Renungan Harian 12-17 Maret 2012

RENUNGAN SEPANJANG MINGGU

Senin, 12 Maret 2012
BERPIKIR POSITIF ALA KRISTEN.(Filipi 4:8-13)
Ayat 8 sering disebut orang sebagai Pemikiran Positif ala Kristen. Setelah lahir baru kita masuk ke dalam proses pengudusan yang berjalan seumur hidup. Pengudusan yang dikerjakan Tuhan mencakup seluruh aspek dalam hidup kita, salah satu yang sangat penting yaitu aspek pikiran.
Dalam dosa manusia suka memikirkan apa yang jahat dan tidak benar di mata Tuhan. Paulus mengajak jemaat di Filipi belajar mengontrol atau melatih pikiran untuk hal-hal yang baik. Banyak hal yang kita lakukan dipicu dan dikendalikan oleh apa yang kita pikirkan. Misalnya jika kita berpikir jahat tentang seseorang maka kita akan menyatakannya pula dalam relasi dan sikap kita terhadap dia. Ketika kita berpikir kotor kita didorong untuk melakukan hal yang kotor pula. Sebaliknya, apabila kita memikirkan apa yang benar, yang mulia, yang adil, suci dan seterusnya (ayat 8), kita juga akan melakukan hal-hal benar, mulia, adil, suci. Paulus sendiri mempraktikkan prinsip ini, sehingga ia dapat hidup tanpa didikte oleh keadaan (ayat 10-13).
Pikiran tidak memiliki kekuatan otonom untuk menentukan apa yang hendak dipikirkannya. Pikiran membutuhkan anugerah Tuhan agar dapat berfungsi dengan benar. Pengudusan pikiran adalah hal yang sangat penting. Dengan anugerah Tuhan kita melatih pikiran kita dengan jalan merenungkan firman Tuhan (ayat 8). Hal-hal dalam ayat 8 meliputi berbagai macam modus kehidupan. "Yang benar" mencakup aspek rasionalitas; "yang mulia" aspek ibadah; "yang adil" aspek hukum; "kesucian atau kemurnian" mencakup aspek kesalehan; "yang manis" aspek estetika; "sedap didengar" aspek informasi yang kita konsumsi; "kebajikan" berkaitan dengan moral dan etika; "patut dipuji" mencakup konsep nilai. Kekristenan mengajarkan keutuhan dan bukan keterkepingan. Jika hati kita telah dikuduskan oleh Kristus maka seluruh aspek hidup kita pun harus dikuduskan.
Tekadku: Aku akan belajar melatih pikiranku untuk merenungkan hal-hal yang benar, yang mulia, dll. dan mengekspresikannya dalam totalitas hidupku!

Selasa, 13 Maret 2012
KEMENANGAN SEJATI (2 Korintus 4:7-18)

Dalam pertandingan semifinal football tahun 2005 di Nebraska, tim Cowboys dari SMA Boys Town secara mengejutkan mencetak nilai yang sempurna. Namun, yang lebih penting, para pemain itu telah mengambil langkah besar untuk mengatasi perlakuan tidak menyenangkan dari keluarga mereka seperti dilecehkan, ditelantarkan, dan tidak dipedulikan. Karena mendapat perlakuan seperti itu, kemudian mereka dibawa pada lingkungan yang aman dan penuh kepedulian di Boys Town.
Pelatih mereka, Kevin Kush yakin bahwa permainan football adalah suatu cara yang dapat digunakan untuk membentuk karakter. Ia berkata, "Kemenangan di Boys Town tidak diperoleh pada hari itu, di sebuah lapangan atletik. Akan tetapi, mereka telah menang beberapa tahun yang lalu dari sekarang di semua kota di negara ini dengan menjadi warga negara yang produktif." Timnya bermain untuk menang sembari mengejar tujuan yang lebih tinggi, yaitu sikap sportif, disiplin, dan kerja sama tim.
Paulus memiliki sudut pandang yang hampir sama dalam kaitannya dengan pengalaman kita sebagai pengikut Kristus. Saat mengalami penderitaan, ia mendorong jemaat Korintus untuk tidak kehilangan semangat (2 Korintus 4:17). Walaupun dalam penderitaan, kita mengejar tujuan yang lebih tinggi, yaitu kemenangan abadi dalam Kristus.
Ketika Boys Town Cowboys kalah dengan skor 10-0, mereka kecewa tetapi tidak bersedih. Pelatih mereka mengajarkan pada mereka untuk tetap bermain karena kemenangan dalam kehidupan masih akan diraih. Begitu juga kemenangan kita dalam Kristus. (DCM)
PENCOBAAN DAPAT MENJADI JALAN YANG DIGUNAKAN ALLAH AGAR KITA MERAIH KEMENANGAN

Rabu, 14 Maret 2012
HIDUP BERKEMENANGAN (1Timotius 6:3-19)

Saya sering dikuatkan oleh banyak orang tanpa mereka sadari. Saya teringat ketika pada suatu malam yang telah larut, saya berjalan menyusuri ruang santai di komunitas pensiunan orang-orang kristiani. Malam itu, semua penghuninya telah masuk ke kamar masing-masing, kecuali seorang wanita tua. Tanpa menyadari kehadiran saya, dengan sabar ia mengerjakan puzzle bergambar sambil bersenandung riang sendirian. Kelihatannya ia cukup puas dengan keadaannya itu.
Saya pun bertanya-tanya, "Bagaimana orang dapat mengalami rasa cukup yang sejati dalam situasi apa pun?" Rasul Paulus membahas masalah ini dalam 1 Timotius 6. Ia memperingatkan orang-orang tidak jujur yang memandang ibadah sebagai sarana untuk mendapatkan keuntungan finansial (ayat 5). Kedua, ada juga se-buah kesalahan lain yang sering tidak disadari umat kristiani, yakni keyakinan bahwa ibadah ditambah uang adalah kombinasi hidup berkemenangan. Paulus membetulkan kedua kesalahan ini dengan mengungkapkan kombinasi kemenangan sejati, "Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar" (ayat 6). Ia meminta umat percaya untuk merasa cukup dengan makanan dan pakaian mereka (ayat 7,8). "Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang" (ayat 10), tetapi kasih dan kepercayaan akan Allah adalah akar dari segala rasa cukup.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda mengalami sukacita yang datang ketika kesalehan disertai dengan rasa cukup? Jika benar demikian, berarti Anda telah mendapatkan kombinasi hidup berkemenangan yang sejati. (JY)
KEPENUHAN SEJATI BUKANLAH MEMILIKI SEGALANYA MELAINKAN PUAS DENGAN SEGALA YANG ANDA MILIKI

Kamis, 15 Maret 2012
HIDUP BERKEMENANGAN (1Yohanes 5:1-5)

Ketika baru satu tahun menikah, Julie terkena stroke yang parah sehingga tidak mampu lagi berjalan ataupun berbicara. Agar Mark, suami Julie tidak terbebani, maka orangtua Julie menawarkan diri untuk mengambil alih tanggung jawab dalam mengurus Julie. Namun Mark menolak tawaran ini. Bahkan sekarang setelah 25 tahun, Mark masih tetap mencintai dan memperhatikan Julie.
Banyak orang mengasihani Mark dan mengatakan bahwa ia sangat bodoh karena membiarkan dirinya tidak dapat menikmati hal yang paling menyenangkan dalam hidup ini, yakni kebahagiaan di dunia saat ini. Namun Mark tidak membutuhkan belas kasihan mereka, karena ia beriman teguh di dalam Kristus.
Sebagai orang Kristen, kita mengasihi Allah karena Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita, dan ketaatan kepada Allah merupakan sukacita kita yang terbesar. Ketaatan merupakan sumber sukacita dan bukan beban yang berat karena kita mempunyai hubungan kasih dengan Dia. Orang yang tidak percaya bertanya, "Bagaimana Anda bisa bahagia jika ada begitu banyak hal yang harus Anda korbankan?" Jawabannya sangat sederhana: Kita dapat melihat kehidupan dari sudut pandang kekekalan karena kita "lahir dari Allah." Yohanes menulis, "Inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita" (1Yohanes 5:4). Kepada orang-orang yang percaya dan taat kepada-Nya, Allah memberikan keyakinan bahwa apa yang Dia sediakan jauh lebih baik dari apa pun yang dapat diberikan dunia ini. Dia menjadikan kita para pemenang.
Karena kita mengenal kasih-Nya dan berjalan dalam iman, kita dapat hidup berkemenangan dalam segala situasi. (HVL)
SIKAP PASRAH DAPAT MENJADI KEMENANGAN BILA KITA PASRAH KEPADA ALLAH

Jumat, 16 Maret 2012
MENIKMATI HIDUP (Pengkhotbah 8:14-17)

John Robinson, ahli sosiologi dari Universitas Maryland, College Park, Amerika Serikat (AS), mengadakan penelitian tentang kebahagiaan hidup. Ia meneliti 30.000 orang dewasa di AS sejak 1975 sampai 2006. Hasilnya? Orang yang bahagia adalah orang yang aktif dan gemar membaca. Sebaliknya, orang yang tidak bahagia menghabiskan banyak waktu mereka untuk menonton televisi. Akibatnya, mereka jarang melakukan kegiatan lain yang bermanfaat, seperti berolahraga, menghadiri pertemuan keagamaan, atau bergaul dengan masyarakat. Jadi, apabila kita ingin bahagia, kuncinya bukan duduk pasif menjadi penonton, melainkan secara aktif menikmati hidup.
Salomo, hampir tiga ribu tahun yang lalu, ternyata menyarankan hal serupa. Konteks sarannya adalah adanya masalah-masalah yang tidak terpecahkan dalam hidup ini. Menghadapi kondisi itu, kita bisa cemas dan menggerutu; bersikap pasif dan menjadi penonton. Padahal, masalah semacam itu memang akan tetap menjadi misteri selama kita berada di bawah matahari. Karena itu, ia menawarkan jalur alternatif: lebih baik kita belajar mengembangkan kebahagiaan hidup. Bagaimana caranya? Seperti kesimpulan penelitian tadi, kita sepatutnya menikmati hidup ini hari demi hari.
Kita menikmati hidup dengan bersyukur atas makanan, pekerjaan, dan rekreasi yang Tuhan sediakan. Hal-hal itu mendatangkan kesegaran dan memulihkan kekuatan kita. Selanjutnya, kita memanfaatkan kekuatan tersebut sebaik mungkin untuk melayani dan memuliakan Dia. Itulah kehidupan yang membahagiakan dan bermakna!. (ARS)
KEBAHAGIAAN HIDUP DAPAT DIJANGKAU DENGAN HATI YANG BERSYUKUR

Sabtu, 17 Maret 2012
HIDUP YANG BERPENGHARAPAN (1Petrus 1:3-9)

Setiap orang merasa hidup ini berat, namun ada orang yang merasa hidupnya lebih berat daripada orang lain. Percaya kepada Kristus sebagai Juruselamat hanya akan mendatangkan sedikit perubahan terhadap hal itu. Tak ada ayat-ayat dalam Alkitab yang menjanjikan kemudahan dalam segala hal semata-mata karena kita mengikut Kristus. Kenyataannya, ada luka-luka yang tidak dapat disembuhkan dan kekurangan-kekurangan yang tidak dapat diperbaiki di sepanjang hidup kita. Bahkan mungkin bertambah buruk. Tetapi bagaimanapun juga seluruh cacat dan kelemahan kita hanyalah sementara.
Dengan menyadari apa yang telah Allah sediakan, kita dapat merasa lega. Pengharapan memberi ketenangan dan membuat kita hidup dengan kekuatan dari dalam diri, karena kita tahu suatu hari kelak kita akan berbeda sama sekali dari saat ini.
Jika saat ini perasaan Anda hancur karena mengingat masa lalu atau merasa kalah oleh dosa, atau jika Anda merasa sangat rendah dibanding orang lain sehingga Anda berjalan dengan wajah tertunduk, yakinlah apa yang telah Allah berikan. Jalanilah hari ini dengan kekuatan dari Allah. Hadapilah penderitaan sedapat mungkin. Namun, bersukacitalah karena semua kegagalan dan keterbatasan Anda hanya sementara sifatnya. Semua itu akan berlalu beberapa di antaranya jauh lebih cepat.
Jika Anda mempunyai pengharapan yang hidup dalam Kristus, Anda dapat menghadapi masa lalu karena masa depan. Kemuliaan Allah adalah hal terbaik untuk Anda andalkan [HWR]
ORANG KRISTEN DAPAT MENGHADAPI MASA LALU KARENA PENGHARAPAN MEREKA PADA MASA DEPAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar