Mimbar Gereja u/Warta 22 Januari 2012

GIA Sby (Darmo Harapan sore)
Minggu, 15 Januari 2012
Oleh:  Pdt. Timotius Hogiono

SEGALA SESUATU BAGI KRISTUS
(Roma 11:33-36)

Dalam Firman Tuhan sore ini yang ditulis oleh Rasul Paulus yang ditujukan kepada orang-orang Roma yang secara intelektual cerdik dan pandai karena pada waktu itu Roma merupakan pusat kebudayaan yang sangat besar sehingga banyak pemikir-pemikir yang tinggal di tempat itu, sehingga surat itu ditujukan kepada mereka. Roma 11:33-36 merupakan bagian utama tesis Rasul Paulus dan merupakan kesimpulan dari surat Rasul Paulus dalam pasal 11. Firman Tuhan ini merupakan ungkapan rasa syukur Rasul Paulus kepada Tuhan dalam seluruh hidupnya.
Ayat 33 mengungkapkan rasa kekaguman Rasul Paulus kepada Allah bahwa Dia adalah Allah yang berkuasa di dalam segala sesuatu dalam dunia ini. Rasul Paulus mensyukuri akan kekayaan Allah yang sangat mendalam. Seringkali manusia menggambarkan kekayaan Allah itu identik dengan materi tetapi Rasul Paulus mengungkapkan akan kepenuhan Allah; artinya bahwa Allah adalah pribadi yang melimpah dan kaya dengan anugrahNya dalam hidup umatNya. Maka dengan kekayaan Allah yang melimpah manusia tidak dapat menyelami jalan–jalan dan rencana-rencana Allah sehingga membawa manusia menyadari dirinya sebagai pribadi yang terbatas. Rasul Paulus juga memberi peringatan kepada orang Yahudi dan non Yahudi pada masa itu karena pada waktu itu banyak umat Tuhan yang hidup dalam dosa, supaya umat Tuhan melihat akan kesempurnaan Allah sehingga manusia menyadari akan dirinya yang lemah dan berdosa sehingga datang bertekuk lutut dibawa kaki Tuhan. Setiap umat Tuhan harus menyadari dan bersyukur bahwa Allah yang berdaulat penuh itu memilih diantara kelompok umat manusia yang berdosa untuk diangkat menjadi anak-anakNya. Kita adalah bagian dari umat pilihan Allah dimana anugrah itu telah dilimpahkan atas kehidupan setiap umatNya. Rasul Paulus juga bersyukur atas hikmat, kebijaksanaan Allah melalui kehidupan yang penuh ketaatan dan hubungan yang akrab dalam persekutuan dengan Tuhan. Orang berhikmat dapat membedakan apa yang baik dan benar serta berkenan kepada Allah. Umat Tuhan juga harus menyadari bahwa pengetahuan, pemikiran Allah itu bersifat kekal dan Ia terus bekerja dalam memelihara umatNya sampai pada kekekalan. Allah tidak pernah ingkar janji bagi setiap umatNya. Hal inilah yang di syukuri oleh rasul Paulus akan setiap keterbatasan umat ciptaan bahwa segala sesuatu yang dianugerahkan dalam hidup kita itu adalah dari Allah juga melalui Allah dalam proses pemeliharaan umat pilihanNya.
Rasul Paulus mengembalikan rasa syukur dan kekaguman karena hanya Allah yang layak dipuji dan ditinggikan. Marilah kita umat Tuhan belajar untuk hidup memuliakan dan menikmati Allah atas anugerah keselamatan yang telah dilimpahkanNya kepada kita serta hidup menundukkan diri kepada Kristus.

Diringkas oleh: Ibu. Juni K. Telaumbanua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar