Renungan Harian 30 Januari - 04 Februari 2012

RENUNGAN SEPANJANG MINGGU

Senin, 30 Januari 2012
JANGANLAH GELISAH HATIMU (Yohanes 14:15-31)
Semua pokok yang muncul pada pasal ini masih menjadi bagian dari jawaban dan penghiburan atas permasalahan: apa yang akan terjadi kepada para murid ketika Yesus meninggalkan mereka. Penghiburan itu adalah hadirnya Roh Kudus, Roh kebenaran (ayat 17) dan Penghibur (ayat 26) yang tinggal di dalam para pengikut Yesus selamanya. Ia disebut sebagai Penolong yang lain (ayat 16) yang sederajat dengan Yesus, dan meneruskan pekerjaan Yesus. Ia mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan apa yang telah diajarkan Yesus kepada kita (ayat 26). Secara tidak langsung, ini berarti bahwa Roh Kuduslah yang memampukan para pengikut Yesus untuk menaati perintah-Nya, yaitu memelihara dan melakukan segala firman dan perintah-Nya.
Roh Kudus bukan saja memberikan damai sejahtera dalam hidup orang beriman dan memampukan para pengikut Yesus untuk hidup dalam hubungan kekal dengan Yesus, tetapi juga menolong orang percaya yang hidup di dalam Yesus, dalam ketaatan dan kasih, hidup juga di dalam Bapa (ayat 23). Ketaatan dalam kasih ini akan menjadi tanda yang pasti yang membedakan orang yang sungguh beriman pada Yesus dengan yang tidak. Di sini kita melihat adanya hubungan tak terpisahkan antara iman, kasih, ketaatan, pertolongan Roh, kehadiran Yesus dan Bapa, dan pengenalan akan Allah. Semuanya terjalin indah, yang satu menjadi syarat bagi yang lain. Itu berarti pengenalan akan Allah bukanlah sebatas tahu ajaran isi iman Kristen. Pengenalan akan Allah harus seperti pengenalan Yesus terhadap Bapa-Nya yang mengalirkan sungai damai sejahtera.
Renungkan: Kajilah bagaimana pengenalan akan Tuhan, ketaatan, damai sejahtera, kasih, iman, kehadiran Roh dalam kehidupan iman Anda!

Selasa, 31 Januari 2012
IMAN YANG PALSU (Yesaya 1:1-4,12-17)
Akropolis, kuil kuno terkenal yang terletak di atas bukit di Atena tak pernah sepi dikunjungi para wisatawan selama berabad-abad. Dari situ, ribuan pelancong dari segala penjuru dunia sering membawa bongkahan batu pualam sebagai oleh-oleh.
Namun, bagaimana mungkin bongkahan batu itu tidak pernah habis? Jawabannya sangat mudah. Setiap beberapa bulan, sebuah truk yang bermuatan batu pualam didatangkan dari sebuah tempat, ribuan kilometer jauhnya dari situ. Batu-batu tersebut kemudian ditebarkan di seluruh daerah Akropolis. Jadi para turis selalu dapat pulang sambil dengan bangga membawa benda yang mereka kira suatu peninggalan bersejarah yang benar-benar asli.
Kita dapat terkecoh dengan berbagai penipuan semacam itu. Bahasa dan musik religius, benda-benda dan pelayanan religius dapat membodohi kita dan membuat kita berpikir bahwa kita sedang mengalami jamahan Allah. Padahal kita hanya terjebak dalam rutinitas yang hampa.
Pada zaman Nabi Yesaya, kebanyakan orang Israel hanya mengikuti arus. Itulah sebabnya Allah berkata, "Jangan lagi membawa persembahan yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku .... Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya" (Yesaya 1:13,14).
Penipuan yang bersifat religius hanya akan membuat jiwa-jiwa tetap dahaga. Tindakan-tindakan kita yang saleh belum tentu merupakan iman sepenuh hati yang dikehendaki Tuhan. (VCG)
SESEORANG YANG MUNAFIK MEMANG MEMILIKI ALLAH DI BIBIRNYA TETAPI DUNIA DALAM HATINYA

Rabu, 01 Februari 2012
BERSAKSI MELALUI PROFESI (Kisah 2:41-47)
Dokter Teoh Seng Hing adalah salah satu dokter ginekologi di Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Ia seorang kristiani. Semua orang yang saya kenal dan pernah menjadi pasiennya punya kesan yang sangat positif terhadapnya. Sebab selain ahli, ia juga sangat baik, sabar, telaten, ramah, penuh perhatian. Pasien bisa bebas dan nyaman berkonsultasi dengannya. Bahkan ketika Kezia, anak saya yang berumur 8 tahun, bertanya ini itu saat istri saya konsultasi, ia juga melayani dengan baik. Dengan sikapnya itu, Dokter Teoh telah menunjukkan kesaksian yang indah sebagai dokter kristiani.
Kekristenan berkembang bukan hanya karena peran para penginjil ternama. Namun juga melalui kesaksian hidup para "penginjil" anonim. Orang-orang yang dalam peran dan profesinya masing-masing telah memberi kesaksian indah bagi masyarakat sekitar. Seorang dokter-dokter kristiani yang berbeda dari dokter lain. Seorang pejabat-pejabat kristiani yang berbeda dari pejabat lain. Seorang mahasiswa-mahasiswa kristiani yang berbeda dari mahasiswa lain, dan sebagainya. Iman kristiani mereka betul-betul nyata dalam kehidupan sehari-hari, melalui sikap dan tutur kata yang ditunjukkan.
Jemaat mula-mula adalah jemaat yang bertumbuh sangat pesat. Ciri-ciri hidup mereka selain tekun dalam pengajaran para rasul (ayat 42), dan satu sama lain memiliki hidup kebersamaan yang kuat dan akrab (ayat 46), juga memberi pengaruh positif bagi orang-orang luar. "Dan mereka disukai semua orang" (ayat 47). Mari kita menjadi saksi yang setia, sehingga kehadiran kita sungguh menjadi berkat bagi orang-orang sekitar. (AYA)
HIDUP KITA BAGAI KITAB TERBUKA YANG DIBACA SESAMA MARI NYATAKAN KRISTUS DALAM TUTUR KATA DAN LAKU KITA

Kamis, 02 Februari 2012
BERTUMBUHLAH! (Ibrani 5:12-6:1)
Saat anak-anak masih bayi, istri saya dan saya memberi mereka susu. Ketika mereka bertambah besar, kami memberi mereka makanan lunak. Mereka tampak sehat dan gembira seperti gambar bayi-bayi gemuk yang ada pada kaleng-kaleng makanan bayi.
Kini anak-anak kami telah dewasa. Bila mereka datang, istri saya menyajikan steik dan kentang. Ya, mereka sudah dewasa.
Susu dan makanan bayi memang baik untuk bayi-bayi. Tetapi setelah mereka dewasa, mereka harus memakan makanan yang keras. Hal yang sama juga berlaku bagi pertumbuhan rohani.
Kedewasaan rohani seorang Kristen juga dapat digambarkan seperti menjadi seorang pianis konser. Memang Anda sudah dapat disebut seorang pianis sejak Anda memainkan lagu sederhana Anda yang pertama. Namun diperlukan latihan bertahun-tahun untuk dapat bermain piano dengan baik. Anda tak akan pernah menjadi seorang pianis konser bila gubahan-gubahan musik yang mudah saja belum mampu Anda mainkan dengan mahir.
Penulis kitab Ibrani merasa prihatin melihat lambatnya pertumbuhan rohani dari para pembacanya. Ia menulis, "Kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar." Kemudian ia mengamati, "kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras" (5:12). Ia mendorong mereka untuk "beralih kepada perkembangannya yang penuh" dalam iman mereka (6:1).
Orang-orang Kristen harus terus bertumbuh menuju kedewasaan rohani. Kita harus "makan" banyak Firman Allah dan mempraktekkan setiap hal yang telah kita pelajari. Itulah satu-satunya cara untuk bertumbuh. (HWR)
KELAHIRAN BARU HANYA MEMBUTUHKAN WAKTU SESAAT KEDEWASAAN ROHANI MEMBUTUHKAN WAKTU SEUMUR HIDUP

Jumat, 03 Februari 2012
TEORI DAN PRAKTIK (Filipi 4:8,9)
Epiktetus, seorang guru filsafat Stoa, pernah berkata, "Domba tidak memuntahkan makanan untuk menunjukkan kepada gembalanya seberapa banyak rumput yang telah ia makan. Sebaliknya, mereka mengunyah dan memanfaatkannya untuk menghasilkan wol dan susu."
Saat membaca kalimat itu, saya berpikir tentang hal yang seharusnya terjadi terhadap "sesuatu yang baik" yang masuk dalam diri seseorang. Faktanya, berbagai pengetahuan yang baik tidak selalu menghasilkan penerapan yang baik. Bahkan, setiap firman Tuhan yang diberitakan tak selalu menghasilkan tindakan nyata -- ada orang-orang yang sudah tahu isi Alkitab, tetapi dengan sadar enggan melakukan karena sulit. Lalu, tidakkah kita tergelitik dengan perkataan Epiktetus? Untuk apa semua hal baik itu masuk dalam diri kita: sekadar teori, atau sudah dipraktikkan?
Paulus dalam suratnya kepada jemaat Filipi mengingatkan bahwa segala sesuatu yang telah mereka pelajari, terima, dengar, dan lihat harus bermuara pada satu hal: lakukanlah semua itu (ayat 9). Paulus tidak ingin jemaat Filipi hanya sekadar tahu atau mengerti firman Tuhan. Adalah baik untuk tahu dan mengerti, tetapi itu belum cukup. Semua pengertian itu harus dilakukan. Teori yang baik harus disertai dengan praktik yang baik. Dan, ada sesuatu yang indah menyertai perbuatan nyata tersebut: maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.
Di mana pun, dalam keadaan apa pun, kita diajak menerapkan pengetahuan iman kita. Jangan berhenti pada tataran pengetahuan. Kita diajak masuk lebih dalam, menerapkan, mengalami sendiri; melakukan firman itu meski di saat paling sulit sekalipun. (HA)
PAHAMILAH APA YANG KAU PELAJARI LAKUKANLAH APA YANG KAU PAHAMI

Sabtu, 04 Februari 2012
MEMAAFKAN TANPA MELUPAKAN (Kejadian 50:15-21)
Kepada seseorang yang pernah disakiti atau dikecewakan orang lain, kita kerap memberi nasihat seperti ini, "Sudah, lupakan. Yang lalu biarlah berlalu. Tidak usah diingat-ingat. Toh diingat pun tidak ada gunanya." Sebuah nasihat yang baik dan kedengaran bijak, tetapi sebetulnya tidak tepat. Sebab tidak mungkin kita melupakan kesakitan dan kepahitan yang pernah kita alami. Betapa yang namanya pengalaman buruk, atau "kesakitan" yang ditimbulkan orang lain pada masa lalu tidak bisa kita hapus dari ingatan kita. Itu sudah menjadi sejarah hidup kita.
Yang bisa kita lakukan bukan melupakannya, melainkan mengingatnya dengan cara baru. Bukan menghapusnya dari ingatan kita, tapi memaknainya dari sudut pandang iman. Inilah yang dilakukan oleh Yusuf. Ia pernah begitu dibenci saudara-saudaranya. Mereka menganiaya, bahkan menjualnya sebagai budak. Ia kemudian bekerja di rumah Potifar. Difitnah oleh istri Potifar, lalu dipenjarakan. Sampai akhirnya ia menjadi orang penting di negeri Mesir.
Namun, Yusuf tidak membenci dan menyimpan dendam pada saudara-saudaranya. Saat mereka datang dalam posisi sebagai orang-orang yang meminta pertolongan, Yusuf menerimanya dengan tangan terbuka. Padahal, sebagai orang yang sangat berkuasa di Mesir, Yusuf bisa saja membalas perlakuan buruk mereka terhadapnya dulu.
Yusuf tidak melupakan perbuatan buruk saudara-saudaranya di masa lalu. Ia melihatnya dengan cara baru dari sudut pandang Allah. Ia bekata, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan" (ayat 20). Dan, pengampunan pun terjadi. (AYA)
PENTING SEKALI MENGINGAT SETIAP KEPAHITAN DARI SUDUT PANDANG ALLAH SUPAYA KITA TIDAK TERJEBAK DALAM KEMARAHAN YANG TAK BERUJUNG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar