Mimbar Gereja u/Warta 18 Desember 2011

GIA Sby (Darmo Harapan sore)
Minggu, 11 Desember 2011
Oleh:  Pdt. Susi Raswati


MENGINGAT KASIH KARUNIA DAN KUASA ALLAH
( 1 Samuel 17:34-37)

Sebentar lagi kita merayakan dan melewati natal dan akan memasuki tahun yang baru. Jikalau kita melihat ke belakang maka pastilah kita telah merasakan / menikmati kasih karunia dan kuasaNya dalam hidup ini. Apakah hal itu telah membawa kita untuk semakin mengenal Dia?.
Dalam 1 Samuel 17:34-37 yang kita renungkan saat ini maka kita dapat  melihat ketika Daud diurapi oleh Tuhan menjadi Raja (1 Samuel 16). Bahkan setelah Daud diurapi maka penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidupnya sangat ajaib dan luar biasa. Dimana setelah ia diurapi menjadi Raja, Daud dimampukan melawan dan mengalahkan Goliat. Secara fisik mustahil Daud mengalahkan Goliat karena memang Goliat sangat besar dan memiliki perlengkapan yang canggih (1 Samuel 17:4-7). Bahkan Goliat menentang dan memandang rendah pasukan Isarel.
Isai menyuruh Daud membawa makanan untuk kakak-kakaknya ke medan pertempuran dan saat itu Daud bertemu dengan Goliat. Dan saat itu pula ia mendengar perkataan-perkataan Goliat yang mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup. Dari sini kita melihat secara detail Allah telah merancang dengan indahnya. Jadi tidak ada yang secara kebetulan Daud hadir di medan pertempuran itu. Saat mendengar perkataan Goliat yang mencemooh bangsa Israel maka seorang pun tidak ada yang berani melawan Goliat orang Filistin itu kecuali Daud. Ia berani menghadapi tantangan Goliat karena ia percaya penyertaan, kasih dan kuasa Allah yang senantiasa menyertainya (ayat 34-37). Hal ini diteguhkan dengan kasih dan kesetiaan Tuhan di masa lampau, bukan karena iming-iming Saul untuk dijadikan menantunya. Hal ini juga bukan karena Daud memiliki perlengkapan senjata tetapi Daud melawan Goliat dengan nama Tuhan (ayat 45). Daud yakin pertolongan Tuhan menyertainya. Tujuan yang lebih utama dari pada Daud adalah supaya seluruh bumi tahu, bahwa Isarel mempunyai Allah (ayat 46)
Melalui kisah ini kita diajarkan bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang hidup. Tantangan di depan kita akan semakin besar tetapi biarlah kita mengingat kasih dan kuasa Tuhan yang selalu menyertai kita Amin.  

Diringkas oleh: Pdm. Anugrah Laia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar