Cover Warta Jemaat 29 Januari 2012

1515 / WG / II / 2012
Minggu, 29 Januari  2012
Tahun XLII

KEMURNIAN IMAN
"Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni”. 
(2 Timotius 2 : 22)

Kaum awam di dalam pelayanan gerejawi semakin lama semakin marak, sesuai dengan apa yang dicermati oleh Hendrik Kraemer. Ketika saya belum menjadi rohaniwan purnawaktu, masih sebagai pengerja "awam" saya bersama beberapa rekan muda-mudi lainnya melayani dengan sepenuh hati baik mendekor ruangan gereja, memainkan alat musik, visitasi, dan sebagainya, tanpa pernah berpikir memperoleh imbalan materi dari gereja. Saat itu kami sadar bahwa sudah sewajarnya kami melayani Tuhan Yesus Kristus. Raja segala raja itu, oleh karena Dia telah mengorbankan Diri-Nya di kayu salib Golgota bagi kami.
Namun belakangan ini saya melihat adanya kecenderungan pemberian "tip" khusus bagi jemaat awam yang melayani. Dalam hal ini sungguh-sungguh dibutuhkan tindakan bijaksana agar "tip" itu tidak mengganggu kemurnian motivasi pelayanan yang ada.
Sejak zaman gereja mula-mula sudah banyak terjadi kontaminasi atau pencemaran iman yang merasuk ke dalam pelayanan, sehingga pengiringan kepada Tuhan tidak murni lagi. Ada "tunggangan-tunggangan lain" di balik kesetiaan dan kerajinan dalam pelayanan dan pemberitaan Injil Ada tunggangan popularitas, melayani atau memberi agar menjadi populer atau terkenal; ada tunggangan dispensatif; melayani atau memberi agar dosa atau kesalahan bisa dimaklumi dan disembunyikan.
Oleh sebab itu setiap hari kita datang kepada Tuhan supaya la memurnikan motivasi kita dengan firman-Nya dan dalam doa. Motivasi kotor apapun pasti nampak di hadapan-Nya. Orang-orang yang mengikut Yesus karena motivasi roti jasmani bisa dibedakan oleh-Nya dari orang-orang yang mengikut Dia karena motivasi yang murni. Mata-Nya yang bagaikan nyala api menembusi hati manusia.
Jangan kita mengikut Yesus hanya mencari selamat secara kontemporer atau sesaat. Tetapi ketika ada tantangan lain sesudah mengikut Kristus, iman itupun ditinggalkannya begitu saja dan beralih kepada yang lain. Ikutlah Yesus karena keselamatan yang permanen dan indah itu, apapun tantangannya. (PF).

IMAN YANG MURNI NAMPAK JELAS SAAT MELEWATI "API"

0 komentar:

Poskan Komentar