Mimbar Gereja u/Warta 11 Maret 2012

GIA Sby (Koblen Tengah)
Minggu, 04 Maret 2012
Oleh:  Pdt. Menahem L. Soetedja

HIDUP BAGI KRISTUS
(Filipi 1:20-25; 2 Timotius 4:6-8)

Hidup bagi Yesus Kristus adalah hidup yang memuliakan nama Tuhan. Hidup yang memuliakan Kristus bukan berarti hafal seluruh isi Alkitab tetapi tidak melakukannya. Hidup yang demikian hanya untuk kemuliaan diri sendiri. Apa arti hidup bagi Kristus itu?
  1. Hidup yang memuliakan Kristus. Seperti yang Rasul Paulus inginkan di dalam ayat 20 “inilah yang kurindukan dan kuharapkan.....” Apa yang menjadi kerinduan dan harapan kita? Apakah kita meminta hikmat dan kekuatan Tuhan supaya hidup kita dapat memuliakan nama Tuhan dan bukan memalukan nama Tuhan baik dalam kehidupan maupun kematian.                      .
  2. Hidup yang bertanggung jawab Yaitu suatu hidup yang bekerja dan memberi buah ayat 22. Jika kita membeli buah, pasti kita memilih buah yang paling baik, paling manis dan paling segar. Demikian juga hidup kita harus bisa dipertanggung jawabkan. Kerjakan keselamatan dengan takut dan gentar. Buah roh itulah yang harus kita nampakan (Galatia 5:22). Ketika kita mau melakukan sesuatu tidak asal dilakukan tetapi harus dipikirkan terlebih dahulu. Tanggung jawab adalah melakukan pekerjaan kita sesuai dengan standard yaitu standard Firman Tuhan.
  3. Memandang kematian bukan sesuatu yang menakutkan. Kehidupan kita disempurnakan oleh Kristus. Itulah sebabnya Rasul Paulus berkata bahwa kematian adalah keuntungan. Kehidupan bertambah hari bertambah tua dan semakin mendekat pada kematian. Bagi dunia kematian menjadi sesuatu yang menakutkan Tetapi Rasul Paulus mengatakan bahwa kematian adalah keuntungan, bukan kegagalan atau menakutkan. Karena Rasul Paulus sadar bahwa ada keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus.
Hidup bagi Kristus berarti hidup yang memuliakan  Kristus, hidup yang bertangung jawab sehingga kita memandang kematian bukan yang menakutkan tetapi suatu keuntungan.
Marilah kita hidup bagi Kristus, memuliakan menyenangkan Kristus dan hidup memberi buah.

Diringkas oleh: Pdt. Susi Raswati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar