Mimbar Gereja u/warta 29 Januari 2012

GIA Sby (Darmo Harapan sore)
Minggu, 22 Januari 2012
Oleh:  Pdt. Menahem L. Soetedja

PERBEDAAN ANTARA PENCIPTA DAN CIPTAAN
(Kejadian 1:27-31; Ulangan 29:29)

Tema dari Firman Tuhan yang akan kita renungkan pada saat ini adalah suatu konsep dasar dalam iman kekristenan kita yang sering hari-hari ini di kesampingkan dan tidak terlalu dipikirkan dalam kehidupan kekristenan. Mengapa dasar iman kekristenan harus kita perhatikan? Karena jikalau kita tidak memperhatikan  dan memelihara dasar iman kita kepada dasar dan pijakan iman yang kokoh maka akan mempengaruhi cara berpikir, cara bicara, keputusan yang kita ambil dan setiap tingkah laku yang akan kita lakukan.
Ketika seseorang tidak memperhatikan perbedaan antara pencipta dan ciptaan maka dia hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri, merasa bahwa dialah segala-galanya.
Perbedaan Allah sebagai pencipta dan manusia sebagai ciptaan:
  1. Konsep yang salah tentang Allah, yaitu bahwa Allah sering digambarkan tentang seorang kakek tua yang gemuk dan duduk di tahta yang hanya melihat dunia yang berputar dan berharap manusia datang kepada dia dan memohon pertolonganNya. Dan manusia memandang bahwa Allah itu tidak dapat mengontrol dunia dan yang mengontrol dunia ini adalah dirinya sendiri. Jika diperlukan manusia datang kepada Allah minta pertolongan. Bukankah konsep yang salah inilah yang sering kita lakukan? Jika situasi hidup sulit, kita datang memohon pertolongan kepada Tuhan, namun jika keadaan hidup membaik maka kita lupa kepada Tuhan dan sibuk dengan aktivitas kita. Untuk itu konsep yang benar tentang Allah dalam Alkitab adalah bahwa Allah berkuasa mutlak atas semua ciptaanNya karena Dialah yang menciptakan segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada (Roma 11:36), Dia adalah Allah yang mandiri, yang mengontrol sejarah kehidupan manusia sampai pada saat ini.
  2. Konsep siapakah manusia. Manusia yang adalah ciptaan Allah sudah seharusnya bergantung secara total kepada Allah disepanjang kehidupannya karena jika tidak demikian maka hidup kita akan menjadi sia-sia. Kisah Para Rasul 17:25 menyatakan siapakah Allah dan manusia, Dialah yang merencanakan, menentukan dan berkuasa atas kehidupan kita dan kita dipanggil untuk sadar dan mau bergantung secara total kepada Allah, tidak lagi berpikir apa yang aku miliki dan apa yang ada padaku dapat menjamin hidupku, tetapi semuanya adalah kemurahan Allah dalam kehidupan kita. Sadar bahwa kita adalah manusia yang terbatas baik dalam pengetahuan dan standart moral. Untuk itu bergantunglah sepenuhnya kepada Allah.
Diringkas oleh: Pdt. Susi Raswati

0 komentar:

Poskan Komentar