama Agustinus (354-430 M). Meskipun dikaruniai kepandaian yang luar biasa, di masa mudanya ia pernah berkubang dalam kebobrokan moral yang sangat parah.
Sambil mengenang masa lalu, Agustinus mengisahkan pergumulannya, "Saya diikat oleh rantai besi kehendak saya sendiri. Saya cenderung menjadi seorang penderita yang patah semangat, bukannya orang yang memiliki kemauan untuk bangkit. Kehendak itu menjadi senjata makan tuan bagi saya, karena saya telah menjadi apa yang sesungguhnya tidak saya kehendaki."
Banyak di antara kita yang pernah menjalani pergumulan serupa. Kita ingin terbebas dari dosa, tetapi ternyata kita selalu mendapati diri tidak mampu mematahkan rantai kehendak kita. Kemudian, ketika kita percaya kepada Yesus, kita dibebaskan dan dapat menyuarakan kembali lirik kidung pujian karya Charles Wesley: "Lama sudah rohku terbelenggu dalam dosa dan gelapnya kemanusiaanku; mata-Mu memancarkan sinar yang menghidupkan kembali, aku terbangun, tempat aku dikurung tiba-tiba diterangi cahaya! Rantai yang membelengguku terlepas, rohku dibebaskan; aku bangkit, keluar, dan mengikut Dia."
Hanya Yesus, satu-satunya Pribadi yang mampu melepaskan belenggu dosa di dalam hidup Anda. Terimalah Dia sebagai Juru Selamat Anda, dan "kebenaran itu akan memerdekakan kamu" (Yohanes 8:32). (VCG)

KEBEBASAN SEJATI DITEMUKAN DALAM MELAYANI KRISTUS

Rabu, 05 Mei 2010
KELUAR DARI JALUR (Kejadian 12:1-4)
Kehidupan adalah sesuatu yang benar-benar kita alami, yang terkadang tidak sesuai dengan rencana kita. Hidup kita kerap kali justru berisi banyak kenyataan yang berbeda, dan perbaikan-perbaikan yang tidak kita harapkan.
Abraham dan Sarah dapat memberikan kesaksian tentang hal itu. Mereka telah berencana untuk pensiun, tetapi kenyataan berbicara lain. Allah membenahi agenda mereka. Dia berkata kepada Abraham, “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu” (Kejadian 12:1). Lalu pasangan yang sudah tua ini membongkar kemah mereka dan berangkat ke tempat yang hanya diketahui Allah.
Saat Alexander Agung telah menaklukkan Persia, ia pergi ke timur. Penulis Halford Luccock berkata sang jenderal “keluar jalur”.
Hal itu juga dialami Abraham dan Sarah. Allah memerintahkan mereka untuk berangkat, tanpa membekali peta. Mereka hanya memerlukan iman untuk memulai perjalanan tersebut. Mereka berjalan melalui daerah-daerah yang tidak mereka kenali dan mengalami pengalaman yang tak pernah terbayangkan. Allah tidak pernah memberi tahu mereka bahwa Dia akan menuntun mereka ke arah yang tak diketahui, sampai akhirnya Dia memenuhi janjiNya untuk memberi seorang putra yang akan menjadi bangsa yang besar.
Buatlah rencana dalam hidup Anda. Namun, tuliskan semuanya di atas kertas, sebelum Anda mewujudkannya. Allah dan kehidupan punya cara tersendiri untuk turut campur tangan dalam rencana Anda dan memimpin Anda dalam perjalanan yang tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya. (HR)

HATI MANUSIA MEMIKIR-MIKIRKAN JALANNYA,
TETAPI TUHANLAH YANG MENENTUKAN ARAH LANGKAHNYA
Amsal 16:9

Kamis, 06 Mei 2010
DOSA TERAKHIR YANG HARUS DIBUANG (1Tawarikh 21:1-13)
Rasul Paulus menasihatkan agar kita "menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani" (2 Korintus 7:1). Meskipun di mata orang lain kita terlihat hidup suci dan bermoral, tetapi di dalam jiwa kita mungkin saja tersembunyi suatu sikap yang tidak menyenangkan Tuhan. Karena dosa-dosa rohani tidak terlihat dan tersembunyi di dalam hati, maka kita cenderung mengabaikannya sampai keberadaan dosa-dosa tersebut tampak melalui tingkah laku kita.
Kehidupan Raja Daud menggambarkan kedua aspek dari dosa ini. Pertama, nafsu birahi Daud terhadap Batsyeba telah membawanya pada perzinahan dan pembunuhan yang tampak nyata (2 Samuel 11-12; Mazmur 32:5) serta membawa kesusahan besar bagi hidupnya sendiri dan celaan bagi bangsa Israel. Kedua, di usia senjanya Daud menyerah pada hasutan Setan untuk mengadakan sensus (1Tawarikh 21:1-6). Hal yang kelihatannya tidak berdosa itu ternyata telah membuat Allah murka (ayat 7-8) karena dengan demikian Daud menyombongkan kekuatan militernya. Di sini terjadi kemerosotan yang tak kentara dalam diri Daud. Tadinya ia selalu percaya penuh kepada Allah yang sering kali melepaskannya dari bahaya secara ajaib, tetapi kini ia malah mengandalkan kemampuan dan kekuatannya sendiri.
Dari luar, orang lain mungkin melihat bahwa kita berhasil memenangkan peperangan melawan dosa. Namun kita harus senantiasa waspada terhadap dosa-dosa rohani, terutama kesombongan. Dosa-dosa tersebut dapat menyebabkan kita tersandung dan jatuh, bahkan di akhir perjalanan hidup kita. (DJD)

KESOMBONGAN ADALAH BATU YANG MEMBUAT
BANYAK ORANG TERSANDUNG

Jumat, 07 Mei 2010
MEKAR DARI DURI (Ibrani 12:7-11)
Semak gorse adalah semak belukar yang diimpor dari Eropa dan kini tumbuh liar di Barat Laut Samudra Pasifik. Semak ini memiliki pucuk yang lebat berwarna hijau tua, dan pada musim semi menampakkan lambaian bunga-bunga kuning yang harum dan memesona. Namun, yang paling dikenal oleh para pencinta alam dan nelayan adalah duri-durinya yang tajam.
Yang menarik, bunganya mekar tepat pada duri-durinya.
Misionaris sekaligus artis Lilias Trotter menulis, "Sepanjang tahun, duri-duri itu semakin keras dan tajam. Ketika musim semi tiba, duri-durinya tidak luruh maupun melunak. Tidak ada perubahan sama sekali. Tetapi di bagian tengahnya tampak dua bulatan berbulu halus berwarna cokelat, yang mulanya kelihatan seperti bintik, dan pada akhirnya merekah tepat pada duri yang ada menjadi bunga keemasan yang berkilau indah."
Demikian pula dengan penderitaan yang menyertai ganjaran dari Allah. Ketika kita berada di tengah situasi yang tampaknya tidak berpengharapan dan sangat berat untuk ditanggung, kehidupan kecil yang muncul akan segera merekah. Terimalah masalah yang paling berat, posisi yang paling sulit dalam hidup. Di situlah Allah dengan anugerah-Nya akan membuat keindahan-Nya tampak di dalam diri Anda.
Tidak ada ganjaran yang tampak menyenangkan pada saat diberikan, "namun ketika itu berlalu, kita dapat melihat bahwa ganjaran tersebut menghasilkan buah kebaikan yang sejati dalam karakter orang-orang yang telah menerimanya dalam roh kebenaran" (Ibrani 12:11, Alkitab versi PHILLIPS). (DR)

TANGAN ALLAH YANG MENDISIPLIN
ADALAH TANGAN YANG PENUH KASIH

Sabtu, 08 Mei 2010
MENYINGKIRKAN DOSA (Lukas 14:25-35)
Cara apa pun yang Anda pilih untuk menurunkan berat badan tetap harus disertai usaha keras dalam mengatur pola makan agar berat badan Anda benar-benar turun, paling tidak untuk sementara.Namun sebagian besar orang yang berdiet menemui hambatan sebelum mencapai tujuan, dan patah semangat karena keinginan kuat mereka hilang sebelum berat badannya turun. Akhirnya banyak yang menyerah dan kembali pada kebiasaan makan mereka yang lama.
Hal serupa terjadi dalam kehidupan kekristenan kita. Tatkala kita mulai berjalan bersama Yesus, dengan mudah kita dapat menyingkirkan sebagian besar dosa yang memberatkan kita. Kita memberi kesaksian-kesaksian yang dramatis saat kita terbebas dari perilaku-perilaku dosa yang nikmat untuk dilakukan.Namun beberapa saat kemudian, kita mendapati bahwa dosa-dosa "kecil" seperti rasa cemburu, kebencian, dan kemarahan tidak dapat disingkirkan semudah dosa-dosa "besar" tadi. Sebagian dari kita begitu berputus asa sehingga lupa pada komitmen kita kepada Kristus dan kembali pada kebiasaan hidup yang lama.
Ketika berbicara mengenai perlunya pengorbanan dalam mengikut Dia (Lukas 14:25-35), Yesus ingin agar orang-orang yang mendengarkan-Nya menyadari bahwa dengan mempercayai dan mengikut Dia, mereka bukan memulai sesuatu yang menyenangkan, melainkan sesuatu yang sulit.
Jadi, saat berbicara tentang penurunan berat badan ataupun kepenuhan rohani, kita menerima pesan yang sama, yakni: yang terpenting bukan bagaimana kita memulainya, tetapi bagaimana kita menyelesaikannya. (JAL)

KETEKUNAN AKAN MEMBEDAKAN ANTARA
KEGAGALAN DAN KESUKSESAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar